Opini

Damai yang Hakiki

damai

Manusia merupakan makhluk sosial yang butuh berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia lainnya. Tidak mungkin seseorang bisa hidup tanpa kehadiran orang lain di sekitarnya. Semua yang manusia lakukan pasti membutuhkan manusia lain. Intinya, manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa kehadiran manusia lainnya.  Dalam kehidupan bersosialisasi, kita harus memiliki rasa saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain sehingga tercipta kehidupan yang . Dewasa ini, banyak isu-isu intoleransi yang terjadi di Indonesia bahkan dunia. Kasus-kasus intoleransi tersebut bisa terjadi karena tidak adanya rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Andai saja setiap orang di dunia ini mengerti dan mengamalkan slogan Jamaah Ahmadiyah “Love for All Hatred for None” mungkin saja kasus-kasus intoleransi bisa berkurang atau bahkan lenyap sama sekali. Cinta untuk semua tiada kebencian untuk siapapun, artinya bahwa setiap orang mencintai orang lain tanpa syarat. Tidak peduli negara, suku, agama, ataupun perbedaan lainnya yang ada.. Tidak ada rasa benci yang timbul dari dalam diri ketika melihat adanya perbedaan yang muncul. Bahkan, malah menjadikan perbedaan itu menjadi suatu yang indah untuk dinikmati. Dengan adanya perbedaanlah manusia belajar bagaimana umtuk menghargai dan menghormati orang lain. Bayangkan saja jika di dunia ini hanya ada orang Islam, atau orang Kristen saja, maka kehidupan akan terasa sepi, tak berwarna. Seperti pelangi, berbeda namun indah untuk dipandang.

Sikap saling menghargai dan menghormati akan timbul dari dalam diri jika setiap manusia itu mengamalkan/menerapkan sifat Tuhan dalam dirinya. Berusahalah sekuat tenaga untuk dapat menerima perbedaan yang ada dan memaafkan jika ada orang lain yang berbuat salah. Sebab, Tuhan yang Maha Esa saja, masih mau memaafkan kesalahan hamba-Nya, masa kita yang hanya seorang manusia biasa tidak bisa untuk memaafkan kesalahan orang lain? Nah, tadi apasih tujuan dari sikap saling menghargai dan menghormati? Yaitu untuk terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai. Terlebih untuk umat Islam, kehidupan yang damai harusnya dapat tercipta di kalangan umat Islam itu sendiri karena kata ‘Islam’ saja berarti damai, maka apa gunanya memiliki label damai tetapi kenyataannya malah sebaliknya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah An-Nahl ayat 90 yang artinya :

“ Sesungguhnya Allah SWT menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, dan hal yang tidak disenangi, dan memberontak. Dia memberi kamu nasehat supaya kamu mengambil pelajaran.”

Jika setiap umat Islam, atau bahkan setiap manusia di dunia ini mengamalkan apa yang telah diwahyukan oleh Allah SWT dalam kitab suci-Nya, maka tak akan ada lagi perpecahan yang terjadi di dunia ini. Tapi sayangnya, kebanyakan manusia hanya membaca dan tidak mengamalkan ilmu dari apa yang dibacanya. Jadi ya sama saja, ilmu tersebut akan sia-sia bagi dirinya.

Dalam hidup berbangsa, sudah sepatutnya kita menghormati dan menghargai perbedaan. Terlebih di negara kita Indonesia, yang memiliki beragam suku bangsa, bahasa, dan budaya. Sudah barang pasti banyak sekali perbedaan-perbedaan yang ada. “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hiduplah dengan jiwa dan raga yang sehat. Melihat segala hal dengan tidak sebelah mata. Menjadikan perbedaan sebagai suatu wujud keindahan yang diberikan Tuhan kepada hamba-Nya, dan menjadikannya sebagai anugerah yang patut disyukuri.

Sumber Gambar: https://www.tumblr.com/search/quran%20reciting

Tentang Penulis

Zakia Nur Suciati

Tinggalkan komentar