Opini

Gelar Ruddar Gopal untuk Almasih yang Dijanjikan

ahmadiyah
Penulis Ammar Ahmad

Tahukah pembaca yang budiman julukan yang biasa disematkan pada utusan Tuhan? Kita tidak membahas julukan mereka sebelum diutus melainkan julukan mereka karena telah diutus Tuhan.

Maka tak heran bila yang dijanjikan diberi gelar ini sebagai isyarah bahwa beliau memang utusan Tuhan juga. Gelar ini adalah Ruddar Gopal dan kita akan membahasnya secara ringan pada tulisan ini.

Gelar ini sangat terkait dengan teologi agama Hindu tentang avatar mereka, Krishna. Namun penulis akan coba buktikan kalau gelar serupa juga diberikan pada utusan Tuhan yang lainnya hanya memang dengan bahasa yang berbeda namun memiliki makna yang persis sama.

Avatar Krishna bersabda kepada Arjuna bahwa beliau akan diutus kembali oleh Tuhan,

Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge.

(Bhagavad-gītā, 4. 7-8)

Artinya:

Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela, pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia, wahai keturunan Bharata (Arjuna). Untuk menyelamatkan orang-orang saleh dan membinasakan orang jahat dan menegakkan kembali kebenaran,

Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.

Krishna Ji menubuwatkan tentang seseorang yang akan diutus di zaman akhir. Ia akan memiliki sifat, semangat dan kuasa yang sama dengan Krishna dahulu. Dalam buku Tuhfah Golarwiyah halaman 130, (catatan kaki) yang terdapat dalam Ruhani Khazain volume 17 halaman 317-318 (catatan kaki) Hazrat Masih Mau’ud as menulis:

“Suatu kali dalam kasyaf aku melihat seorang yang mengerti benar tentang bahasa Sanskerta dan yang sangat mempercayai Krishna. Ia berdiri di depanku dan mengucapkan kepadaku kalimat”:

He Ruddar Gopal, teri astat Gita me likhi he

‘Wahai Ruddar Gopal, pujian tentang kamu tertulis dalam Gita’

Aku memahami bahwa seluruh dunia, baik Hindu, atau Kristen, sedang menunggu kedatangan Ruddar Gopal, tetapi dijelaskan dengan nama dan bahasa yang berbeda dan semuanya setuju, waktu ini adalah saat kedatangannya. Padanya dimiliki dua sifat: Pembunuh Babi dan Penjaga Sapi. Aku (memiliki kedua sifat itu). Di antara kaum Hindu telah diberitahukan sejak masa purba, bahwa tokoh dari nubuwatan ini akan muncul di Aryavart yakni negeri India. Nubuwatan itu juga mengemukakan nama tempat tinggal dan kebiasaannya, tapi semuanya secara kiasan yang perlu ditafsirkan.”

Dalam buku dan halaman yang sama namun pada sub catatan kaki, beliau lebih lanjut menulis:

“Tuhan Maha Besar telah membukakan kepadaku berulang-ulang dalam kasyaf, bahwa seorang bernama Krishna yang muncul di tengah kaum Arya adalah seorang pilihan Tuhan dan seorang Nabi pada masa itu. Ungkapan Avatar yang digunakan di kalangan Hindu, hakikatnya sama dengan pengertian Nabi. Ada nubuwatan dalam naskah kuno Hindu, bahwa dihari kemudian akan muncul seorang Avatar yang mempunyai sifat Krishna dan akan menjadi pantulannya. Kepadaku telah diberitahukan bahwa akulah orangnya. Krishna mempunyai dua sifat; pertama ia adalah Ruddar yaitu pembunuh binatang buas dan babi (sifat yang jahat); Kedua adalah Gopal maksudnya adalah pemberi makan sapi, dengan kata lain ia membantu kebaikan melalui kekuatan spiritualnya. Kedua sifat ini adalah sifat Masih yang dijanjikan serta Tuhan memberikan kedua sifat itu kepadaku.”

Dari pemaparan beliau kita dapat mengetahui bahwa Allah Ta’ala menganugerahkan gelar Ruddar Gopal kepada beliau sebagaimana juga kepada Krishna dahulu. Sedangkan Hazrat Masih Mau’ud as telah diberi wahyu bahwa beliaulah juga Krishna yang ditunggu-tunggu itu. Artinya gelar ini dan kenyataan bahwa beliau adalah Krishna yang ditunggu itu bukanlah atas kemauan beliau sendiri melainkan Allah lah yang memberikannya.

Makna Ruddar adalah pembunuh binatang buas dan babi yakni berupa sifat-sifat jahat manusia. saw pun menubuwatkan salah satu tugas dari Almasih akhir zaman kelak adalah membunuh babi (Musnad Ahmad, jld. II,hlm.156).

Sedangkan Gopal adalah Penjaga atau Gembala sapi yakni pemelihara orang-orang baik gembalaannya dengan memberi makanan samawi. Adapun Gita (Bhagavad Gita) adalah kitab suci yang dibawa oleh Krishna untuk kaum Arya berisi sabda-sabda Krisna untuk Arjuna. Ketauhidan Ilahi pun sangat memancar dalam kitab tersebut.

Kemudian beliau lebih lanjut menjelaskan:

“Aku adalah Krishna yang kedatangannya sampai saat ini ditunggu-tunggu kaum Arya. Aku tidak membuat pengakuan ini atas dasar kemauan sendiri, melainkan Tuhan Yang Maha Kuasa memberi tahu aku melalui wahyu”:

Jo Krishan akhiri zamane me zahir hone wala tha who tu hi he. Aaryong ka badsyah

‘Krishna yang akan datang pada zaman akhir adalah kamu sendiri. Raja orang-orang Arya.’ (Tatimma Haqiqatul Wahi, hal. 85; Ruhani Khazain volume 22 hal. 521-522).

Hazrat Masih Mau’ud as pun bersabda bahwa beliau pernah melihat Krishna dalam sebuah mimpi:

“Suatu kali aku melihat Krishna Ji (dalam mimpi).  Ia berkulit berwarna gelap, hidungnya bagus dan berdahi menarik. Ia berdiri dan menempelkan hidung dan keningnya pada keningku” (Al-Badr, volume 12,no.17, 16 Maret 1908 hal.7).

Sebagaimana kita ketahui bahwa umat Hindu tengah menunggu kedatangan seorang Avatar bernama Avatar Kalki yang merupakan avatar kesepuluh. Avatar Kalki inilah yang memiliki sifat-sifat avatar Krishna yakni Ruddar Gopal (Ruhani Khazain volume 17 halaman 317-318 (catatan kaki)).

Dalam tradisi Hindu diyakini ada 10 Avatar (Dasa Avatara) yang paling dikenal. Sedangkan 10 avatar ini sendiri diyakini sebagai penjelmaan Dewa Wisnu di dunia.

Krishna adalah avatar ke-8 sedangkan Sidharta Gautama yang merupakan pendiri agama Buddha adalah Avatar ke-9 adapun Rama Candra adalah avatar ke-7[1]. Wujud-wujud tersebut adalah Nabi untuk wilayah Bharat (anak benua India). Kisah-kisah para avatar tersebut tercatat dalam kitab Purana.

Avatar Krishna biasanya digambarkan sebagai sosok gembala muda (hewan gembalaannya adalah sapi) yang pandai memainkan seruling. Dalam tradisi Gaudiya Waisnawa, Krishna dipuja sebagai sumber dari segala avatar.

Krishna dikenal sebagai sosok paling berhasil dalam menjalankan misinya sebagai jelmaan (utusan) Tuhan dalam tradisi Hindu menurut Waisnawa. Bahkan julukan Krishna juga adalah Achala yang artinya “Yang tiada duanya”.

Hal serupa juga disampaikan oleh Hazrat Masih Mau’ud as:

“Raja Krishna yaitu manusia sempurna yang tidak ditemukan dalam wujud Rishi dan Avatar (lainnya) dalam Hindu. Ia adalah Avatar yaitu Nabi pada masanya serta Ruh Kudus telah diturunkan Tuhan kepadanya” (Pidato Sialkot hal. 33-34; Ruhani Khazain vol. 20 hal. 228-229).

Mengenai kata Gopal atau “gembala”, Kamus Besar Bahasa Indonesia menyampaikan artinya yakni:

1.Penjaga atau pemiara binatang (ternak);

2 Penjaga keselamatan orang banyak.

Sehingga gembala dalam konteks ini bukan hanya penjaga binatang ternak saja. Gembalaan dalam hal ini bisa berupa manusia yang mengikuti ajaran gembalanya.

Apakah “gembala” hanya dipakai dalam teologi Hindu? Ternyata tidak. Bahkan gelar ini disematkan pada para Nabi yang lainnya. Sebagaimana kita ketahui, kata gembala (gopal) ini juga sangat suka dipakai oleh saudara-saudara kita, umat Kristen. Gembala dalam Imamat Katolik adalah Pastor. Kata Pastor berasal dari bahasa Latin yang artinya juga gembala. Dalam bahasa Ibrani kata gembala adalah רעה (ra’ah). Coba kita lihat firman Tuhan dalam kitab Nabi Yeremia as:

“Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian” (Yeremia 3:15).

Jelaslah gembala di sini bukan sekedar penjaga ternak tapi seorang Nabi dan utusan Tuhan yang menggembalakan umat dengan pengetahuan dan pengertian.

Dalam Perjanjian Baru, kata dalam bahasa Yunaniποιμην (poimēn) digunakan dan biasanya diterjemahkan sebagai gembala. Al-Masih dahulu pun (Yesus Kristus) menyebut dirinya sebagai “gembala yang baik” dalam Injil Yohanes 10:11,

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”.

Alhasil gelar “gembala” (gopal/ra’ah/pastor/poimen) sudah biasa dan umum diberikan kepada utusan Tuhan. Gelar gembala yang diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud as yakni Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as oleh Tuhan pun menjadi bukti bahwa beliau adalah utusan Tuhan juga.

Kenapa? Karena Tuhan memberikan gelar yang sama persis seperti juga kepada para utusan Tuhan yang lainnya.

[1]Makalah “Mengenal Avatar dalam Mitologi Agama hindu” karya Mubasyir Fadhal Ahmad. Hal. 28-32

Sumber Gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyya

Tentang Penulis

Ammar Ahmad