Opini

Kesyahduan di Tengah Tipu Muslihat

Aku hanyalah seorang manusia

Yang dilahirkan di tengah kehancuran jiwa dan batin

Aku hanyalah seorang hamba

Yang sedang mencari kebenaran di tengah kebatilan

Suatu anugrah yang sangat indah ketika kita masih diberikan hidup di dunia yang segala isinya dipenuhi dengan misteri kehidupan, bagaikan kita hidup di tengah lautan tanpa arah dan tujuan. Kita belajar dan memahami segala kejadian yang dapat dilihat dan dirasakan dengan indera kita. Menemukan orang baru dan berinteraksi dengannya, itulah salah satu yang kita dapat. Belajar memahami perbedaan dan meraih tujuan yang satu untuk membentuk perdamaian.

Sayangnya, hal ini tidak selamanya berjalan sesuai harapan. Kini, telah banyak segelintir orang menyebarkan isu hoax untuk memecah belah perdamaian yang telah dibangun oleh leluhur kita sejak lama. Herannya, dengan mudahnya kita hanyut dan terbuai dalam tipu muslihat yang membuat kita terus menghancurkan bumi yang kita pijak ini.

Kini, kita telah melihat secara langsung kehancuran yang terjadi. Pertumpahan darah, teriakan histeris dari kaum tua yang telah renta, dan tangisan dari kaum muda yang kehilangan orang tuanya sudah menjadi pemandangan kita sehari-hari. Kejadian ini tidak hanya dilihat melalui layar TV saja, tetapi juga kita bisa lihat dalam aktivitas sehari-hari.

Mari kita merenung bersama. Hilangkan semua asumsi negatif dalam diri kita dan renungkanlah secara mendalam. Sampai kapankah kehancuran ini akan terus terjadi? Kita terus menggaungkan kata perdamaian. Kita terus mengharapkan untuk hari esok yang lebih baik. Tetapi, kita masih memiliki sifat terpedaya dengan tipu muslihat yang telah terjadi saat ini.

Apakah saat ini manusia telah kehilangan rasa esentisitas kemanusiannya? Tentu kita tidak mau kehancuran ini terus terjadi. Bukan hanya kita saja yang merasakannya, tetapi anak dan cucu kita akan merasakannya kelak di kemudian hari. Janganlah kita berfikir “menunggu untuk perubahan”, tetapi mulailah berfikir “cara membuat perubahan”.

Cobalah untuk membuat perubahan dari yang paling mendasar. Kita bisa memulainya dengan menghargai perbedaan, yaitu toleransi. Membangun toleransi merupakan hal penting, karena banyak dari segelintir orang yang tidak memiliki rasa toleransi sehingga membuat isu hoax yang akan membentuk kehancuran. Perintah untuk toleransi telah dijelaskan dalam firman Allah Q.S. Yunus ayat 40-41

وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ

وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Selain itu, cobalah untuk tidak mudah percaya dengan isu negatif yang kini telah beredar. Ketika kita menemukan suatu isu, kita harus mencari tau apakah isu tersebut benar atau tidak. Kita bisa mencarinya melalui literatur yang terpercaya ataupun dari sumbernya langsung. Di dalam Islam, istilah ini disebut dengan tabayyun. Hal ini telah dijelaskan dalam Allah Q.S. Al-Hujurat ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Kita semua hanyalah makhluk yang lemah. Kita semua tidak pernah luput dari kesalahan. Kita semua selalu berusaha untuk hari esok yang lebih baik. Walaupun cacian dan makian terus berdatangan tanpa henti, teruslah berdoa kepada Allah dan lakukanlah hal yang terbaik untuk menggapai tujuan setinggi langit dan masa depan dengan notasi pelangi yang indah.

Sumber Gambar: https://i.ytimg.com/vi/PtDPJQpblyk/maxresdefault.jpg

 

Tentang Penulis

Nabilah Hurul Aini

Tinggalkan komentar