Opini

Iman Tanpa Pemahaman

iman

(Tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( Al-Baqarah : 112 )

Dari ayat di atas diketahui bahwa orang Muslim adalah yang menyerahkan seluruh wujudnya kepada Allah Taala dan berbuat kebajikan demi Allah Taala. Seolah-olah kekuatan jiwanya mati untuk Allah Taala. Namun banyak orang belum mengetahui hal ini hingga unsur-unsur yang lain mempengaruhi untuk tidak mengingat-Nya.

Shalat, puasa dan ibadah-ibadah lain pun dikerjakan hanya karena tradisi atau kebiasaan, namun mereka tidak mengetahui hakikat didalamnya. Sebagaimana Shalat didalamnya banyak doa yang kita panjatkan. Akan tetapi mereka tidak memahami kandungan bacaannya.

Alhasil kebiasaan Allah Ta’ala bahwa jika intisari telah lenyap, maka Dia mengutus seseorang untuk menegakkannya kembali, sehingga kalbu-kalbu yang telah tersesat dan sudah mati dihidupkan kembali. Utusan-Nya membimbing dan mengajak mereka yang imannya telah hilang untuk kembali kepada Allah Taala.

Orang-orang bertanya-tanya kenapa seseorang yang telah mengakui dirinya Islam namun masih banyak melakukan dosa atau amalan-amalan yang buruk. Bahkan bertanya juga bagaimana untuk terhindar dari dosa dan amalan-amalan yang buruk itu ?

Untuk menghindari dari berbuat dosa, Imam Mahdi bersabda : “ Pemahaman melalui argumentasi yang meyakinkan dan tanda-tanda samawi yang cemerlang yang semuanya lalu menjadikan wujud Ilahi dimanifestasikan dimana yang bersangkutan bisa menyadari bahwa kemurkaan itu merupakan api yang memusnahkan, sedangkan melalui manifestasi keindahan-Nya ia menyadari adanya kenikmatan sempurna bersama Tuhannya. Dengan kata lain, melalui pemahaman seperti itu maka semua tabir yang menutupi akan disingkapkan dari keindahan dan keagungan Wujud-Nya. Hanya inilah cara untuk mengekang nafsu dan manusia bisa mengalami perubahan di dalam dirinya.”

Lalu jawaban kenapa seseorang yang telah mengakui dirinya Islam namun masih banyak melakukan dosa atau amalan-amalan yang buruk, Masih Mauud as pun menjawab : “ Keimanan itu suatu hal tersendiri sedangkan yang namanya pemahaman adalah hal lain lagi. Bukan karena keimanan maka seseorang menghindari laku dosa tetapi karena pemahaman yang sempurna melalui pengalaman rasa takut dan rasa kasih kepada Tuhan-nya.”

Sudah menjadi kebiasaan umum suatu hal yang berharga bisa menarik hati seseorang untuk kepadanya, dan sabaliknya yakni seseorang akan menjauhinya jika hal itu merugikan atau mereka paham akan kerugian didalamnya.

Begitu juga halnya jika dia menyadari bahwa Tuhan itu eksis dan Dia akan memberikan hukuman-Nya kepada orang yang melakukan dosa. Sehingga mereka akan menghindari dosa dan senantiasa memuji-Nya dan memohon perlindungan kepada-Nya agar terhindar dari dosa itu.

RF : , jld. VI, hlm. 175-177

  • Buku Inti Pokok Ajaran Islam Kedua
  • Sumber Gambar: https://muslimmatters.org/2013/07/05/the-supplication-of-zakariya-lessons-in-making-dua-2/

Tentang Penulis

Achmad Arif Setyawan