Opini

Cara Halal “Merayakan”  Hari Natal dan Tahun Baru

Natal

Saya setuju jika umat tidak boleh ikut-ikutan merayakan hari dan tahun baru. Karena “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad)”

.

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang mengatakan tidak baik apabila kita mengikuti suatu kaum. Mengapa tidak baik? Karena dalam semalam, umat Muslim dapat memiliki tiga agama sekaligus.

Nasrani yang menggunakan lonceng untuk memanggil jamaahnya ketika beribadah, Yahudi yang menggunakan terompet untuk memanggil jamaahnya ketika beribadah, dan Majusi menggunakan api untuk memanggil jamaahnya ketika beribadah.

Contoh lainnya adalah budaya pacaran yang terjadi di kalangan umat Muslim. Mereka mengikuti budaya pacaran ala kaum barat karena tidak ada pacaran di zaman Rasulullah SAW. Hal inilah yang menjadi inspirasi aksi CELUP, meskipun ironisnya pengagas CELUP pun memiki foto-foto mesra saat berpacaran[1]. Namun, perlu diingat bahwasanya memahami hadis juga harus melihat konteksnya.

Karena ada hadits yang berbunyi:

“Berbedalah kalian dengan Yahudi, karena mereka sholat tidak pakai sandal dan sepatu” (HR Abu Daud).

Kalau kita menelan hadits ini tanpa pertimbangan, maka mulai sekarang kita harus solat menggunakan alas kaki. Padahal konteks hadits ini adalah ketika lantai masjid pada zaman Rasulullah SAW masih berupa tanah.

Kesimpulannya adalah umat Muslim harus bisa berinovasi dalam merayakan hari Natal dan . Carilah cara yang lebih “halal” dalam merayakan hari Natal dan tahun baru. Lebih lagi, segala perbuatan dinilai tergantung dari niatnya.

Jadi, alangkah lebih baik apabila kita merayakan hari Natal dan tahun baru dengan niat

untuk menyenangkan Allah Ta’ala. Ingat, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS Al-Bayyinah: 7). Inilah cara yang paling halal untuk merayakan hari Natal dan tahun baru.

Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah tipe sholat yang nilainya paling tinggi di antara sholat yang tidak wajib. Bahkan Allah sendiri berjanji, “Dan pada sebahagian malam hari sholat

Tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadat tambahan bagimu; Mudah-mudahan Allah mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”.

Inilah janji Allah bagi yang melaksanakan solat tahajjud, mengangkat derajat kita ke tempat yang tinggi. Jika derajat kita lebih tinggi, tentu doa-doa kita juga akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah Taala.

Selain itu, solat tahajjud adalah waktu terbaik bagi umat Muslim untuk berdoa. Setiap doa yang dipanjatkan waktu sholat Tahajjud, Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW bersabda, Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758)[2].

Alangkah baiknya apabila kita merayakan tahun baru dengan bermalam di masjid dan melakukan solat tahajjud. Kita berdoa supaya apapun mimpi kita yang belum tercapai di tahun 2017 dapat terwujud di tahun 2018. Jangan lupa kita harus bersyukur atas segala pencapaian dan nikmat yang diraih di tahun 2017.

Umpamanya kalian takut atau khawatir apabila di masjid tidak ada siapa-siapa, bisa datang ke masjid-masjid Ahmadiyah. Setiap malam tahun baru mereka mengajak siapapun yang ingin bermalam di masjid karena keesokan harinya mereka akan melaksanakan solat Tahajjud berjamaah, dilanjutkan sholat Subuh berjamaah dan membaca Al Quran.

Beramal kepada Non-Muslim

Beramal adalah salah satu hal yang dicintai oleh Allah Ta’ala apabila dilakukan oleh umat Muslim. Dan beramal tidak memiliki batasan hanya boleh dengan umat Muslim. Dalam hal ini, Allah telah berfirman:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al-Mumtahanah: 8).

Contoh nyata yang bisa kita lihat adalah bagaimana para anggota Banser dari NU yang kerap menjaga gereja ketika umat Kristiani sedang melakukan ibadah. Kita harus mengenang dan mencontoh anggota Banser yang bernama Riyanto yang wafat karena melindungi para umat Kristiani dari ledakan bom.

Selain Banser, kita juga bisa mencontohi aksi Jamaah Muslim Ahmadiyah di Inggris Raya yang memberikan layanan taksi gratis kepada orang tua yang ingin pergi untuk merayakan hari natal[3].

Membersihkan Sisa Sampah Perayaan Tahun Baru

Allah suka dengan kebersihan. Ada hadist yang berbunyi “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR Muslim). Kita bisa lihat banyaknya sampah yang dihasilkan akibat perayaan tahun baru setiap tahunnya.

Di Jakarta saja, total sampah hasil dari perayaan tahun baru adalah 225 ton![4]. Karena itu, jika ingin merayakan tahun baru yang halal kita bisa ikut membantu Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia dan Humanity First Indonesia membersihkan sampah. Karena setelah solat tahajud, subuh, dan tilawah berjamaah, mereka bersiap-siap ke tempat-tempat yang biasa menjadi pusat perayaan tahun baru untuk membersihkan sisa-sisa sampah hasil perayaan tahun baru[5]. Kegiatan ini juga akan mengembalikan jati-diri kita sebagai bangsa Indonesia yang suka bergotong-royong mengerjakan kebaikan[6].

Sebagai penutup, daripada kita berpartisipasi dalam aksi CELUP yang kemungkinan besar akan membuat marah Rasulullah SAW karena beliau melarang untuk menyebarkan aib sesama saudara muslim. Atau, daripada ikut merayakan natal dan tahun baru dengan terompet dan haha-hihi , lebih baik kita merayakannya dengan tiga kegiatan di atas.

Jadikan tiga kegiatan ini menjadi sebuah tradisi atau budaya umat Muslim di Indonesia. Mari kita benar-benar wujudkan agama sebagai agama yang memberi rahmat bagi seluruh umat manusia, dimulai dari tiga kegiatan; Tahajud, Beramal, dan Bersih-Bersih.

Sumber:

  1. http://www.tribunnews.com/techno/2017/12/28/viral-kampanye-celup-beredar-klarifikasi-penggagas-ide-itu-hanya-sekadar-tugas-kuliah?page=2
  1. https://rumaysho.com/1756-doa-di-sepertiga-malam-terakhir.html
  2. http://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/muslims-elderly-christmas-lunch-transport-charity-young-volunteers-islam-ahmadiyya-huddersfield-a8130961.html
  1. https://www.facebook.com/humanityfirstid/photos/a.1614936795490533.1073741829.1613052695678943/1919768251674051/?type=3&theater
  1. http://warta-ahmadiyah.org/humanity-first-indonesia-clean-the-city.html
  2. https://tniad.mil.id/2017/02/jadikan-gotong-royong-sebagai-budaya-bangsa/

Sumber Gambar: https://www.timeanddate.com/holidays/netherlands/christmas-eve

Tentang Penulis

Fariz Abdussalam