Adi Nasir Denz Asad Opini Peristiwa Terjemahan

Jamaah Muslim Ahmadiyah: Krisis pengungsi bukan hanya masalah Eropa

Press Release Jamaah Inggris Raya 7 September 2015

DUNIA harus turut serta berperan dalam menangani masalah pengungsi; diperlukan suatu rencana terkoordinasi yang tepat untuk menyalurkan para pengungsi secara global, dibanding dengan hanya berfokus pada wilayah saja.

Jamaah Muslim Ahmadiyah Krisis pengungsi bukan hanya masalah Eropa

Jamaah Muslim Ahmadiyah: Krisis pengungsi bukan hanya masalah Eropa. (ilustrasi)

, Inggris Raya: Pimpinan Jamaah Muslim Ahmadiyah menyerukan solusi global atas krisis pengungsi di Eropa. Terutama sekali negara-negara Arab, harus menyediakan tempat perlindungan untuk para migran.

Dan, dia memperingatkan agar dunia waspada terhadap ancaman teror serta menganjurkan agar harus dilakukannya pemeriksaan yang tepat dan menyeluruh untuk memastikan tidak ada ekstrimis yang menyelusup sebagai pengungsi.

Amir Nasional Inggris Raya Rafiq Hayat menyampaikan, “Rasa simpati kami, Jamaah Muslim Ahmadiyah, bagi semua yang benar benar pencari suaka dan para pengungsi.

“Mereka yang benar-benar sebagai pengungsi menghadapi berbagai kesulitan besar.

“Mereka dipaksa untuk meninggalkan tanah airnya disebabkan oleh keadaan intoleransi dan oleh sebab itu mereka harus diperlakukan dengan kasih sayang dan penuh kebaikan.

“Seluruh dunia harus menunjukkan welas asih dan keterbukaan untuk menangani masalah krisis ini.

“Semua bangsa harus mengkaji tanggungjawab moralnya terhadap mereka yang tengah menderita, dibanding melihat kepentingan mereka sendiri.”

Jamaah Muslim Ahmadiyah mengajak organisasi-organisasi internasional seperti PBB dan pemerintahan negara-negara untuk memperlakukan krisis pengungsi sebagai isu global dan bukan masalah bagi Eropa saja.

Jamaah Muslim Ahmadiyah: Krisis pengungsi bukan hanya masalah Eropa

Amir Nasional Jamaah Ahmadiyah Inggris Raya, Rafiq Hayat. Jamaah Muslim Ahmadiyah: Krisis pengungsi bukan hanya masalah Eropa. (Ahmadiyya Times)

Rafiq Hayat menambahkan, yang paling utama, bagi negara-negara Arab, yang tinggal berdekatan, harus memenuhi peran mereka dan juga negara seperti , Qatar, dan yang lain seperti Iran harus memberikan perlindungan untuk para pengungsi sebanyak mungkin.

Baru kemudian, para pengungsi tersebut dikirimkan ke berbagai tempat di seluruh dunia, didasarkan pada sebuah rencana internasional yang terkoordinasi.

Sebagai tambahan selain negara-negara Arab, negara seperti Eropa, Amerika Serikat, , Timur Jauh, dan bagian lainnya di dunia juga harus turut ambil bagian secara adil. “Memenuhi tanggungjawab global haruslah adil dan tidak timpang. Tidak ada negara atau bangsa yang memikul tanggung jawab atau beban berat tersebut sendirian.”

Jamaah Muslim Ahmadiyah UK melakukan doa khusus di seluruh masjidnya di United Kingdom untuk mereka yang dalam pengungsian.

Mereka turut aktif dalam kegiatan amal dan kemanusiaan guna mengurangi beban penderitaan mereka yang tengah mencari perlindungan.

Mereka akan menyeru kepada semua negara supaya segera bertindak untuk mengurangi penderitaan para pengungsi, juga menekankan pada perlunya tindakan dunia internasional terhadap pemerintahan barbar ISIS, menekankan bahwa bahwa semakin cepat kejahatan tersebut dimusnahkan, semakin cepat pula orang-orang dapat kembali ke tanah airnya dan membangun kembali kehidupannya.

Amir Rafiq Hayat menambahkan, dalam seruannya dalam penanganan krisis pengungsi, kontrol tepat harus dilakukan untuk memastikan mereka adalah benar-benar pengungsi dan bukan ekstrimis atau teroris yang menyamar sebagai pengungsi. “Dunia pun harus mencari keputusan jangka panjang atas krisis ini, agar dalam 6—12 bulan mendatang, mulai saat ini, kita tidak akan menghadapi krisis pengungsi lainnya.”

Jamaah Muslim Ahmadiyah hadir dan berdedikasi untuk menghidupkan kembali ajaran Islam yang sesungguhnya dan damai.

Berdiri sejak tahun 1889 dan pada tahun 1913 berpusat di Inggris Raya, Jamaah Muslim Ahmadiyah membangun masjid yang pertama di kota London tahun 1924.

Di tahun 2003 mereka kembali membangun masjid yang terbesar di Eropa Barat, bertempat di , selatan kota London, yang mana masjid itu dapat menampung lebih dari 13.000 orang.

Muslim Ahmadi mengumpulkan ratusan ribu poundsterling untuk amal setiap tahunnya dan memiliki organisasi amal Humanity First untuk melakukan kegiatan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia, terlepas dari warna kulit, ras atau agama apa pun.

Muslim Ahmadi adalah pionir untuk dialog antar agama dan hidup dengan motto “Love For All Hatred For None”—“Kasih sayang untuk Semua, Kebencian tidak untuk seorangpun).

Para Muslim Ahmadi beriman kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, seorang pembaharu rohani abad ke-19 dari India, sebagai Isa Almasih Yang Dijanjikan yang ditunggu oleh semua agama besar di dunia. Jamaah-nya saat ini dipimpin oleh seorang , dan saat ini dipimpin oleh Hazrat , Khalifah kelima Jamaah Ahmadiyah Internasional dan bertempat di London.

 

Ahmadiyya TimesLOVEFORALL | ADS | DNZ

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia

Tinggalkan komentar