Sejarah

Bung Tomo, Perjuanganmu akan Kami Teruskan!

bung tomo

10 November 1945 merupakan hari besar bagi kita. Baru beberapa bulan saja Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, hari itu Inggris mengeluarkan ultimatum agar Indonesia menyerah kepada pemerintah Inggris. Tentu saja saudara sebangsa kita menolak. Akhirnya pertempuran tidak dapat dibendung. Demi mempertahankan keutuhan NKRI, pertempuran di Surabaya ini memakan ribuan korban jiwa. Karena banyak pejuang dan rakyat sipil yang gugur, maka tanggal 10 November dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Sekarang 71 tahun sudah kita merasakan hasil keringat dan pengorbanan jiwa mereka. Namun, apakah kita bisa bebas bersantai? Tentu tidak! Malah musuh kita bukan orang asing, melainkan saudara kita sendiri. Contohnya orang-orang Indonesia yang memiliki visi untuk mendirikan negara Islam, menerapkan hukum atau syariah Islam di bumi pertiwi ini.  Atau orang-orang Indonesia yang percaya bahwa sistem demokrasi Indonesia adalah sistem gagal, lalu beranggapan bahwa solusinya penegakan sistem Khalifah Islam. Intinya, orang-orang ini ingin meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hai Bung Tomo, apakah engkau berani mati demi orang-orang seperti ini?

Ingatlah, Bung Karno pernah memperingatkan kita:

“Perjuanganku lebih mudah Karena mengusir penjajah; perjuanganmu akan lebih sulit Karena melawan bangsamu sendiri”

Saatnya buka mata, rapatkan barisan, dan tegakan badan melawan pihak-pihak yang berusaha merusak, memecah belah persatuan kita.

Satukan  Langkah Untuk Negeri, Berikan Kontribusimu Untuk NKRI

Wahai Bung Tomo, kami tahu kau ingin kami meneruskan perjuanganmu untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Karena itu saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk berjuang bersama, satukan langkah untuk negeri. Saya optimis, masih banyak organisasi di Indonesia yang setia kepada negara, seperti yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Alih-alih menghina presiden, JAI mengadakan Gerakan Donor Darah Nasional(GDDN). GDDN ini diadakan di 25 wilayah di seluruh Indonesia, serentak pada tanggal 28 Mei 2016 dengan target terkumpul 2.000 labu darah, sementara pusat kontrol dan komando dipusatkan di Bandung, Jawa Barat[1]. JAI mengajak seluruh anggotanya untuk memberikan pengorbanan kepada penduduk Indonesia sebagai bentuk persaudaraan dengan mendonorkan darahnya.

Daripada teriak “bunuh Ahok!”, Pemuda Ahmadiyah mengajak seluruh organisasi pemuda untuk bersatu padu menjaga kerukunan. Pada Minggu (30/10), Lewat Turnamen Futsal Sahabat MKAI 2016, mereka mengundang puluhan organisasi pemuda dan perguruan tinggi untuk menjadi juara dalam turnamen yang dihelat di Paradise Futsal, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (30/10)[2]. Mereka berharap turnamen ini dapat menjadi ajang mempererat hubungan baik pemuda Ahmadiyah dengan seluruh organisasi pemuda maupun UKM di perguruan tinggi.

Alih-alih membakar truk polisi, Asosiasi Mahasiswa Muslim Ahmadiyah (AMSA) turut berpartisipasi dalam menangkal pemahaman radikalisme di kalangan pelajar. AMSA mengadakan Kelas Perdamaian Islami di suatu SMA di Tangerang pada Sabtu, (03/09)[3]. Mereka berusaha meningkatkan toleransi dan persaudaran pelajar muslimin kepada non muslim.

Loyalitas Sejati Kepada Negara

Tidak ada sama sekali satupun terbesit pemikiran dari JAI untuk melakukan gerakan makar terhadap NKRI tercinta ini. Sebaliknya, mereka akan terus berusaha taat dan setia kepada negara.  Karena mereka taat pada pimpinan mereka, Khalifah ke-5, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Pada 30 Mei 2012, Beliau menyampaikan pidato yang berjudul : Loyalitas Sejati Kepada Negara di Markas Besar Militer Jerman. Beliau mengingatkan kita semua:

“Pendeknya, menurut ajaran Islam, Allah SWT telah melarang segala bentuk makar atau pemberontakan kepada negara atau pemerintahan. Karena pemberontakan atau makar merupakan ancaman perdamaian dan keamanan dari negara itu sendiri. Memang, jika ada sedikit saja pemberontakan, niscaya pihak oposisi akan mengambil kesempatan ini untuk memperburuk suasana. Lantas pihak-pihak asing dapat menyusup dan memanfaatkan instabilitas ini.”

Hal ini sudah terbukti pada aksi unjuk rasa tanggal 4 November yang lalu. Aktor-aktor politik (bahkan mantan presiden) dari pihak oposisi Ahok ikut mendukung unjuk rasa ini. Bukan mendamaikan suasana. Lalu siapa pihak asing yang mengancam dari luar? Panglima TNI Jenderal Gatot menjawab terdapat 11 poin ancaman global bagi Indonesia. Dikutip dari viva.co.id, ancaman tersebut adalah:

  1. Ada skenario pihak di luar pendemo pada 4 November, agar petugas keamanan marah dan bertindak di luar kepatutan.
  2. Peak oil theory. Produksi minyak mulai turun tahun 80-an dan pada akhirnya menyebabkan krisis ekonomi. Indonesia yang kaya Sumber Daya Alam akan jadi rebutan dunia di masa depan.
  3. Presiden Soekarno pernah mengingatkan, suatu saat negara-negara di dunia akan iri atas kekayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Australia meningkatkan kekuatan marinir di dekat wilayah Indonesia, Selaru. Di sana, ada Pulau Masela dan Blok Masela.
  5. Konflik Laut China Selatan bisa berdampak bagi keamanan Indonesia.
  6. Negara-negara persemakmuran Inggris, Australia, Singapura, Malaysia, Selandia Baru, seperti juga meningkatkan kekuatan, dengan menggelar latihan militer bersama di sekitar wilayah Indonesia.
  7. Begitu maraknya peredaran narkoba di Indonesia. Bosan mendengarkan laporan Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian menangkap sekian kilo sabu setiap hari.
  8. Indonesia tempat yang palingenjoyuntuk teroris, karena UU berbuat dulu baru bisa ditindak. Basis teroris nanti ada di Jolo, Filipina Selatan.
  9. Ingin masyarakat melihat benar-benar bahwa negara-negara asing akan mengganggu Indonesia terus. Kalau Indonesia maju, negara lain seperti Amerika, Inggris, Australia, Malaysia, Singapura, Filipina, sampai China, akan khawatir.
  10. Aksi-aksi demonstrasi seperti 4 November akan dimanfaatkan. Muncul provokasi-provokasi untuk memicu kericuhan.
  11. Bersyukur, umat Muslim Indonesia menjadi benteng terakhir, Islam yang demokratis, Islamrahmatan lil alamin.

Yang dibutuhkan saat ini oleh bangsa Indonesia adalah loyalitas penduduknya sendiri. Saatnya bangkit dan bertanya, apa kontribusimu untuk Indonesia hari ini? Lanjutkan perjuangan Bung Tomo dan para pejuang lainnya.

Sumber Gambar: http://zed-web.blogspot.co.id/2014/11/kisah-heroik-lucu-pertempuran-10-November-1945.html

Tentang Penulis

Fariz Abdussalam

Tinggalkan komentar