Opini

Kenapa Yesus Selamat dari Penyaliban ?

salib

Pada dasarnya umat mempercayai bahwa atau a.s telah mati di palang , tapi kita disini memiliki bukti  bahwasanya Yesus memang disalib tetapi tidak sampai mengalami puncak , yaitu dipatahkan tulang nya sehingga sum-sumnya pun keluar. Kita sebagai pencari kebenaran hendaknya menelaah apa yang benar-benar terjadi pada Kitab-kitab terdahulu terutama Al-Quran dan Bible sendiri.

Sebelum Yesus mengalami penyaliban ada beberapa peristiwa penting yang hendaknya kita ketahui, yaitu :

  1. Taman Getsemani, di sini Yesus 3 kali memohon doa kepada Allah agar dirinya diselamatkan dari marabahaya karena beliau pun menyadari bahwasannya sesuatu akan terjadi padanya.

Markus 14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, 14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” 14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 14:36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.

Kemudian apa yang Yesus khawatirkan selama ini benar, Yesus dikhianati oleh muridnya sendiri yang bernama Yudas Iskariot.

Matius. 26:47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. 26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.

  1. Istana Pilatus, sebelum Yesus disalibkan di suatu bukit yang bernama Golgota yang dijuluki sebagai The Place of Skulls – tempat tengkorak-tengkorak – terlebih dahulu beliau mengalami penyiksaan disini. Dan ditempat ini juga Istri Pilatus mendapat sebuah mimpi benar mengenai Yesus.

Matius 27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut ?” 27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. 27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” 27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.

Namun seberapa keras Pilatus membantu Yesus agar tidak disalibkan, sekeras itu pula para Imam memfitnah Yesus bahwasannya Yesus telah menghasut rakyat untuk memberontak, melarang orang-orang untuk membayar pajak, dan mengaku sebagai raja.

Di Bukit Golgota, disini ada beberapa alasan atau bukti kuat mengenai selamatnya Yesus dari salib :

  1. Yesus berdoa kembali (Matius 27:4547, dan Markus 15:33-35)

Mat. 27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”

Ini merupakan doa Yesus yang kesekian kalinya, dan sekarang Yesus benar-benar meminta agar dirinya terselamatkan dari Penyaliban yang menghinakan. Bagaimana mungkin doa seorang Nabi tidak di kabulkan oleh Allah, jika demikian maka ini bertentangan dengan janji Allah dalam QS. Al-Mu’min : 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

  1. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”.

[1326] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

  1. Bencana Alam dan Malam Sabat

Matius 27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

Yohanes 19:31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

  1. Yesus ditusuk

Yohanes 19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”

Dalam ilmu medis ketika suatu jasad telah ditinggalkan oleh rohnya atau mati, maka jasad itu tidak mungkin mengeluarkan air ataupun darah karena darah pun akan beku atau menggumpal. Hanya jasad yang hiduplah yang dapat melakukan itu. “jika Yesus tewas harusnya ketika lambungnya di tusuk tak akan keluar darah dan air karena dalam 2 menit jantung berhenti berdetak darah akan menggumpal ..mustahil darah menggumpal keluar dengan segera.

Ini jelas tandanya Yesus masih mengeluarkan darah segar dan otomatis jantungnya masih berdetak dan tidak tewas. Lalu tidak mungkin juga Yesus lambungnya di tusuk mengeluarkan air, jika Yesus tewas karena ketika darah berhenti mengalir, katup pembuangan yang menyambungkan lambung dan dubur akan terbuka alhasil isi lambung Yesus meluncur keluar dari duburnya.

Jika Yesus benar-benar tewas, apalagi posisi Yesus tegak di atas salib tentu dengan sangat mudah isi lambung Yesus keluar dari dubur jika Yesus tewas.  Namun ini ketika Yesus di tusuk lambungnya ada air keluar dari luka tusuk tersebut jelas sekali lambung Yesus masih ada isinya dan tidak tewas” [i]

Hal ini pun ditegaskan kembali dalam QS. An-Nisa:157 :

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

Pada kenyataannya yakni, bukannya orang-orang Yahudi secara benar-benar telah membunuh Nabi Isaas.. Bukannya telah mematikan beliau melalui salib, melainkan pada diri mereka timbul suatu keraguan seolah-olah Nabi Isaas. telah wafat di tiang salib. Dan mereka tidak memiliki dalil-dalil yang dapat menguatkan hati mereka mengenai hal itu. bahwa Nabi Isaas. benar-benar telah mati di tiang salib.[ii]

Di dalam kamus bahasa Arab Al-Munjid kita membaca makna kata shalaba صَلَبَ   [menyalib] yaitu:

Yakni, makna kata shalaba صَلَبَ  itu ialah “Ia mematahkan tulang-tulang dan mengeluarkan sumsumnya”. (Luwīs Ma‘lūf al- Yasū‘ī dkk, Al-Munjid Fī al-Lughah Wa al-Adab Wa al-‘Ulūm, Beirut: Al-Maktabah Al-Kātsūlikiyyah, 1956 M, h. 431). Adapun maksud perkataan “Syubbiha lahum ( شُبِهَ لَهُمْ ) bukan berarti bahwa Nabi Isaa.s. telah disamarkan atau diserupakan (diganti) dengan orang lain, melainkan beliau telah disamarkan kepada orang-orang Yahudi yang menyalib beliau, tampak seolah-olah beliauas. telah mati di atas kayu salib. [iii]

Jadi ada beberapa faktor yang menyebabkan Yesus selamat  dari Penyaliban yaitu, doa Yesus yang dikabulkan oleh Allah, usaha Pilatus setelah mendapat kabar dari Isterinya, bencana Alam dan Malam Sabat.

Peristiwa ini tidak semata-mata kebetulan saja,melainkan suatu rencana Ilahi untuk menyelamatkan Nabi-Nya karena tidak mungkin seorang Nabi mati terhina apalagi di salibkan.

Pernyataan ini pun disebutkan dalam Injil  Ulangan 21:22-23:

“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”

[i] dr. Chaesarea R Winata (Calon Pendeta) : “Ragu Dengan Penyaliban Yesus, Ketika Yesus Di Salib, Belum Mati ! Jika Tidak Mati Di Salib, Gugurlah Doktrin Penebusan Dosa !”

[ii] Al-Masih Di Hindustan hal. 53-54

[iii] Tiga Masalah Penting hal.9

Sumber Gambar: https://www.crosswalk.com/church/pastors-or-leadership/ask-roger/where-was-christ-between-the-cross-and-the-resurrection.html

Tentang Penulis

Hafiz Hamdani