Opini

7 Perkara Penting dalam Taubat Hakiki

bertaubat
Penulis Ammar Ahmad

Jika berbuat dosa atau kesalahan, semua orang sewajarnya akan melakukan perjalanan kembali kepada kebenaran, atau . Tidak hanya sebagai sarana perbaikan hubungan dengan Allah, juga dapat memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Berada pada bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan, sayang rasanya bila umat Muslim melaluinya tanpa pertaubatan. Namun, masih ada saja sebagian orang yang beranggapan bahwa cukup dilakukan dengan mengucap, “Saya bertaubat”. Lantas, bagaimana cara bertaubat yang sebenarnya?

Agar menjadi taubatan yang hakiki atau taubatan nasuha, seseorang perlu mengiringi taubatnya dengan oleh keimanan dan amalan soleh.  Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Furqan, 25: 71,

اِلَّا مَن تَابَ وَاَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّاَتِهِم حَسَنَاتٍ وَ كَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta beramal sholeh. Allah akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.”

Dalam menafsirkan ayat di atas, Khalifah Ke-2 Jamaah Muslim Hazrat Al-hajj Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmadra menyampaikan bahwa taubatan sebaiknya tidak hanya diiringi oleh lisan, tapi juga perbuatan memperbaiki diri. Kemudian, beliau dalam kitab Tafsir Kabir, menjelaskan dengan rinci berbagai perkara utama untuk mencapai taubatan nasuha.

Beliau juga menambahkan bahwa selama semua perkara ini tidak terpenuhi, taubat seseorang tidak dapat dikatakan sempurna. Adapun ketujuh perkara tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Saat teringat dengan dosa yang telah dilakukan, seseorang akan sangat menyesal seolah-olah keringat mengucur deras di seluruh tubuhnya.
    2. Seorang pentaubat harus berupaya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah tinggalkan. Bila mampu tapi belum menunaikan ibadah haji, seorang yang hendak bertaubat perlu untuk melaksanakan ibadah tersebut dalam taubatnya. Lalu, ketika sudah diwajibkan untuk membayar zakat tapi belum melakukannya, maka dalam taubatnya, ia perlu membayarnya.
    3. Bila masih terdapat dosa-dosa dimasa lalu yang mungkin masih bisa diperbaiki, seseorang hendaknya memperbaiki hal tersebut segera. Jika seseorang mencuri kerbau lalu meletakkan kerbau itu di rumahnya, seseorang dalam keadaan bertaubat hendaknya mengembalikan hewan tersebut kepada pemiliknya
    4. Allah Ta’ala menetapkan syarat kepada umat-Nya untuk meminta maaf kepada pihak yang dirugikan atas perbuatan mereka. Karenanya, Bila telah menyakiti atau menyusahkan orang lain, seseorang yang bertaubat perlu untuk memperbaikinya dan meminta maaf. Maafnya orang yang teraniaya adalah maafnya Allah.

  • Berbuatlah kebaikan yang lebih, ihsan, kepada orang yang tersakiti. Apabila tidak bisa, doakanlah mereka. seorang pencuri ingin bertaubat perlu mengembalikan harta curiannya. Namun, bilamana ia tidak mampu karena miskin harta, ia hendaknya berdoa, “Ya Allah saya tidak mampu untuk mengganti harta itu maka kiranya Engkau berkenan untuk menggantikannya dan memenuhi kekurangannya.”
  • Hendaknya seorang yang sungguh ingin bertaubat berjanji dilubuk hatinya bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahannya, dan bertekad bahwa ia tidak akan melakukan kembali dosa tersebut.
  • Sebaiknya, seorang yang bertaubat mulai mengarahkan dirinya kepada kebaikan dan berupaya menciptakan kesucian. Sehingga, ia dapat dengan penuh mengerjakan setiap jenis amalan baik.

Sebagai bulan penuh ampunan, bulan Ramadhan memang paling tepat bila dimanfaatkan sebagai waktu terbaik untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, untuk melakukan taubatan yang hakiki, seseorang diperlukan untuk menyertai keimanan dan amalan soleh dalam usahanya.

Hanya dengan demikian, seseorang bisa melakukan pendekatan sejati kepada Allah dan juga sesamanya. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan taufik kepada kita untuk dapat selalu kembali kepada-Nya, aamiin.

Referensi:

Tafsir Kabir karya Hd.Al-Hajj Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmadra hal. 574-579

Sumber Gambar: https://www.istockphoto.com/photos/light-at-the-end-of-the-tunnel?excludenudity=true&sort=mostpopular&mediatype=photography&phrase=light%20at%20the%20end%20of%20the%20tunnel

Tentang Penulis

Ammar Ahmad