Akhlaq Faḍi'l-Lāh

Agama Islam mampu mengangkat derajat manusia | Hakikat Agama Islam (4/4)

Penulis Abdul Rozaq
Agama Islam mampu mengangkat derajat manusia doris3meflcenter

Islam mampu mengangkat derajat manusia. (Ilustrasi: doris3meflcenter)

UMAT atau orang-orang yang memeluk agama Islam pada zaman YM Muhammad–Rasulullah saw. diberi julukan sebagai umat wasath,[1] artinya umat yang mengambil jalan tengah atau adil dalam menyikapi ajaran-ajaran agama yang ada pada waktu itu.

Sebagai pemeluk agama Islam, kaum muslim selalu bersikap lapang dada, mereka tidak apriori dan tidak selalu menolak setiap ajaran dari agama-agama lain dan tidak pula menerima begitu saja semua ajaran dari agama-agama lain sebelum mereka teliti.

Tetapi sebaliknya, mereka selalu bersikap kritis dan selektif terhadap semua ajaran agama yang ada waktu itu. Setiap ajaran yang sesuai dengan kitab suci Alquran (Alquran), mereka ambil. Setiap ajaran yang bertentangan dengan Alquran, mereka tolak.

Sikap demikian inilah yang membuat umat Islam itu lebih baik dan lebih unggul dibandingkan umat lainnya karena mereka menempatkan diri mereka sebagai saksi bagi umat manusia.[2] Dan, ketaatan mereka kepada Allāh dan -Nya selalu mewarnai dalam mereka.

 

AGAMA Islam diwahyukan oleh Allāh mempunyai empat tujuan.

Pertama, agama Islam mendatangkan dan menyatukan umat manusia dalam satu persaudaraan.[3]

Kedua, agama Islam menghimpun segala kebenaran yang pernah diajarkan oleh para nabi–ams. yang diutus sebelum YM Rasulullah saw..[4]

Ketiga, agama Islam meluruskan kesalahan dan menyaring ajaran yang benar.[5]

Keempat, agama Islam mengajarkan dan memberikan teladan ajaran kebenaran yang sempurna dan abadi.[6]

 

ORANG yang dengan hati tulus berserah diri kepada apa yang dikehendaki oleh Allāh dan berbuat baik kepada sesama makhluk, baik manusia maupun makhluk hidup lain, baginya ia diberi pahala atau surga dari sisi-Nya.[7]

Gambaran surga itu adalah apabila dia menghadapi waktu sekarang, hatinya merasa berkecukupan; apabila dia menatap masa yang akan datang, hatinya tidak merasa takut atau khawatir; dan, jika dia mengingat masa lalunya, hatinya dihindarkan dari rasa susah.[8]

Inilah surga yang diberikan kepada orang Islam di ini. Sebab, dia telah berhasil mencintai Allāh swt. dengan mengorbankan segala yang dimilikinya sehingga Allāh riḍa kepadanya dan dia ridha kepada Allāh.[9]

Orang yang demikian yang dijanjikan bakal mendapat dua surga, yaitu surga di dunia ini dan surga di alam kelak.[10]

 

Penulis: Abdul Rozaq; editor: Raam DMX

 

Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

[1] QS 2:143.

[2] QS 2:144.

[3] QS 2:5; 2:214; 2:286.

[4] QS 98: 34.

[5] QS 5:49.

[6] QS 5:4.

[7] QS 2: 112113.

[8] QS 2:113.

[9] QS 98:9.

[10] QS Ar-Rahmān (55):47.

Tentang Penulis

Abdul Rozaq