Opini

Apakah Ada Sosok Iblis Valak di Kehidupan Nyata?

iblis
Penulis Ammar Ahmad

Ada sosok iblis yang viral diseluruh dunia melalui tayangan film The Conjuring 2 dan The Nun. Iblis ini digambarkan begitu menyeramkan, kuat dan tentunya berbahaya bagi manusia. Anehnya adalah sosok iblis ini ditampilkan sebagai seorang suster Gereja atau biarawati lengkap dengan hijab yang menutupi rambutnya dan tanda salib yang tergantung di dadanya.

Film The Conjuring 2 dianggap berisikan kisah nyata dari sebuah keluarga Hodgson yang mengalami teror menyeramkan pada tahun 1977 di Enfield, Inggris[1]. Hal ini menimbulkan tanya apakah iblis dalam film tersebut pun nyata? Apakah nama sosok iblis ini disebutkan dalam kitab suci khususnya Bibel atau tidak?

Menurut sebuah sumber dari kitab abad ke-17 bertajuk The Lesser Key of Solomon memang ada sosok yang disebut Valak (atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac) seperti dikutip laman Week in Weird, Jumat (17/6/2016). Namun pada lansiran Live Scifi, Rabu (15/6/2016) dituliskan bahwa sosok Valak bahkan terdapat pada tiga buku kuno yakni Dictionnaire Infernal yang ditulis Collin de Plancy (1863), Pseudomonarchia Deamonum karya Johann Wier (1583), dan Book of Goetia karya S. L. MacGregor Mathers (1904).

Dalam buku-buku tersebut diungkapkan Valak merupakan Great President of Hell atau Presiden Agung Neraka. Dikisahkan Valak merupakan salah satu dari 72 panglima iblis yang memiliki pangkat tinggi di dunia iblis. Valak menempati posisi no. 62.

Mengenai tampilan sosok Valak dalam buku-buku ini berbeda dengan yang ada di The Conjuring 2 atau The Nun. Valak dalam buku-buku tersebut digambarkan sebagai seorang anak kecil bersayap yang sering mengendarai naga berkepala dua serta memimpin setidaknya 30 legiun setan (1 legiun sama dengan 5000 sampai 6000 pasukan).

Jadi sebenarnya sosok iblis Valak tidak terdapat di dalam kitab suci manapun. Adapaun buku-buku yang menyebutkan adanya sosok Valak sama sekali bukan kitab suci suatu agama. Sedang isi buku-buku itu adalah fiksi belaka dan tak memiliki dasar yang jelas.

Ada memang beberapa nama iblis yang disebutkan dalam Bibel diantaranya Lucifer dan Beelzebul. Kita lihat Injil Matius 12:21-37! Dikisahkan Yesus dipertemukan dengan seseorang yang kerasukan setan dan beliau berhasil mengusir setan dari orang tersebut. Terhadap kejadian ini orang Farisi (salah satu sekte Yahudi) berkomentar:

“Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia (Yesus) mengusir setan”.

Beelzebub adalah bahasa Yunani yang berasal dari bahasa Aram yang dihubungkan dengan bahasa Ibrani Ba’al Zevuv  yang secara harfiah berarti “majikan dari lalat” (Ba’al adalah ‘Tuan/majikan’ sedang Zevuv adalah ‘Lalat’). Ba’al Zevuv (Ba’al Zebub) adalah tuhannya orang Filistin dulu yang disembah di Ekron (2 Raja-raja 1:2)[2]. Artinya pernyataan orang Farisi pada ayat diatas tidak sepenuhnya benar karena ternyata Beelzebul adalah  berhala bukan setan kecuali kita memaknai berhala sebagai setan juga.

Adapun kata ‘Lucifer’ berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘Pembawa Cahaya’ (dari lux, lucis, ‘cahaya’, dan  ferre, ‘membawa’). Lucifer menurut tafsiran umat Kristen[3] adalah nama penguasa iblis yang dulunya adalah seorang malaikat yang mulia namun ia kelak merasa sombong karena keunggulan yang ia miliki.

Lucifer bahkan ingin merebut takhta Allah dan menyamai-Nya namun ia kemudian diusir dari surga oleh Allah dan jatuh kebumi. Oleh karena itu dalam dunia Kristiani sangat dikenal adanya istilah fallen angel/malaikat jatuh. Umat Kristen bahkan menyatakan bahwa setan adalah malaikat yang jatuh tersebut.

Peter Binsfield, seorang uskup Jerman, mengkategorikan dosa-dosa utama manusia ke dalam tujuh dosa pokok dan Lucifer dianggap mewakili dosa kesombongan. Nama Lucifer banyak disebutkan pada ritual-ritual pengusiran setan (Exorcism) yang dilakukan Gereja. Adapun dasar penafsiran mereka adalah kitab Yesaya 14:12-21 dan kitab Yehezkiel 28:11-18..

Kata ‘Lucifer’ tidak akan kita temui dalam Alkitab Terjemahan Baru versi LAI (Lembaga Alkitab Indonesia). Kata ‘Lucifer’ hanya terdapat pada Bibel berbahasa Latin (Vulgata) dan sebagian Bibel berbahasa Inggris (King James Version, Douay Rheims, Darby). Mari kita lihat nas Alkitabnya yakni Yesaya 14:12:

“quomodo cecidisti de caelo lucifer qui mane oriebaris corruisti in terram qui vulnerabas gentes’. (Alkitab bahasa Latin ‘Vulgata’)

“How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!” (Alkitab King James Version)

Adapun menurut Alkitab terbitan LAI:

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!”.

Dengan demikian Lucifer pun masih diragukan sebagai sosok yang nyata. Kenapa ? kata Lucifer bukan berasal dari Alkitab kuno yang berbahasa Ibrani atau Yunani. Nas-nas Alkitab Ibrani pun (Yesaya dan Yehezkiel) tidak membahas adanya sosok seorang malaikat yang jatuh. Kata Lucifer hanya berasal dari Alkitab yang merupakan terjemahan.

Bahkan Alkitab bahasa Indonesia terbitan LAI pun tidak mencantumkannya. Mengenai ayat dari kitab Yesaya yang menjadi dasar penafsiran mereka pun sebenarnya diperuntukkan bagi raja Babel (Yesaya 14:4) bukan untuk sosok malaikat jatuh. Adapun ayat dari kitab Yehezkiel sebenarnya diperuntukkan bagi raja Tirus (Yehezkiel 28:12). Tafsiran bahwa ayat-ayat itu untuk seorang malaikat pembangkang yang kemudian menjadi Iblis adalah muncul belakangan dan kurang kuat.

Kembali kepada soal ada tidaknya sosok Valak dalam kitab suci atau kehidupan nyata, sutradara film The Conjuring 2, James Wan pun mengakui bahwa sosok Valak adalah ide dadakan untuk dimasukkan kedalam film setelah berdiskusi dengan Lorraine Warren asli (paranormal) yang pengalamannya difilmkan dalam The Conjuring 2.

Dikatakan bahwa Lorraine pernah masuk ke dalam pusaran yang di dalamnya ada sosok berkerudung gelap. Inilah yang menginspirasi James untuk menghadirkan Valak sebagai makhluk halus berpakaian biarawati[4].

Dari pemaparan dan argumen diatas dapatlah diketahui bahwa sosok Valak adalah fiktif belaka. Adapun iblis atau setan yang jelas-jelas disebutkan dalam sebagian versi Bibel pun ternyata masih diragukan kebenaranya. Sehingga beberapa film yang mengakui bahwa dibuat berdasarkan kisah nyata pun masih belum dapat dipastikan kebenaran kisah yang ditayangkannya.

Sumber Gambar: https://www.warqaad.info/xog-ninkii-isku-qarxiyay-saaka-xerada-jeneraal-kaahiye-oo-la-ogaaday-waxa-uu-ahaa/

[1] https://www.liputan6.com/showbiz/read/2530249/ini-fakta-sebenarnya-kasus-enfield-di-the-conjuring-2 diakses pada tanggal 20 September 2018

[2] http://www.sarapanpagi.org/iblis-setan-setan-setan-beelzebul-vt390.html Diakses pada tanggal 20 September 18

[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Lucifer diakses pada tanggal 20 September 2018

[4] https://www.liputan6.com/health/read/2533680/adakah-valak-dalam-kehidupan-nyata diakses pada 19 September 18

Tentang Penulis

Ammar Ahmad