Opini

Inqilabi Hakiki Menuju Kejayaan Peradaban Islam

islam

Dunia tengah dilanda kegelapan dimana manusia sudah menggantikan posisi Tuhan dengan berbagai benda yang menjadikan mereka layak disebut ‘musyrik’. Mereka telah menjadikan berhala, pohon, batu, api dan yang lainnya sebagai ketauhidan Ilahi. Mereka telah berseru untuk kejahatan dan mencoba memusnahkan kesucian Ilahi . Dunia menjadi terlihat amat bodoh sehingga membutuhkan perubahan besar.

“ Ketahuilah bahwasanya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya…” (Q.S Al-Hadid (57); 18)

Pada potongan ayat di atas mengandung arti bahwa seluruh dunia ini sudah mati dan sekarang akan dihidupkan kembali oleh Allah SWT. Singkat kata, Al-Quran menyatakan bahwa seluruh dunia sudah berperilaku salah. Dunia ini tengah merangkak-rangkak di atas debu dan lumpur kerendahan akhlak. Namun, Allah Swt menunjukkan ‘ Fajar-Nya’ untuk kemajuan peradaban . Allah Swt telah merahmati dunia ini dengan menurunkan seorang pembaharu sejati. Sang pembaharu tersebut telah memberikan langit dan bumi baru. Pesan segar tengah ia sebarkan di seluruh pelosok dunia yang hampir tengggelam dalam lumpur kenistaan. Sang pembaharu sejati tersebut adalah Rasulullah SAW. Muhammad SAW beserta sebagai ajaran yang dibawanya tengah mengubah dunia untuk menuju ‘Inqilabi Haqiqi’ ( Sejati).

Di bawah pengaruh Islam, dunia hari ini merupakan dunia yang jauh berbeda jika tidak ada pengaruh Islam di dalamnya. Hal ini  dikarenakan Islam telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, moralnya, politiknya, filsafatnya, kebudayaannya maupun konsep-konsep ekonominya,

Terkadang, suatu revolusi hanya terdiri dari kebangkitan kembali melalui perantaraan hamba Tuhan yang telah diutus yaitu Al-Masih yang dijanjikan. Ia telah diutus dari suatu ajaran yang diganti karena kesalahan manusia,

Untuk meraih revolusi hakiki  ini merupakan tugas kita untuk membuat filsafat hidup Islam setidaknya berkuasa di dunia sama luasnya dengan kekuasaan peradaban barat yang tengah membuat manusia tergila-gila dengan kefanaan dunia. Hal ini disebabkan bahwa misi Al-Masih yang dijanjikan adalah memberantas peradaban barat yang sedang berkuasa dan membangun kembali filsafat hidup Islam dan peradaban Islam

Jadi, bila misi Al-Masih yang dijanjikan adalah untuk memberikan langit dan bumi baru, sudahkah kita bergerak menuju tujuan itu?

Lakukanlah perubahan-perubahan yang membuat kita terlihat furqon diantara yang lainnya dalam kemajuan ruhani.  Lakukan semuanya dengan istiqomah sehingga Islam akan dibangkitakan kembali dalam setiap waktunya baik hari, bulan maupun tahunnya.

Pada akhir tulisan ini saya akan mengutip syair kemuliaan Rasulullah SAW yang berjudul ‘ Rasul Yang Sempurna

Yang awam orang Eropa berkata : ‘ Nabi ini tidak sempurna, apa susahnya menyiarkan agama di antara umat jahiliyah ?”

Nyatanya mengubah yang jahiliyah menjadi manusia budaya adalah mukjizat, yang menzahirkan arti rahasia kenabian.

Ia membawa turun Nur dari langit, ia sendiri adalah Nur. Apa salahnya ia lahir di tengah bangsa jahiliyah?

Apakah berbeda bigi sinar rembulan jika bersinar dari zanzibar atau dari tepi kota Roma?

(Barahin Ahmadiyah, Bag V, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain vol 1, Hal 144, London, 1984)

Sumber Gamabr: https://en.wikipedia.org/wiki/Aqsa_Mosque,_Qadian

Tentang Penulis

Ilmi Nurbaeti

Tinggalkan komentar