Opini

Berawal Dari Twitter, Berakhir Menjadi Fitnah

fitnah
Penulis M. Sufi

Setidaknya dalam beberapa bulan ke belakang ini, jagat dunia maya cukup riuh oleh beberapa isu.  Dari mulai Habib yang diduga melakukan chatting tidak senonoh lantas pergi hijrah ke Arab dan belum juga kembali untuk memberikan klarifikasinya.  Ada juga kasus Saracen yang sedang dalam proses penyidikan oleh kepolisian. Ada juga isu Kebangkitan PKI.

Namun ada isu yang juga sempat menghangat dalam beberapa hari ke belakang yaitu tweet @ekowBoy yang dinilai bermuatan terhadap @sahal_AS yang merupakan seorang intelektual NU. Ekowboy berkicau soal Sahal yang menggandeng @nongandah istri dari Guntur Romli yang juga seorang intelektual NU.twitter

@ekowBoy: “Mending pamer istri sendiri daripada pamer istri orang, sungguh mulia hati @sahaL_AS rela berbagi tugas dengan @GunRomli”.  https://.com/ekowBoy/status/917014847111389184

Tak pelak ini memicu tanggapan yang cukup serius dari Sahal, pasalnya cuwitan Ekoboy dinilai bermuatan fitnah kepada Sahal.  Sahal tidak saja menjawab fitnah tersebut dengan memposting dirinya dengan istrinya yang memang mirip dengan istri Guntur Romli.

Selang 5 jam sejak kicauan Ekoboy tersebut Sahal mengklarifikasi bahwa yang dia gandeng adalah benar istrinya sendiri dengan memposting foto berdua dengan istrinya yang memang sekilas mirip dengan istri Guntur Romli.

Berikut cuitan Sahal: “Hai @ekowBoy ahli fitnah pengikut Dajjal, Ini foto saya bergandengan dgn istri saya sendiri. Bahkan utk ngarang fitnah pun kamu g*******k.”

Namun ironinya Ekowboy bukan mengklarifikasi temuannya yang dia posting malah menantang untuk melaporkan dirinya ke polisi.  Sontak cuitannya jamak ditanggapi oleh netizen Twitter agar Sahal mengabulkan permintaannya.  Sepertinya itu Sahal akan mengabulkan tantangan Ekowboy.

Dua hari setelah cuitan itu di laman lain, @nongandah istri Guntur Romli juga menanggapai serius akan melaporkan Ekowboy karena telah menjatuhkan dirinya sebagai seorang perempuan yang difitnah. Berikut cuitannya: “Bukan hanya @sahaL_AS yg akan melaporkanmu, saya jg krn kamu udh fitnah & melecehkanku. Liat aja!”

https://twitter.com/nongandah/status/917686841070850048

Walaupun sudah ada UU IT untuk mengatur warga dalam menggunakan medsos dan berinternet sehat agar tidak terlibat dalam memproduksi atau menyebarkan hoax, sepertinya masih ada segelintir masyarakat yang tidak belajar dari kasus penghinaan Presiden dan Buni Yani, kali ini mulai muncul lagi fitnah yang belum tentu kebenarannya sudah menyebarkannya di medsos.  Jika melihat riwayat Ekowboy dia bukan pemain baru untuk twitter.

Tercatat dia sudah tergabung sejak Juni 2010.  Artinya dia cukup aktif dan familiar dengan medsos dan tentunya berita seputar UU IT dan beberapa kasus hoax yang terjerat oleh UU IT.  Hal tersebut dipicu oleh komentar Sahal terhadap pernikahan ke tiga Ust. Arifin Ilham yang dirasakan pamer istri oleh Sahal.

Barang kali itu sudah menjadi konsekuen sosial ketika publik figur jangankan mengunggah kehidupan pribadinya, bahkan ketika diberitakan oleh media itu pun akan menuai berbagai macam komentar.  Namun ternyata ada fihak yang barang kali bersimpati kepada panutannya membela kehormatan panutannya sehingga bereaksi lebih.

Sebatas mengkomentari untuk memberikan jawaban yang logis dan berdasar kebenaran barang kali itu masih bisa dimaklumi, tetapi kemudian yang menjadi masalah adalah ketika reaksi itu berlebih akal sehat sudah tidak menjadi landasan maka yang timbul adalah menyerang pribadi bahkan jika perlu memfitnah.

Jika melihat cuitannya yang Islami akrab dengan bahasa agama, maka barang kali Ekowboy juga sangat mengerti ayat Al Qur’an yang menyebutkan:

wal fitnatu asyaddu minal Qatl-i – dan fitnah itu lebih kejam dari membunuh.

(Al Baqarah : 192)

Jika kemudian ini diproses ternyata terbukti bahwa Ekowboy membuat fitnah maka sangat disayangkan, sepertinya ketersinggungannya menutupi akal sehatnya terlepas kurang teliti, silap atau sengaja dia sebarkan fitnah itu sehingga berdampak kerugian bagi fihak yang difitnah.  Dia benar-benar akan mempertanggung jawabkan cuitannya.

Kejadian ini mirip  dengan sebuah cerita seseorang yang berteman dengan beruang.  Saking dekatnya orang tersebut dengan beruang, satu ketika dia memutuskan untuk membawa beruang tersebut ikut serta tinggal di rumah.  Namun ketika sampai di rumah sang istri sangat ketakutan dan jijik dengan baunya lalu sang istri meminta suami membawa kembali ke hutan.

Dari pernyataan si istri tersebut si beruang mengerti sekali penolakan sang istri.  Karena tersinggung maka si beruang mengambil parang dan meminta kepada sahabatnya untuk memukulkannya ke kepala beruang.  Kontan saja si suami tersebut menolak.  Namun karena dipaksa oleh beruang maka dia pun memukulkannya di kepala si beruang.  Setelah kepala beruang berdarah maka dia pamit pergi dari rumah tersebut.

Satu tahun kemudian si beruang kembali ke rumah itu.  Suami dan istri kaget.  Kata beruang lihatlah apa yang terjadi kepala saya yang dulu luka oleh parang mu sekarang tidak ada bekas.  Kata si suami bagaimana ini bisa terjadi? Beruang menjawab bahwa di hutan banyak sekali tumbuhan yang dapat mengobati luka sampai tidak terlihat bekasnya.  Tetapi luka yang ditimbulkan oleh perkataan istrimu sampai hari ini masih sangat terasa sekali. Sambil berlalu beruang itu pergi.

Berhati-hatilah dalam berucap. Bijaklah dalam bermedsos, jika kambing terlepas bisa dicari dan diikat, jika perkataan sudah terlepas dari lidah atau jempol, akan susah mengendalikan.  Apa yang kita posting dalam medsos selalu akan berdampak.  Bisa saja membuat reaksi positif atau bukan tidak mungkin bereaksi sebaliknya.  Jika kata-katamu sudah melukai itu sulit terobati, jika lidah dan hati tak terkendali anda akan berakhir di jeruji besi.

Sumber Gambar: http://thayyiba.com/2016/12/06/6168/bahagia-jauh-dari-fitnah/

Tentang Penulis

M. Sufi

1 komentar

Tinggalkan komentar