Opini

Inikah Khalifah yang Dinantikan Umat Islam di Dunia?

Pemimpin rohani senantiasa dinanti

Beliaulah,, yang dapat memenangkan hati,,

Hati setiap manusia yg hendak mencari – cari

Bagaiamakah rasa ketenangan Dunia dan Ukhrawi yang hakiki..

Baru-baru ini, 30 Juli 2017, Jamaah Muslim Ahmadiyah mengadakan baiat internasional kepada sang Hazrat Mirza Masoor Ahmad. Seluruh anggota Ahmadiyah di seluruh penjuru dunia menyatakan baiatnya secara bersama – sama pada malam itu. Jarak, ruang, dan waktu sudah tak menjadi halangan untuk melakukan baiat internasional tersebut.

Termasuk aku, yang berada di sebuah kota kecil mengikuti baiat internasional pada malam itu. Kali ini, bukanlah tema baiat internasional yang ingin kubahas. Mataku, pikiranku, hatiku, terpaku pada sosok suci sang khalifah ke-5 Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Masroor Ahmad, yang selama ini kukenal melalui buku, media internet, hingga kisah – kisah yang diceritakan oleh orang – orang yang mempunyai karunia sudah berjumpa dengan beliau begitu menguras perhatianku. Beliau, sosok yang begitu suci, sosok pemimpin yang dirindukan dan menjadi pelepas dahaga bagi para manusia yang saat ini dalam kondisi kehausan mencari pemimpin rohani.   

Mengapa tidak, aku berani bersumpah dalam hal ini. Untuk membuktikannya, amatlah mudah, hanya dengan menjadi pendengar setianya di setiap khutbah Jumatnya, aku yakin, dengan hati nuraninya, tak ada satu orang pun yang dapat menyangkal bahwa Beliaulah sosok Khalifah Rohani yang saat ini dicari – cari.

Khalifah yang senantiasa memagari dan mengingatkan para manusia agara senantiasa berada dalam ranah – ranah yang diinginkan oleh Allah SWT. Beliau selalu mengingatkan bagaimana para manusia dapat meningkatkan derajat ketakwaan dalam hidupnya. Filosofinya mengenai kehidupan dunia yang begitu fana dan kehidupan ukhrawi kelak begitu menancap di hati. Tak ada logika kasar manapun yang dapat mematahkan apa  yang telah beliau sampaikan. Bagi diriku, apa pun yang beliau sampaikan, merupakan tamparan sekaligus rangkulan agar diriku, hingga siapapun itu yang mengaku sebagai hamba Allah Taala agar senantiasa menjadi hamba Allah yang sejatinya menjadi hamba yang Allah Inginkan.

Pastinya, selaras dengan apa yang Allah Taala inginkan, setelah mendengarkan nasihat – nasihat Khutbah Jumat Masroor Ahmad, setiap pendengar-Nya, hanya ingin terus berusaha menjadi lebih baik.

Bayangkan, bagaimana tidak aku menyebutnya dengan sosok suci, jika hanya dengan melihatnya di layar kaca dan mendengarkan nasihat – nasihatnya, pengalaman rohani yang begitu kental sangat terasa. Hati benar – benar teriris. Kelemahan – kelamahan diri seolah terlalu banyak menggerogoti. Dan Beliau, sang Khalifah suci pun seakan – akan tahu, lalu dengan bahasa “ibu”, Beliau selalu mengingatkan, dan merangkul kembali agar senantiasa kembali ke jalan yang Allah ridhai.

Lalu, bagaimana rasanya jika dapat berjumpa dengan sang Khalifah tersebut? Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, dengan karunia Allah Taala aku dapat berjumpa dengannya di sebuah acara mulaqat (pertemuan) di Singapura. Jujur, tak dapat yang banyak kusampaikan bagaimana rasanya berjumpa dengan beliau. Speechless, Saat beliau mengimami shalat jumat berjamaah, hanya air mata yang terus keluar di saat – saat shalat. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, kurasakan khusyuk yang berlebih di setiap ayat yang beliau bacakan, hati bergetar mengingat – ingat segala hal yang dirasa sia – sia yang selama ini telah diakukan.  Cintaku pada Allah taala benar – benar terasah saat itu.

Setelah shalat berjamaah, beliau memimpin membacakan istigfar hingga doa memohon ampun bersama yang artinya,

“Ya Allah Tuhanku, saya telah menganiaya jiwaku dan saya akui seluruh dosaku, ampunilah dosa – dosaku, sebab tiada yang dapat mengampuni dosa – dosa kecuali Engkau

Hati bergetar, air mata tak mampu dibendung mengingat dosa – dosa yang selama ini telah dilakukan, sekali lagi, beliau telah mengingatkanku kembali untuk mendekat pada Allah Taala. Dan, tak hanya aku yang mengalami kekentalan pengalaman rohani seperti ini. Aku mendengar banyak suara isak tangis para manusia, yang pastinya merasakan hal yang sama denganku. Yaitu mengingat dosanya dan ingin kembali ke rangkulan Allah Taala.

Begitu sucinya beliau hingga dapat menyentuh hati para manusia. Belum lagi nasihatnya pada khutbah Jumaat di Singapura itu. Khutbah yang luar biasa yang selalu diingat hingga saat ini. Beliau menyampaikan “apa yang telah kalian lakukan selama ini. Janganlah menganggap besar apa yang kalian lakukan karena semua itu hanyalah karunia Allah Taala, Jangankan untuk melakukan hal yang besar, untuk mengancingkan baju kalian pun, jika bukan karunia Allah Taala, kalian tidak akan pernah bisa melakukannya

Sekali lagi, tamparan itu, rangkulan itu, dirasa mengiris hati. Aku tersadar, aku menangis, apa aku, siapa aku, tak ada satu pun yang bisa kulakukan jika bukan karunia Allah Taala. Keakuan hingga kesombongan yang tak terlihat, yang selama ini dijalani yang jika didiamkan akan menjadi bom waktu untuk menghancurkan diriku sendiri. Dialah sang pemimpin rohani yang merangkulku untuk senantiasa kembali menjadi hamba Allah Yang Sejati.

Kiprahnya, bahasa “ibu” nya tak hanya beliau berikan untuk kami para Ahmadi. Khalifah Masroor Ahmad telah berkunjung ke berbagai belahan dunia untuk menyuarakan perdamaian dan keadilan. Beliau berbicara di Capitol hill, Parlemen Inggris, Parlemen Eropa, hingga pada ribuan pemimpin dunia untuk menyuarakan slogan “Love for all hatred for none” demi mencapai perdamaian, toleransi, keadilan, hingga kasih sayang. Beliau tak pernah takut dan gentar terhadap ancaman apapun dalam menyuarakan perdamaian. Keselamatan beliau tak pernah sedikitpun beliau khawatirkan. Yang menjadi kekhawatiran terbesar beliau adalah para manusia yang mulai menjauh dari Tuhannya.

Tak hanya bahasa yang beliau berikan, kiprahnya dalam bidang kemanusiaan benar – benar dirasakan di seluruh pelosok negeri. Banyak fasilitas pendidikan, hingga fasilitas kesehatan beliau dirikan. Dan pastinya, beliau berikan pada siapa pun itu tanpa mengenal suku, ras, budaya, ataupun agama. Beliau menyampaikan, hanya keadilan dan persamaan lah yang dapat menghilangkan penderitaan dan rasa sakit yang dialami saat ini. Beliau pernah menyampaikan “Aku tidak akan tenang, mendengar orang tidur dalam kondisi lapar

Saat ini, beliau dikenal dunia sebagai juara dari kebebasan beragama dan perdamaian karena kiprahnya dalam menyuarakan perdamaian dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia.

Ya Huzur, begitulah panggilan kami pada Khalifah Rohani,,

Terlalu banyak yg Engkau lakukan pada kami,,

Perdamaian Dunia yang senantiasa disuarakan di seluruh penjuru negeri,,

Hingga kemanusiaan di seluruh pelosok negeri,,

Memberikan aroma kedamaian dan ketenangan duniawi,,

Engkau senantiasa memberikan kekentalan pengalaman Rohani,

Hingga Rangkulan menjadi Hamba Allah yang Sejati,

Lalu, apalagi yang harus dicari dan dinanti.???

Dialah sejatinya Khalifah Rohani, pemimpin Rohani.

Yang senantiasa memberikan ketenangan duniawi,,

Hingga Ukhrawi pada akhirnya nanti..

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=HeYN6Brr7iE

Sumber gambar:

http://www.zimbio.com/photos/Mirza+Masroor+Ahmad/Muslims+Visit+Largest+Mosque+Europe+Listen/zubDCMW0CfZ

 

Tentang Penulis

Mutia Siddiqa Muhsin

Tinggalkan komentar