Opini

Jihad Penumpahan Darah Atas Nama Agama

terosis dan jihad
Ilustrasi jihad dari Amazonaws.com

Ilustrasi dari Amazonaws.com

PENYEBAB ekstremisme , penindasan, kekerasan, dan terorisme oleh beberapa umat , adalah interpretasi yang keliru dari jihad. Kekeliruan jihad ini dihembuskan oleh oknum-oknum ulama .

Orang-orang yang memiliki wawasan berpikir, membaca ḥadīts, dan mengkaji , harus memahami dengan baik bahwa jenis jihad yang dipraktekkan oleh banyak orang barbar akhir-akhir ini, bukanlah jihad yang Islam maksudkan. Sebaliknya, kegiatan sesat yang telah menyebar di antara umat Islam tersebut, dihasut oleh nafsu amarah, bawaan diri untuk berbuat kejahatan, terbuai mimpi-mimpi indah akan surga.

Ada kebiasaan yang terjadi di kalangan beberapa umat Islam, menyerang orang-orang dari agama lain, yang mereka sebut jihad, itu bukanlah jihad. Sebaliknya, itu adalah dosa besar dan pelanggaran terhadap perintah-perintah Allāh swt. dan nabi-Nya saw..

Pemahaman mereka tentang jihad sama sekali tidak benar. Justeru di dalam jihad, yang pertama kali harus kita kedepankan adalah berusaha meraih simpati manusia.

Tidakkah memalukan bila dalam kesehariannya, seseorang itu berjihad dengan membunuh orang, sehingga dengan tewasnya orang itu telah menyebabkan seorang perempuan jadi janda, anak-anaknya jadi yatim, dan mengubah tempat tinggalnya menjadi rumah duka? Riwayat dari ḥadīts mana atau ayat apa dari kitab suci Al-Qur’ān yang membenarkan tindak kekejaman tersebut? Adakah respon dari para alim-ulama? Hanya orang bodohlah yang begitu mendengar kata “jihad” kemudian menjadikannya sebuah alasan untuk pemenuhan keinginan egois mereka sendiri. Atau mungkinkah itu adalah kegilaan belaka yang telah mencondongkan hati mereka sehingga melakukan pertumpahan darah?

Para teroris itu mengatasnamakan Jihad demi membunuh orang-orang yang tidak berdosa di tempat-tempat ibadah mereka, di angkutan-angkutan umum, hingga di tempat-tempat umum.

Kaum ulama mesti bertanggung jawab atas tindak fanatisme dan terorisme keagamaan yang terjadi.

Perlu diingat, bahwa kaum ulama Islam saat ini ada yang benar-benar menyalahpahami jihad dan menyebarluaskannya kepada masyarakat umum. Akibatnya, masyarakat jadi tersulut kebenciannya. Sirna sudah semua kemanusiawiannya, fitrah kebajikannya yang mulia. Inilah sebenarnya yang telah terjadi.

Semoga Allāh swt. membawa ini kaum ulama bodoh itu kembali ke jalan yang benar. Mereka telah menyesatkan banyak orang untuk mempercayai bahwa kunci surga terletak pada keyakinan yang menindas, kejam, dan benar-benar tidak bermoral.

Jihad yang keblinger itu mereka anggap sebagai kewajiban di dalam hati mereka dan beberapa dari mereka berpikir sebaliknya. Mereka mematuhi begitu kuat doktrin jihad mereka.

Sumber: Review Religions

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia