Opini Peristiwa

Timur Tengah: Foto Bocah Suriah didalam Ambulan Mengundang Simpati Dunia

Foto Bocah Suriah di dalam Ambulan Mengundang Simpati Dunia | Foto Omran yang menjadi viral di media sosial tersebut lantas mengingatkan kita pada seorang Aylan Kurdi, bocah asal Suriah lainnya...
Penulis Adi Nasir

OMRAN namanya. Wajahnya tegang, tatapan mata menerawang menghiasi raut muka bocah umur lima tahun itu yang terluka di kepalanya. Ia sedang duduk di dalam ambulans setelah seorang relawan berhasil menyelamatkannya dari area konflik Aleppo, Kamis (18/8/2016), pasca serangan udara menghajar kota itu dalam konflik perang saudara yang tak kunjung berkesudahan di Suriah. Meski ada yang selamat, tiga orang lainnya tewas dan setidaknya delapan orang yang terdiri dari wanita dan terluka akibat serangan udara yang terjadi saat itu.

Foto Omran yang menjadi viral di media sosial tersebut lantas mengingatkan kita pada seorang Aylan Kurdi, bocah asal Suriah lainnya yang jasadnya di sebuah pantai di Turki karena tenggelam, saat dia dan keluarganya berusaha menyeberangi Laut Mediterania dengan harapan menemukan kehidupan baru di . Sebuah gambaran dari getirnya perjuangan sekitar 10 ribu Suriah yang nekat menempuh perjalanan dari tanah airnya yang tengah dilanda perang ke Eropa demi mencari harapan baru di tanah Eropa.

Selain gambaran di atas, pula terjadi dan masih berlangsung pemaksaan kehendak yang mengatasnamakan agama yang diusung ISIS, untuk kepentingannya sendiri. Penyiksaan dan eksekusi mati terhadap warga sipil yang tidak seiman, tindakan perkosaan kerap dilakukan oknum ISIS—sekali lagi—atas nama agama, menebar teror pada mereka yang lemah agar tunduk padanya. Sungguh jauh dari nalar—na‘ūdzu bilLāh

Belum lama ini, ribuan muslim dari seluruh dunia berkumpul di untuk sebuah konvensi (pertemuan tahunan) di area pertanian Oakland di Hadeeqatul Mahdi Alton, Hampshire. Mereka menyatakan penolakan pada dan kelompok-kelompok teror seperti Irak-dan-Suriah (ISIS). Pada hari terakhir konvensi tersebut, Jamaah Muslim Internasional yang dipimpin oleh Ḥaḍrat menyatakan bahwa terorisme benar-benar melanggar (sangat bertentangan) dengan ajaran Alquran dan Sunah Nabi Muhammad saw.. Sebanyak tigapuluh ribu orang dari sembilanpuluh negara berkumpul di Oakland menyerukan penentangan mereka pada ekstremisme dan kelompok radikal seperti ISIS.

Dalam konvensi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, selain menyampaikan seruan untuk perdamaian dan janji setia kepada tanah airnya, Ḥaḍrat Mirza Masroor Ahmad juga mengatakan bahwa satu-satunya hal yang dicapai oleh para teroris tersebut adalah mencapai pelanggaran sepenuhnya dari ajaran Alquran dan Sunah .

Jamaah Muslim Ahmadiyah didirikan di India pada tahun 1889 dan menekankan pada perdamaian dan toleransi antar umat beragama.

Amir Jamaah Muslim Ahmadiyah Inggris Raya, Rafiq Hayat, “Lebih dari tigapuluh ribu orang dari sembilanpuluh negara berkumpul dalam acara konvensi ini dalam semangat persaudaraan, dan bersyukur atas keamanan dan kebebasan yang mereka dapatkan di Inggris.

“Banyak diantaranya yang meninggalkan tanah air karena dianiaya atas apa yang mereka yakini, dan bersama-sama mereka bersumpah untuk mengikuti ajaran Islam yang sebenarnya—ajaran perdamaian—dan menghadapi/menyatakan menolak segala bentuk ekstremisme dan intoleransi.

“Kami sangat bersyukur bahwa di Inggris, jemaah kami diizinkan untuk berkembang dan memberikan sumbangsihnya untuk kehidupan di Inggris selama lebih dari seratus tahun. Kami bangga menjadi warga Jamaah Muslim Ahmadiyah Inggris.”

Motto pergerakan ini adalah Love for All, Hatred for None—Cinta kasih untuk Semua, Tiada Kebencian pada Siapapun.

Hmm…betapa mahalnya sebuah kata “Damai” di dunia kita kini.

Demikian mudahnya mereka (baca: ekstremis-teroris–Pen.) menafikan keberadaan orang lain demi kepentingannya sendiri. Bahkan dengan menghilangkan nyawa mereka yang tak berdosa.

Saya yakin, bukan ini hasil yang diharapkan Yang Mulia Baginda Muhammad–Rasulullah saw. dari ajaran Allāh Ta‘ālā yang beliau sampaikan dahulu kala.

Ya Allāh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, jadikan suara-suara kecil penyeru perdamaian ini bergaung ke seantero dunia dan merasuk kalbu umat demi kecintaan padaMu. Āmīn.

_
Sumber-sumber: Detik; SindoNews; The Sun; Independent.

Tentang Penulis

Adi Nasir

Tinggalkan komentar