Opini

Cinta dan Bakti Ahmadiyah untuk Indonesia

hut ri 73
Penulis Samar Achmad

Tepat pada 17 agustus 2018 genap beusia 73 tahun. Sebuah perjalanan yang tidak bisa di bilang baru untuk negara ini. Setelah berabad-abad dikuasai bangsa asing, Indonesia mendapatkan kembali kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945. Negara yang dihuni oleh ribuan suku, budaya dan beragam agama terus mencoba untuk melesat menjalani proses bermasyarakat dengan rukun dan damai, dan ada beberapa organisasi keagamaan di Indonesia yang terus berusaha memperjuangkaan keutuhan , salah satunya adalah Jamaah MuslimAhmadiyah.

yang masuk ke Indonesia jauh sebelum (1925) tidak luput berjuang dari kolonialisme bangsa asing yang tidak sejalan dengan yang rahmatan lil alamin. Beberapa anggota Ahmadiyah bahkan sangat populer di kalangan masyrakat umum hingga siswa sekolah dasar sebagai pahlawan nasional. Salah satunya adalah pencipta lagu “Indonesia Raya “ yang menjadi lagu kebangsaan Indonesia, beliau adalah “Wage Rudolf Soepratman “.

Dan masih banyak anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah yang tidak kalah patriotiknya ikut dalam pertarungan fisik untuk bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya dukungan secara fisik belaka Ahmadiyah juga memberi dukungan moril kepada para pejuang indonesia yang dukungan itu bahkan langsung dari pimpinan tertinggi Ahmadiyah internasional kala itu yang dimuat dalam berbagai surat kabar, diantaranya “Kedaoelatan Rakjat” edisi Selasa Legi, tanggal 10 Desember 1947 dengan judul: Memperhebat Penerangan Tentang Repoeblik

Betapa besarnya perhatian gerakan Ahmadiyah tentang perdjoeangan kemerdekaan bangsa kita dapat diketahoei dari soerat-soerat kabar harian dan risalah-risalah dalam bahsa Oerdoe djang baroe-baroe ini diterima dari India. Dalam soerat-soerat kabar terseboet, didjoempai banyak sekali berita-berita dan karangan-karangan jang membentangkan sedjarah perdjoeangan kita, soal-soal djang berhoeboengan dengan keadaan ekonomi dan politik negara, biografi pemimpin-pemimpin kita, terdjemahan dari Oendang-Oendang Dasar Negara Repoeblik dll “. “Selain itoe tercantoem djoega beberapa pidato djang pandjang lebar, mengenai “seroean dan andjoeran kepada pemimpin-pemimpin negara Islam, soepaja mereka dengan serentak menyatakan sikapnya masing-masing oentoek mengakoei berdirinya pemerintahan Repoeblik Indonesia. Hal jang mengharoekan ialah soeatoe perintah oemoem dari Mirza Bashiroeddin Mahmoed Ahmad, pemimpin gerakan Ahmadiyah kepada pengikoet-pengikoetnya di seloeroeh doenia jang djoemlahnya 82 djoeta orang soepaya mereka selama boelan September dan Oktober jang baroe laloe ini, tiap-tiap hari Senin dan Kemis berpoeasa dan memohonkan do’a kepada Allah SWT goena menolong bangsa Indonesia dalam perdjoangannya, memberi semangat hidoep oentoek tetap bersatoe padoe dalam cita-citanya, memberi ilham dan pikiran kepada pemimpinnya goena memadjoekan negaranya menempatkan roe’b (ketakoetan) di dalam hati moesoehnya serta tercapainya sekalian tjita-tjita bangsa Indonesia”.

Begitu juga harian Al-Fazl edisi 10 Desember 1946 memuat berita berkenaan pernyataan Imam Jemaat Ahmadiyah:

Djika bangsa Indonesia akan mendapat kemerdekaan 100%, tentoelah hal ini akan berfaedah besar bagi doenia Islam. Oentoek hal itoe ada baiknya djika negara-negara Islam pada masa ini dengan serentak memperdengarkan soearanya oentoek mengakoei kemerdekaan Indonesia serta meminta soepaya negara-negara lain joega mengakoeinya. Selain itoe saya berharap soepaya seloeroeh moeballigh (oetoesan) Ahmadiyah jang kini ada di India dan diloear India yaitoe Palestina, Mesir, Iran, Afrika, Eropa, Kanada, Amerika Selatan dll, mendengoengkan serta menoelis dalam dalam soerat-soerat kabar harian dan madjalah -madjalah jang mereka keloearkan, karangan-karangan jang berhoeboengan dengan perdjoeangan kemerdekaan bangsa Indonesia, khoesoesnya meminta kepada negara-negara Islam oentoek membantoe bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Soal kemerdekaan Indonesia haroes tiap-tiap waktoe didengoeng-dengoengkan, soepaya negara-negara didoenia ini memperhatikan hal itoe. Soedah mendjadi haknya bangsa Indonesia oentoek di masa ini. Bangsa ini adalah bangsa jang madjoe, memiliki peradaban tinggi serta mempoenyai pemimpin-pemimpin jang bidjaksana. Mereka adalah soeatoe bangsa jang besar dan bersatoe. Bangsa Belanda jang djoemlahnya begitoe kecil sekali-sekali tidak berhak oentoek memerintah mereka

Tidak usai di situ saja pasca kemerdekaan jua pun Ahmadiyah terus melakukan pergerakan yang menjurus kepada kemajuan bangsa Indonesia. Terbukti satu tahun yang lalu Ahmadiyah mendapat sebuah penghargaan dari MURI sebagai lembaga keagamaan yang secara berkesinambungan mendonorkan mata ke Bank Mata Indonesia.

Anggota JAI sebagai calon pendonor mata tercatat sebanyak 6.800 orang, sedangkan yang telah menyumbang kornea matanya sebanyak 258 orang dan telah membantu kerusakan kornea mata sebanyak 516 orang. (http://muri.org/komunitas-dengan-anggota-pendonor-kornea-mata-terbanyak-secara-berkesinambungan/).

Tidak hanya itu Ahmadiyah juga secara berkesinambungan melaksanakan donor darah yang di laksanakan di seluruh penjuru nusantara yang terdapat cabang Ahmadiyah. Tidak berhenti di situ Ahmadiyah juga memiliki lembaga kemanusiaan Humanity First yang selalu siaga tanggap bencana apabila terjadi bencana alam terjadi, bahkan lembaga ini adalah lembaga universal yang ada di hampir seluruh negara yang terdapat cabang Ahmadiyah di negara tersebut. Semua itu di lakukan semata mata sebagai bukti kecintaan para ahmadi di seluruh kolong langit ini kepada tanah air meraka masing masing.

Tidak ketinggalan founding father kita Bung Karno tidak luput memberi apresiasi penuh kepada Ahmadiyah di seluruh dunia atas pengabdian penuh kepada tanah air kita yang beliau tumpahkan pernyataannya dalam buku karya beliau.

Di akhir tulisan ini penulis sebagai yang juga merupakan anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah akan selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Tidak luput juga terus mengharapkan perdamaian di dalam keragaman yang telah ada di indonesia bahkan dunia. Amiin.

Sumber Gambar: https://www.radarcirebon.com/hut-ke-73-ri-pemkab-adakan-lomba-kampung-kemerdekaan.html

Tentang Penulis

Samar Achmad