Opini

Khalifah Jamaah Muslim Ahmadiyah, Salah Satu Tokoh Berpengaruh di London

khalifah ahmadiyah

Pekan lalu, media Inggris Evening Standard merilis daftar orang-orang yang paling berpengaruh di Kota London pada tahun 2017. Ada yang sangat menarik perhatian dari pemberitaan ini. Bagaimana tidak, di posisi kedua setelah Ratu Elizabeth, terpampang sebuah nama yang identik dengan muslim. Siapakah dia? Beliau adalah  Hazrat Mirza Maasroor Ahmad.

Dialah Khalifah Komunitas Muslim Ahmadiyah yang pengikutnya berada di lebih dari 210 negara. Keberadaan dan kiprahnya dalam menghilangkan stigma negatif mengenai Islam sudah sangat diakui di Kota London. Menurut laman Evening Standard, Hazrat Mirza Masroor Ahmad telah mencoba untuk melawan persepsi negatif tentang Islam di Britania Raya.

Di Britania Raya, sosok Hazrat Mirza Masroor Ahmad sudah dipastikan tidak asing lagi dalam menyuarakan perdamaian di seluruh penjuru negeri. Pun baru-baru ini, ketika publik dikejutkan dengan berita persekusi Muslim Rohingnya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad tidak tinggal diam. Dalam konferensi persnya pada tanggal 6 September 2017, beliau menyatakan bahwa perlakuan terhadap Muslim Rohingnya di Myanmar adalah sebuah penghinaan terhadap kemanusiaan.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mendesak masyarakat Internasional untuk memberi bantuan kepada Muslim di Myanmar agar mendapatkan kembali kebebasan dan hak-hak dasar mereka. Selain itu, Khalifah pun turut mendoakan seluruh Muslim di Myanmar supaya persekusi yang menimpa mereka—atau persekusi yang terjadi di mana pun itu—bisa segera berakhir.

Tidak hanya sebatas doa, bantuan berupa obat-obatan, makanan, hingga sanitasi air bersih pun senantiasa diberikan kepada para Muslim Rohingnya yang menjadi korban persekusi. Begitulah sekelumit kiprah Khalifah Muslim Ahmadiyah, yang tidak hanya ada untuk muslim Ahmadiyah, melainkan juga untuk semua manusia di bumi ini, tanpa mengenal suku, ras, atau budaya.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa-apa saja yang sudah dilakukan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad. Akan tetapi, yang jelas, beliau akan selalu menyuarakan perdamaian dan mengaplikasikan nilai-nilai perdamaian tersebut ke seluruh pelosok dunia. Ada sepenggal kalimat yang menarik dari Hazrat Mirza Masroor Ahmad, yakni:

Saya, Insya Allah, akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab saya untuk mempromosikan perdamaian,  toleransi, keadilan, dan kasih sayang ke penjuru dunia. Saya akan terus memberi tahu semua orang bahwa untuk menghilangkan penderitaan dan rasa sakit yang kita alami saat ini kita harus tetap menegakkan keadilan dan persamaan.

Lebih dari sekadar kalimat, pernyataan tersebut merupakan sebuah janji tulus dari seorang khalifah rohani kepada siapa pun. Beliau sejatinya menggemakan dan mengamalkan Islam yang sesungguhnya. Islam yang penuh kedamaian, toleransi, keadilan, hingga kasih sayang.

Pesan-pesan perdamaian selalu beliau suarakan, sekalipun persekusi tengah terjadi pada komunitas yang beliau pimpin sendiri yaitu komunitas Ahmadiyah. Sebut saja kejadian di Pakistan yang tengah terjadi saat ini. Rabu pekan lalu, 3 pria Ahmadi (sebutan untuk anggota Ahmadiyah) dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Pakistan atas tuduhan penistaan agama, hanya karena menurunkan sebuah poster di tahun 2014 yang lalu.

Menurut terdakwa, poster tersebut berisi ‘ayat-ayat Islam’ yang bertujuan untuk memboikot Ahmadiyah, sehingga mereka pun memindahkan poster tersebut. Namun, apa daya, nasib nahas malah menimpa ketiga pria tersebut. Tidak sekadar tuduhan sebagai penista agama saja, seorang teman dari ketiga pria tersebut bahkan ditembak dan dibunuh oleh seorang anak laki–laki saat berada dalam tahanan. Dan sekarang, vonis hukuman mati sudah diketuk oleh hakim untuk ketiganya.

Hal ini menjadi tidak adil dan sudah barang tentu menyakiti hati para Ahmadi. Di satu sisi, Khalifah Muslim Ahmadiyah terus berusaha dan berjuang memperlihatkan dan menyuarakan Islam yang sesungguhnya. Namun, di sisi lain, anggota Muslim Ahmadiyah harus berhadapan dengan berbagai jenis persekusi hingga mencapai hukuman mati yang ditimpakan oleh umat Islam itu sendiri.

Kendati demikian, tanpa mengenal lelah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad terus menyuarakan Islam yang sesungguhnya. Dalam khutbah Jumaat-nya pada tanggal 13 Oktober 2017, beliau menyatakan, “apa pun yang dilakukan oleh para ulama di Pakistan untuk mengganggu, memfitnah, hingga menuduh hal-hal negatif kepada Muslim Ahmadiyah, kami para Ahmadi adalah Orang Islam. Kami senantiasa bersumpah bahwa kami beriman kepada Khaatam-un-Nabiyyiin dan kepada kitab suci Alquran.” Kebesaran Rasulullah SAW dan kemuliaan Alquran diserukan sepanjang khutbahnya.

Sekarang, Muslim Ahmadiyah-lah yang terus berusaha menyebarkan ajaran tauhid ke seluruh pelosok dunia. Memang, tidak sedikit Muslim saat ini masih memandang negatif kepada Ahmadiyah, sekalipun kiprah Khalifah Rohani-nya sudah dapat dirasakan di seluruh penjuru negeri. Pun saat ini, entah sengaja atau tidak sengaja, masih banyak orang yang menutup mata dan hatinya atas keberadaan Ahmadiyah. Kendati demikian, kelak waktulah yang akan menjawab semuanya. Kebenaran hakiki, yang berasal dari Sang Maha Pemberi, tidak akan pernah bisa dibohongi.

 Sumber :

https://www.standard.co.uk/news/the1000/the-progress-1000-londons-most-influential-people-2017-social-pillars-faith-a3654946.html

https://uk.humanityfirst.org/rohingya-crisis

http://ahmadiyah.id/siaran-pers/imam-ahmadiyah-mengecam-persekusi-muslim-rohingya

https://www.youtube.com/watch?v=HeYN6Brr7iE

Tentang Penulis

Mutia Siddiqa Muhsin

Tinggalkan komentar