Opini

Falsafah Pengabulan Doa

doa

Saat asa tak sesuai dengan realita,

Kuasa – Nya sedang bekerja..

Ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan, hasilnya adalah sebuah kekecewaan. Terlebih lagi ketika harapan tersebut sudah diiringi dengan usaha dan sedemikian rupa, namun pada akhirnya kenyataan tetap tak sesuai juga, terpukul teramat sangat dirasa paling tepat menggambarkan suasana yang ada. Itulah manusia, hal yang sangat lumrah terjadi pada kehidupannya. Namun, jika diselami lebih dalam, terdapat falsafah yang lebih tinggi dari hanya sekejar kecewa dan pukulan berat atas realita yang tak sesuai dengan asa. Yaitu falsafah pengabulan doa.

Pengabulan doa tak hanya sekedar apa yang manusia harapkan. Namun lebih tepatnya adalah apa yang manusia butuhkan. Allah SWT dengan sifat – NYA yang Maha Mengetahui, lebih tahu apa yang terbaik untuk umat – NYA. Ketika harapan besar yang ingin diraih dengan diiringi doa dan usaha tanpa henti, namun Allah tetap tidak mengabulkannya disitulah letak falsafah pengabulan doa. Mungkin di atas sana Allah Taala tersenyum dan bergumam “Itu tak baik untuk mu” atau “Itu belum waktunya untukmu” karena yang terbaik dan di waktu yang paling tepat untuk manusia hanya Dia-lah yang Maha Tahu.

Mari beranalogi sejenak, anak kecil yang belum mengerti apa – apa meminta korek api pada ibunya. Lalu tentunya ibu tersebut tak akan membiarkan anak kesayangannya untuk bermain korek api. Bahkan si ibu menyembunyikan korek api tersebut. Si anak tentunya tetap menangis bahkan meronta – ronta meminta korek api tersebut, tanpa mau mendengar dan tanpa peduli apa yang dikatakan ibunya.

Layaknya seorang ibu yang melindungi anaknya dari bahaya dengan tidak mengikuti kemauan anak kesayangannya. Kuasa Allah pun bekerja dengan tidak mengabulkan doa hamba – Nya karna bukan yang terbaik untuk hamba-Nya karena di atas sana, Dia-lah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba – Nya.

Selaras dengan surah Al – Baqarah ayat 216 yang artinya,

“… dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu, dan Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

Jadi, ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan, cukuplah berpasrah pada – Nya. Prasangka yang baik pada Allah Taala sangat dibutuhkan. Sejatinya penolakan doa Allah Taala merupakan asas dari pengabulan doa yang sesungguhnya. Yakinlah, Segala doa dan usaha yang sudah dilakukan sedemikian rupa, tak mungkin Allah nilai dengan semena – mena. Allah hanya ingin menjadikan umat – Nya menjadi sosok pribadi yang lebih besar. Yang mengerti apa arti sebuah falsafah pengabulan doa & kesabaran. Allah lebih menyayangi umat – Nya yang berjiwa besar, yang dapat menerima kenyataan walau tak sesuai dengan harapan karena Allah tak menginginkan umat – Nya berubah menjadi congkak dan besar kepala setelah mendapati apa yang diharapkannya.

Itulah falsafah pengabulan doa yang sejatinya dapat mendekatkan diri pada Allah Taala. Manusia dengan usaha kerja kerasnya serta diiringi pujian dan doa pada – Nya, berkenaan dengan hasil akhirnya akan tetap berpasrah dan bertawakal pada kuasa – Nya. Karna didalam hati manusia sudah tertanam cukuplah Allah baginya, Allah yang Maha mengetahui apa yang terbaik untuk hamba – Nya. Karna Sesuatu yang terbaik pastilah akan indah pada waktunya.

Sumber gambar : http://menatahidup.com/doa-yang-paling-utama/

 

Tentang Penulis

Mutia Siddiqa Muhsin

Tinggalkan komentar