Indah Maharani Rahmatunnisa Opini

Cara menjaga Anak dari bahaya Narkoba

Ilustrasi anak dari SayapSakinah.com

Ilustrasi anak dari SayapSakinah.com

Oleh Indah Maharani Rahmatunnisa

Bagian terakhir dari dua tulisan

 

PENYELAMATAN generasi penerus harus menjadi prioritas. Khalifah Ḥaḍrat Khalifatul Masih IV Mirza Tahir Ahmad r.h. mengatakan dalam khoṭbah jum‘atnya tanggal 7 Mei 1993 di Masjid Fadhal London, “…Segala bahaya yang mengancam generasi keturunan kita di masa mendatang hendaknya harus mendapat prioritas terpenting, lalu dijadikan topik utama dalam pembahasan bersama, kemudian mencari sarana dan daya penangkal yang ampuh guna mengantisipasi segala gejala bahaya kerusakan moral tersebut. Limpahkanlah perhatian dan pemikiran guna melakukan usaha penanggulangannya, dan buatlah suatu program yang tetap mengenainya, kemudian adakanlah pengaturan secara teratur dan pengawasan selanjutnya secara ketat.”

Pencegahan sejak dini bisa dilakukan melalui penerapan pola hidup dalam . Selain itu pengenalan terhadap jenis-jenis obat berbahaya juga sangat perlu agar anak dapat lebih memahami kerugian dan bahaya akibatnya.

Salah satu obat untuk panyakit parkinson adalah Trihexypenidyl (THP) atau bagi kalangan remaja dikenal sebagai pil kuning. Secara medis obat ini berfungsi untuk mengurangi efek tremor atau rasa gemetar maupun tidak stabil dari indikasi gangguan saraf yang berat yang biasa dialami oleh pasien parkinson. Sehingga, ini akan sangat merugikan bagi pasien parkinson jika akibat penyalahgunaan obat ini dihapuskan atau dilarang.

Dilansir dari DetikHealth.com (29/4/) bahwa Dokter Andri Sp.KJ. dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan pengaruh dari mengonsumsi pil kuning dalam jumlah banyak adalah otak akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan daya pikir alias menjadi lemot. Oleh karena itu, dia menolak pelabelan pada obat ini berdasarkan undang-undang.

Dalam memperbaiki dan atau mencegah bahaya narkoba memang bukan mudah. Baik orangtua maupun anak sama-sama harus berusaha.

Ḥaḍrat Mirza Tahir Ahmad r.h. pun mengatakan, berusahalah untuk memperoleh qurb Ilahi atau kedekatan kepada Tuhan dan dirikanlah serta peliharalah ṣalāt. Jadi, jelas bahwa memperbaiki sesuatu yang menyangkut akhlak manusia bukanlah urusan gampang, sebab sangat memerlukan hikmah dan kebijaksanaan, juga memerlukan ketabahan serta kesabaran yang prima. Apabila dilakukan dengan perencanaan yang penuh hikmah dan kebijaksanaan yang baik dan teratur maka dengan karunia Allāh swt. akan mencapai hasil yang diharapkan.

Besar sekali tanggung jawab yang terbentang di hadapan kita. Pendidikan yang utama yang harus tertanam kepada anak-anak adalah: mendirikan ṣalāt dan mengkaji Al-Qur’ān; menanamkan kecintaan kepada masjid; membiasakan anak-anak untuk membayar infaq-infaq maupun ṣadaqah; memberitahukan pergaulan sosial anak serta menjelaskan bagaimana teman yang baik maupun kurang baik; mendukung anak untuk berkreasi dalam berbagai bidang bermanfaat; menanamkan akhlaq dan karakter positif kepada anak; dan, senantiasa berdoa.

Hendaknya doa terus kita panjatkan dan mohonkan setiap saat. Allāh swt. mengajarkan doa yang sangat indah untuk cemerlangnya generasi penerus kita yang terdapat dalam ˻QS XXV—Al-Furqan: 74˺ sebagai berikut:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوٰجِنَا وَ ذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا .

“Ya, Tuhan kami. Anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

 

Kembali ke penggalan awal

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia