Opini

Cara Nabi Elia as. Turun dari Langit

yesus turun dari langit
Penulis Ammar Ahmad

Selain Nabi Isa/ as, ada satu lagi Nabi Israili yang diyakini naik ke langit yakni Nabi as.( 2 Raja-raja 2:11). Umat Yahudi sangat mempercayai hal ini sehingga selalu menunggunya. as dinubuatkan akan turun dari langit sebagai perintis jalan bagi Mesias (Maleakhi 4:5).

Oleh Karena itu Elia harus datang sebelum Mesias yakni Yesus as. (Lukas 9:20).  Sehingga saat Yesus as berdakwah kepada umat Yahudi sebagai Mesias yang ditunggu-tunggu oleh mereka maka umat Yahudi bertanya mengenai keberadaan Elia yang seharusnya datang terlebih dahulu (Matius 17:10). Masih Mau’ud as juga membahas hal ini dalam buku-bukunya sebagai dalil dari kebenaran beliau yang penulis akan sampaikan pada tulisan ini.

Elia as adalah seorang Nabi dari Tisbe-Gilead (1 Raja-raja 17:1) yang menentang seorang raja Israel bernama Ahab karena ia menyembah Baal (berhala) dan tidak menyembah Allah (1 Raja-raja 18:16-18). Di masa itu, Nabi-nabi telah dibunuh semuanya dengan pedang dan yang selamat hanya Elia as. (1 Raja-raja 19:10).  Nabi setelah Elia as. adalah Elisa as. yang sebelumnya menjadi pelayan dan murid Elia as sendiri (1 Raja-raja 19:16). Berikut ini teks Alkitab yang menyatakan kalau Elia as naik ke surga/langit.

“Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai” (2 Raja-raja 2:11)

Nabi Maleakhi as menubuatkan bahwa nabi Elia akan di utus oleh Tuhan sebelum hari Tuhan yakni saat kedatangan Mesias-Nya. Berikut ini teks Alkitabnya:

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu” (Maleakhi 4:5)

Lihat juga teks Injil Matius 17: 9 – 12 yang menuliskan bahwa para ahli Taurat juga menyatakan kalau Elia harus datang terlebih dahulu sebelum Mesias. Kemudian Yesus as bersabda:

“…Elia sudah datang , tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka…” (Matius 17:12)

Dari pernyataan Yesus as, Elia dinyatakan telah datang. Lalu Apakah Elia as. sudah turun dari langit atau dari surga? Bila sudah turun dari langit kenapa pula umat Yahudi masih menanyakan dimana keberadaan Elia. Seolah-olah mereka tidak tahu kalau Elia sudah datang. Kemungkinan lain adalah Yesus as berbohong karena terbukti umat Yahudi belum menemukan Elia as sama sekali. Jadi Elia mana yang telah Yesus nyatakan bahwa ia sudah datang.

Jawabannya akan kita peroleh dari ayat berikutnya,

“Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa ia (Yesus) berbicara tentang Pembaptis” (Matius 17:13)

Jadi baik Yesus as atau umat beliau saat itu meyakini bahwa Elia as telah turun dalam diri Yohanes Pembaptis yang merupakan seorang Nabi dan anak dari Nabi Zakaria as. (Lukas 1: 13; QS. : 8). Dalam Al-Quran surat : 8 dan Injil Lukas 1:13, Allah sendirilah yang memberi nama kepada beliau (Yohanes).

Yesus as bersabda kembali :

“Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan jika kamu mau menerimanya – ia lah Elia yang akan datang itu” (Matius 11:13-14).

Yesus as juga mengutip ayat tentang nubuatan Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan bagi beliau:

“Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului engkau, ia akan mempersiapkan jalan-mu di hadapan-mu” (Maleakhi 3:1 dalam Matius 11:10)

Bahkan Yohanes as sendiri mengakui dirinya diutus untuk mendahului Yesus:

“Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahuluinya (Yesus)” (Yohanes 3:28)

Dari ayat-ayat ini jelas kita ketahui bahwa Yohanes adalah Elia yang dinubuatkan oleh Nabi Maleakhi. Yesus as sendiri pun mengakuinya. Namun ada pelajaran penting lain yang penulis ingin garis bawahi yakni, Elia tidak turun secara jasmani ke dunia baik dari langit atau dari surga sehingga tidak mungkin beliau naik ke langit secara jasmani juga.

Elia telah turun dari langit dengan hadir dalam diri orang lain yakni Yohanes Pembaptis dan dengan demikian beliau memiliki sifat, kesamaan, semangat dan kuasa Elia as. Ini pelajaran penting bagi umat Islam kelak. Tahukah pembaca yang budiman kalau kisah ini juga dibahas di dalam Al-Quran ?

Elia as dalam Al-Quran adalah Nabi Ilyas as (QS.Al-An’am : 86). Kisah beliau dalam Al-Quran tidak mendetail seperti halnya dalam Bible. Namun Al-Quran menekankan pada hikmah besar dari kisah Elia/Ilyas as. yang Masih Mau’ud as as bahas dalam buku beliau.

Berikut ini ayat Al-Quran yang menyinggung hikmah besar dibalik kisah Elia as:

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum engkau melainkan laki-laki yang telah Kami wahyukan kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang-orang ahli zikir itu, jika kamu tidak mengetahui” (QS.Al-Nahl 16 : 44)

Ahli zikir disini adalah ahli kitab yakni umat Yahudi dan Nasrani. Sebab yang paling mengetahui perihal rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad saw hanya kedua umat ahli kitab itu saja. Maka Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk mempelajari peristiwa-peristiwa rasul-rasul terdahulu dalam kitab Bibel agar hakikat sebenarnya dapat terbuka yang mungkin belum diketahui karena kisah para nabi terdahulu tercatat dengan sangat mendetail dalam Taurat, Injil dan kitab para Nabi yang diyakini oleh kedua umat ahli kitab itu.

Mengenai pengutusan rasul utusan Tuhan, umat Islam tengah menunggu turunnya Isa Al-Masih dari langit, lalu bagaimana caranya beliau turun dari langit kelak ? Hal inilah yang paling patut ditanyakan kepada para ahli kitab. Maka hendaknya kita selaku umat Islam bertanya kepada mereka bagaimana cara turunnya Nabi Allah yang naik kelangit dalam kitab mereka? Karena umat Kristen meyakini kalau Elia yang naik kelangit telah turun dalam diri Yohanes Pembaptis.

Berkenaan dengan ayat luar biasa ini Masih Mau’ud as. menyampaikan :

Jika kalian tidak tahu beberapa perkara yang muncul dibenak kalian maka kembalikan (tanyakan) kepada ahli kitab. Perhatikanlah kejadian-kejadian dalam kitab-kitab mereka sehingga hakikat sebenarnya terbuka bagi kalian…Lihatlah kitab Raja-raja, kitab Nabi Maleakhi dan Injil! Bagaimana Nabi menjelaskan tentang turunnya Elia yang kedua kalinya dari langit” (Izalah Auham, Ruhani Khazain jilid 13 hal.43).

Lalu apa hubungannya kisah Elia as dengan kebenaran pendakwaan Hd. Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Almasih yang dijanjikan? Lebih lanjut beliau menulis:

Apakah orang-orang ini (muslim) menunggu Isa ? Padahal disebabkan hal itu muncul banyak fitnah pada saat menurut pemikiran mereka Isa ada dilangit. Lalu apa yang akan terjadi pada masa ini ketika ia (Isa) akan turun ke bumi? Sebelumnya sebagaimana kaum kita, orang-orang Yahudi juga menuggu Hd.Ilyas/Elia. Akan tetapi pada akhir upaya mereka, tak ada yang tersisa selain kehilangan harapan. Inilah cara berfikir manusia yakni ia memperoleh contoh dari orang lain dan menyelamatkan diri dari keburukan dan kerugian (yang menimpa orang lain itu). Allah Ta’ala berfirman ‘Jika kamu tidak tahu, tanyakanlah kepada ahli kitab!’. Maka orang-orang Islam seharusnya bertanya pada orang-orang Kristen ‘Menurut mereka apakah Ilyas/Elia turun dari langit sebelum Isa as?’ dan tanyakanlah kepada orang-orang Yahudi ‘wahai orang-orang yang menunggu (Elia). Apakah kalian telah mendapatkan barang kalian yang hilang (Elia)?’. Jadi terbuktilah bahwa akidah ini (Isa dan Elia turun dari langit secara fisik) hanya harapan dan pemikiran saja. Tak ada yang akan turun dari langit dan tak ada yang telah turun dari langit…”(Mawahibur Rahman, Ruhani Khazain jilid 19 hal 311-312).

Jadi sunah dari Allah Ta’ala bahwa Nabi yang diyakini naik ke langit tidak diturunkan ke bumi secara jasmani. Melainkan hadir dalam diri orang lain. Sedang Allah Ta’ala tidak akan melakukan sesuatu diluar sunah-Nya. Allah Ta’ala menceritakan banyak kisah kaum-kaum terdahulu sebagai pelajaran bagi umat zaman ini.

Maka kisah Elia as yang di tunggu-tunggu turun dari langit oleh umat Yahudi menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam yang menunggu-nunggu Isa as turun dari langit. Jadi sebagaimana Elia, maka tidak mungkin bagi Isa turun dari langit secara fisik karena sesuai sunah Tuhan ia harus hadir dalam diri orang lain yang Allah utus sebagai Isa yang dijanjikan. Hubungannya dengan kebenaran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah: sesuai wahyu dari Allah Ta’ala, beliau adalah Isa yang dijanjikan.

Masih Ibnu Maryam faot ho cuka he aor us ke rang me ho kar wa’dah ke muwafiq tu aya he. (bahasa Urdu) Artinya: “Masih Ibnu Maryam telah wafat dan sesuai janji-Ku, engkau datang dalam warna (corak/sifat) Isa” (Wahyu Ilahi kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as tertulis dalam Izalah-e-Auham, hal 561-562; Ruhani Khazain, Jilid.3,hal.402)

Beliau memiliki sifat, kesamaan dan semangat Isa as. sebagaimana Yohanes Pembaptis memiliki sifat, kesamaan dan semangat Elia as. Beliau menyatakan bahwa Isa tidak akan turun dari langit secara fisik sebagaimana Elia as juga tidak turun secara fisik ke dunia karena ini sunah Allah. Elia hadir dalam diri Yohanes Pembaptis (Yahya as) demikian juga Isa as  hadir dalam diri Hd. Mirza Ghulam Ahmad as.

Satu hal lagi yang sangat menarik adalah Nabi Isa as dalam Matius 11:13-14 tidak menyebutkan kalau Yohanes/Yahya adalah matsil/permisalan Elia. Beliau menyebut Yahya/Yohanes sebagai Elia itu sendiri. Kata matsil tidak digunakan. Hal ini mengindikasikan kalau Yohanes lebih dari sekedar mirip dengan Elia. Begitu juga Rasulullah saw bersabda:

Akan turun kepada kamu Ibnu Maryam sebagai hakim adil”(Bukhari)[1]

Beliau tidak menyebutkan seseorang yang seperti/matsil Isa lah yang akan datang, bahkan beliau bersabda justru Isa itu sendiri yang akan datang. Maka dari pemaparan diatas dapat lah ditarik kesimpulan bahwa yang akan turun itu sangat sama dengan Isa sehingga kata matsil pun tidak perlu beliau gunakan sebagaimana Yesus pun tidak menggunakannnya untuk Yohanes sebagai indikasi kesamaan yang luar biasa seolah-olah sosok dahulu yang datang sendiri. Hd. Mirza Ghulam Ahmad as besabda:

Maksud dari kedatangan kembali untuk kedua kali itu telah diputuskan dengan Pengadilan Isa as. Disitu Yahya as tidak disebut sebagai Matsil (permisalan) dari Elia, bahkan beliau disebut sebagai Elia. Sekarang, qiyas ini pun mendukungku.” (Ghulam Ahmad, Mirza.2018.Pidato Ludhiana.Ataul Ghalib Yudi Hadiana (Penterjemah).Neratja Press: Bogor. Halaman 73-74)

Dalil ini sangat masuk akal dan dapat diterima. Maka kita hendaknya merenungkan dengan baik-baik seraya memohon petunjuk kepada Allah bahwa apakah benar Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Isa yang dinanti-natikan. Ingat!  Isa as tidak akan turun secara fisik sebagaimana Elia juga demikian. Keselamatanlah atas mereka yang mengikuti petunjuk-Nya.

[1] Penulis  peroleh dari buku Kebenaran Almasih Akhir Zaman cet.ke-2 tahun 2017 karya Maulana Rahmat Ali, H.A.O.T hal.80

Sumber Gambar: http://www.fliptab.io/en/sky_wallpapers/

Tentang Penulis

Ammar Ahmad