Akhlaq Faḍi'l-Lāh

Agama Pembawa Rahmat | Hakikat Agama Islam (2/4)

Penulis Abdul Rozaq
Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam. (Gambar ilustrasi dari Nasa.gov) | Agama Pembawa Rahmat - Hakikat Agama Islam (2 4) islam rahmatan lil alamin - nasa gov - m31_gendler_Nmosaic1

Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam. (Gambar ilustrasi dari Nasa.gov)

AGAMA Islam itu merupakan rahmat bagi semesta alam.[1] Ia mampu menghidupkan orang-orang yang telah mati. Bahkan, mampu membuat orang yang mati berbicara,[2] maksudnya adalah mati rohaninya. Sebab, orang yang mati jasmaninya tidak akan bisa hidup kembali di ini dengan jasadnya,[3] sedangkan “berbicara” maksudnya adalah berbicara tentang Islam untuk disampaikan (tabligh) kepada orang-orang yang belum mengerti agar mengenal swt. dan mengikuti jejak Rasulullah saw.[4] serta sebagai bukti mereka telah menerimadan meyakini kebenaran ajaran Islam dengan tujuan agar umat manusia selamat bersamanya dalam satu yang telah didirikan Rasulullah saw..[5]

Mereka yang beriman dan berhimpun dalam jamaah itu akan selamat dari kemauan dan bisikan setan, senantiasa menaati kehendak Allāh dan -Nya.[6] Sehingga, mereka menampakkan budipekerti luhur dan akhlak mulia serta kesempurnaan akhlak.[7]

Jamaah kaum muslimin yang demikian inilah yang dipuji Allāh sebagai umat yang terbaik[8] dan dinyatakan sebagai umat yang paling unggul[9]. Sebab, iman mereka tampak sempurna dalam wujud akhlak yang terbaik.[10]

AGAMA Islam itu merupakan agama yang menghimpun semua kebenaran agama-agama yang pernah diajarkan oleh para ‘alaihimu’s-salām (ams.) sebelum Rasulullah saw.[11] untuk diyakini kebenarannya dan diamalkan dalam kehidupan umat Islam. Misalnya, Nabi Isa ‘alaihi’s-salām (a.s.) atau Yesus Kristus mengajarkan bahwa Allāh itu Esa dan beliau a.s. hanya menyuruh menyembah Allāh saja.

Dalam kitab Injil tertulis:

“Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ada tertulis: Engkau harus menyembah , Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”[12]

Dalam Alquran tertulis:

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang berkata ‘Allāh itu ialah Almasih Ibnu Maryam.’ Padahal Almasih berkata, ‘Beribadahlah kepada Allāh, Tuhanku dan Tuhanmu.’ Sesungguhnya, barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allāh, maka ketahuilah bahwa Allāh mengharamkan baginya surga, dan tempat tinggalnya ialah api, dan tak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang aniaya.”[13]

Dalam kitab Taurat tertulis: “Nabi Musa melarang umatnya memakan darah, minum minuman keras dan makan daging babi dan sebagainya.”[14]

Dalam kitab Alquran tertulis:

“Sesungguhnya, yang Dia haramkan bagimu [adalah] bangkai, darah, daging babi, dana pa yang disembelih atas nama selain dari Allāh.”[15]

“Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya, arak, judi, -berhala dan panah-panah undian itu hanyalah suatu kecemaran dari perbuatan syaitan. Maka jauhilah itu semuanya supaya kamu berbahagia.”[16]

 

Penulis: Abdul Rozaq; editor: Raam DMX

 

Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 1 | Bagian 2

[1] QS Al-Anbiyā’ (21):108.

[2] QS (13):32.

[3] QS 21:96; Al-Mu’minūn (23): 100—101.

[4] QS Al-Ahzāb (33):40; Al-A‘rāf (7):69.

[5] QS 2:214.

[6] QS 4:70.

[7] Kanzu’l-‘Umal Juz XI, hadis nomor31929.

[8] QS 3:11.

[9] QS 2:144.

[10] Kanzu’l-`Umal Juz III, hadis nomor 5236.

[11] QS Al-Bayyinah (98): 3—4.

[12] Lukas, 4:8.

[13] QS 5:73.

[14] Imamat, 3:17; 17:12; 10:8; 11:17.

[15] QS 2:174.

[16] QS 5:91.

Tentang Penulis

Abdul Rozaq