Dalil Muhammad Idris-Funafuti Opini

Asas dakwah global Jamaah Muslim Ahmadiyah: toleransi, ukhuwah, musyawarah, dan dialog

islustrasi dari MKAUSA.org

ilustrasi dari MKAUSA.org

Oleh Muhammad Idris-Funafuti

#Penggalan ketiga (3/5) dari artikel berjudul “DELAPAN azas dakwah global Jamaah Muslim Ahmadiyah”

 

UNTUK azas yang ketiga—toleransi dan ukhuwah (at-tasāmuh wa’l-rabṭah)—Allāh swt. juga berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَ اتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Sesungguhnya, orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allāh supaya kamu mendapat rahmat. (QS XXXIX—Al-Hujurāt:10)

Pendiri Jemaat Ahmadiyah bersabda berkaitan dengan ukhuwah, “Segeralah berdamai antara satu sama lain dan maafkanlah kesalahan saudaramu. Sebab, jahatlah orang yang tidak sudi berdamai dengan saudaranya. Ia akan diputuskan perhubungannya sebab ia menanam benih perpecahan. Tinggalkanlah keinginan hawa nafsumu dalam keadaan apapun dan lenyapkanlah ketegangan antara satu dengan yang lain. Walau pun seandainya kamu ada di pihak yang benar, bersikaplah merendah diri seakan-akan kamu bersalah agar kamu diampuni.” (Bahtera Nuh, hal.20)

Berkenaan dengan toleransi, Ḥaḍrat Khalifatul Masih IV-raḥmatu’l-Lāhi ‘alaih (r.h.) bersabda “Hari penaklukan Makkah adalah hari yang untuk selama-lamanya akan meniadakan tuduhan paksaan dari pihak wujud suci Rasulullah saw.. Kesaksian hari itu merupakan kesaksian yang begitu indah dan gamblang sehingga meskipun telah lewat berabad-abad lamanya. Namun, hari ini pun, telinga para ahli sejarah mendengarkannya dan hati mereka membenarkannya. Kesaksian didengar pula oleh umat Kristen dan diterima oleh umat Hindu. (Penumpahan Darah Atas Nama Agama, halaman 69)”

UNTUK azas yang keempat, yaitu musyawarah dan dialog (asy-syūrā), sesuai dengan firman Allāh swt.:

وَٱلَّذِيْنَ ٱسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا ٱلصَّلٰوةَ وَأَمْرُهُمْ شُورٰى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Dan [bagi) orang-orang yang menerima [mematuhi] seruan Tuhannya dan mendirikan ṣalāt, sedang urusan mereka [diputuskan] dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS XLII—Asy-Syūrā: 38)

Berkenaan dengan azas ini Ḥaḍrat Khalifatul Masih V r.h. bersabda, “Oleh karena itu, di antara Anda, belajarlah untuk menghormati satu sama lain, saling meminta musyawarah, dan menganggap penting musyawarahnya karena itu musyawarah yang baik. Tidak harus demikian bahwa ‘karena saya besar maka musyawarah saya yang baik dan dia ini kecil oleh karena itu musyawahnya tidak bisa baik.’ Walhasil, seyogianya memberikan perhatian kepadanya dan memberikan penilaian itu penting. (Khoṭbah Jumat Ḥaḍrat Khalīfatu’l-Masīḥ V r.h. tanggal 5 Desember 2003)”

_
Penggalan I | Penggalan II | Penggalan IV | Penggalan V

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia