Opini

Dia Tuhan Sekunder Bagi Manusia

tuhan sekunder

Dewasa ini, orang-orang di dunia secara umum kebanyakan mereka memanjakan diri dalam materialisme, dari hari ke hari seolah-olah ada perlombaan yang begitu sengit untuk meraih dan mengejar sarana-sarana duniawi demi untuk mendapatkan posisi teratas sebagai yang paling berkuasa bahkan untuk memenuhi semua itu tak jarang kebanyakan manusia berlaku menyimpang dengan jalan jalan yang tidak benar yaitu dengan cara mencuri, merampok, korupsi bakan sampai melakukan perampasan yang bukan menjadi hak nya bahkan diperparah lagi dengan anggapan bahwa dengan menipu, itu menjadi suatu keharusan demi mulusnya tujuan yang di kehendaki. Semua hal inilah yang mengakibatkan timbulnya gejolak dan kekacauan di dunia hal inilah yang di isyarahkan Al-Qur’an.

 “ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia  ..” ( Qs Ar-Rum : 41 )

Kekacauan dan  kerusakan  dunia yang tengah dirasakan sekarang adalah buah dari sifat tamak dan rakus sebagian manusia. Kecintaan yang lebih kepada dunia membuat manusia tak mengenal rasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya.hal ini mengantarkan manusia menjadi makhluk dengan sifat lebih buas dan lebih ditakuti dari seekor harimau liar padahal manusia dibekali potensi istimewa dari makhluk lainnya ketika  manusia dibekali suatu potensi akal yang dengan potensi itu manusia bisa menjadi manifestasi sempurna dari keagungan dan eksistensi Tuhannya.

Sudah menjadi bukti nyata ketika potensi akal yang dimiliki manusia digunakan sesuai dengan tempat dan keadaaan, itulah yang disebut akhlak potensi inilah yang diperlihatkan secara sempurna  oleh pribadi Rasulullah saw sebagai  wujud manifestasi dari keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala namun karena kecintaan kepada dunia yang telah mendarah daging di dalam diri sebagian manusia dan potensi akal yang telah dibekali tidak digunakan sesuai tempat dan keadaan hal inilah yang melahirkan kekacauan dan kehancuran kepada dunia peperangan, pembantaian perampasan hak semua terlahir karena semua itu.

Kini dunia diliputi oleh kegelapan. Agama yang dijadikan sebagai kekuatan lahirnya akhlak telah lenyap dan jatuh kini hanya menjadi semata mata tata  cara dan upacara adat belaka ada apa dengan manusia sekarang ini ? Terjadinya kerusakan dan kehancuran di darat dan lautan jelas-jelas bukanlah ulah makhluk-makhluk lain melainkan semua itu adalah ulah tangan manusia sendiri yang didorong oleh kecintaan dunia yang lebih besar dan menjadikan  Tuhan sebagai sekunder di dalam kehidupanya. Kecintaan kepada dunia telah membuat sebagian manusia lupa akan tujuan hidup yang telah digariskan dan di abadikan dalam firman Allah ta’ala

 “ dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” ( Qs Adz-dzariyzat :56).

Agama yang merupakan kontrol paling besar dari akhlak seorang manusia kini hanya menjadi status dan tatacara adat belaka. Sebagian manusia kini menjadikan dunia sebagai Tuhannya dan menjadikan Tuhannya hanya sebagai nama yang tidak mengandung makna apa-apa. Naudzubillah. Bahkan, tak jarang kini sebagian orang beranggapan agama adalah kesia-siaan dan  mengingkari keberadaan Tuhan adalah sebuah kemajuan peradaban. Begitulah tatkala dunia menjadi Tuhan didalam hati dan menjadikan Tuhan hakiki terbuang layak sesuatu yang tak pernah ada padahal seandainya sedikit saja direnungkan dengan hati yang bersih dan suci bagaimana kecintaan Tuhan kepada hambanya  melebihi kecintaan seorang ibu kepada anaknya tak ada satupun doa yang tidak Dia kabulkan sebagaimana janjinya yang terang ditulis dalam Al-Quran

 “Berdoalah kepada-Ku ; Aku akan mengabulkan bagi kamu. ( Qs Al-Mu’min :61 )

Begitu besarnya kasih sayang Tuhan kepada hambanya tergambar tatkala seorang anak ikut berperang di medan pertempuran yang dahsyat bagaimana mulut maut berada di mana-mana. Namun, bagaimana  ibu si anak tadi lari ke tengah medan pertempuran mencari anaknya tanpa sedikitpun gemetar dan takut akan kematian menimpanya rasa khawatir yang teramat sangat kepada si anak membuatnya lupa akan kondisi kematian yang kapan saja bisa menghampirinya dan tatkala ia bertemu dengan anak yang dicarinya dipeluknya anak itu dengan begitu hangat seperti itulah bahkan kecintaan Tuhan kepada hambanya lebih besar lagi dari itu.

Jalan menuju Allah Ta’ala kini sunyi senyap, kegelapan kecintaan kepada dunia kini begitu pekat kesibukan mencari dunia membuat sebagian orang lupa akan tujuan hidupnya bahkan lebih parah lagi mereka lupa akan siapa Tuhannya sarana sarana duniawi yang Tuhan ciptakan kini mereka jadikan sebagai Tuhannya dan mereka melupakan tuhan yang hakiki. Tuhan yang tidak pernah  mati Tuhan yang dari dulu hingga saat ini  selalu berbicara dengan hamba hamba pilihannya  dan senantiasa mengutus hamba hamba pilihannya sebagai bukti dari eksistensi keberadaan-Nya. Sangatlah rugi sebagian orang yang mematerai hatinya dengan keras dan beranggapan bahwa Tuhan kini tidak bercakap-cakap lagi dengan hamba-hamba-Nya bahkan menganggap sudah tidak ada lagi eksistensi-Nya. Naudzubillah.

Bahkan, anggapan seperti ini lah yang mengakibatkan sebagian manusia berani melakukan perbuatan dosa tidak adanya rasa takut akan keberadaan Tuhan dan tidak adanya kecintaan kepada-Nya membuat manusia beranggapan bahwa dunia adalah segalanya, dunia adalah jalan terakhir dari kehidupannya seandainya mereka mengetahui bagaimana Al-Quran menggambarkan betapa indahnya kehidupan yang hakiki yakni:

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami Allah,” kemudian mereka istiqamah, turun kepada mereka istiqamah, turun kepada mereka malaikat-malaikat, “Janganlah kamu takut, dan jangan pula bersedih; dan berilah khabar suka tentang surga yang telah di janjikan kepadamu “ (QS As-Sajdah : 31)

Berbahagialah mereka yang berpegang teguh kepada Tuhannya dan sedikitpun tidak berpaling kepada Tuhan Tuhan lainnya. Dan bagaimana Allah Ta’ala melukiskan indahnya orang orang ini dalam firman Nya

“ Dan berilah kabar suka kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sesungguhnya  untuk mereka ada kebun-kebun yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberikan kepada mereka buah-buahan dari kebun itu sebagai rezeki, berkata mereka, “Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu,” dan akan diberikan kepada mereka yang serupa. Dan, bagi mereka  di dalamnya ada   jodoh-jodoh yang suci  dan mereka kekal di dalamnya’’. (Qs Al-Baqarah : 25)

Orang orang kini telah terlelap dalam nina bobo indahnya dunia sehingga membuatnya nyenyak tertidur dengan kesunyiannya bahkan ibadah-ibadah yang dilakukan kini hanya kulitnya saja yang tidak memberi faedah apa apa akan diri dan kehidupannya. Ibadah yang hanya didasari sebagai tata cara dan ritual keagamaan saja tanpa memberikan faedah terhadap orang  yang mengerjakannya.

Sekiranya dengan memohon dan meminta karunia dari sang kekasih hakiki, niscaya ibadah yang dikerjakannya akan menimbulkan revolusi akhlak yang luar biasa. Namun hati orang-orang yang telah tertutup dengan kecintaan yang kuat terhadap dunia akan membuatnya mahrum dari nur Tuhannya, sedikitpun orang-orang ini tidak akan menghiraukan agama dan Allah Ta’ala kepada orang-orang seperti inilah nur rohani Allah ta’ala akan terhalang masuk kedalam qalbunya.

Padahal seandainya orang-orang ini menyadari bahwa kesenangan yang tertinggi adalah bersama Allah Ta’ala adalah Khazanah kekayaan yang layak dicari meski harus menyerahkan nyawa untuk memperolehnya, Dia merupakan sumber mata air kehidupan yang akan menyelamatkan setiap manusia. Dialah nur di langit dan di bumi, Dialah pemilik dari segala kekayaan untuk apa lah men-Tuhankan Dunia sekiranya Rasulullah saw saja bersabda:

Tidak ada untukku dan untuk dunia ini, sesungguhnya permisalan aku dan dunia itu hanyalah seperti orang yang berkendaraan menempuh perjalanan, lalu ia bernaung di bawah pohon pada hari yang panas, lalu ia beristirahat sejenak, kemudian meninggalkan pohon itu” (HR Ahmad).

Rasulullah saw sosok agung yang merupakan manifestasi dari keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala sendiri menggambarkan dunia seperti itu lalu bagaimana orang beranggapan bahwa dunia adalah tujuan akhir dari kehidupannya. Dunia ini memang indah, dunia ini tidak lebih dari permainan siapakah yang dapat menyangka bahwa permainan itu selalu menyenangkan. Siapa pula yang dapat membantah bahwa permainan acapkali meninabobokan meskipun orang-orang menyadari semua itu hanya kepalsuan? Padahal jelas sekali Al-Qur’an menyatakan bahwa dunia adalah sebagai ujian

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya”. (Qs Al-kahfi : 7)

Ujian yang seharusnya mengantarkan manusia kepada kedekatan dengan Allah Ta’ala, justru  membuat jurang yang lebar dengan Allah taala bahkan malah menjadikan Dunia sebagai Tuhan primer dan menjadikan Tuhan hakiki sebagai Tuhan skunder didalam kehidupannya. Tidaklah keliru mencari dunia akan tetapi janganlah menjadikan dunia sebagai tujuan bahkan menjadikan dunia sebagai Tuhannya. Namun, jadikanlah dunia sebagai sarana untuk bisa mendekatkan diri dengan sang kekasih hakiki dan janganlah menjadi budak budak dunia namun manfaatkanlah dunia sebagai jembatan penghubung perjumpaan dengan Allah Ta’ala.

Ketika seseorang  telah begitu dekat dengan Tuhannya maka dunia akan berada dalam genggamannya. Kemiskinan yang karenanya Allah ridho jauh lebih baik dari kekayaan yang karenanya membuat kita lupa bahkan hanya akan membuat Allah murka.

Berbahagialah orang orang yang berdiri dalam keterasingan dunia namun dekat dengan Tuhannya. Berbahagialah orang orang yang senantiasa kokoh di dalam kecintaan kepada Tuhannya dan merugilah orang orang yang beranggapan bahwa Tuhannya kini telah tiada dan menjadikan Dunia sebagai Tuhan Primernya .

Ketahuilah dengan seyakin-yakinnya dan kenaliah Tuhan-mu. Dialah yang dari awal hingga saat ini tetap hidup, Dia adalah Tuhan dari semua bangsa semua tempat dan semua neger.i Dialah sumber mata air dari segala rahmat Tuhan yang menghidupkan dan mematikan setiap makhluk. Dialah Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Tuhan yang tidak pernah pergi kendati semua orang di dunia meninggalkan-Nya dan Dialah Tuhan yang senantiasa ada di dalam setiap keadaan Dia yang dengan sifat Rahim-Nya  menampakkan eksistensinya dengan selalu bercakap-cakap dan mengutus hamba-hamba pilihan-Nya,Tuhan yang tidak pernah mati Tuhan yang selalu hidup dan akan selalu hidup.

Sumber Gamabr: https://www.pinterest.com/pin/576179346053846294/

Tentang Penulis

Ahmad Nur Qomar

Tinggalkan komentar