Opini

Khilafat Penegak Perdamaian

khilafat

Di dalam tradisi Jamaah Muslim Ahmadiyah, pada tanggal 27 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai hari lahirnya yang amat beberkat, qudrat kedua yang eksistensinya akan bertahan hingga hari kiamat, namanya ialah Ahmadiyah. Dan tahun ini usianya sudah 110 tahun.

Pada tanggal 27 mei 1908, di hari ketika para ahmadi dianjurkan ketika Masih Mau’ud as. wafat hendaknya berkumpul dan berdoa.

Maka anjuran itu pun dilaksanakan oleh para pengikut Beliau.  Mereka berkumpul di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Maqam Zahoor-e-Khilafat-e-Ahmadiyyat sambil berdoa, ketika itu terpilihlah Hadhrat Haji Maulana Hakim Nuruddin sebagai yang akan meneruskan perjuangan Hazrat as dalam menegakkan iman yang kedua kalinya.

Demikianlah nizam Khilafat Ahmadiyah ini berdiri, dan hingga hari ini tampuk kepemimpinannya dipegang oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad atba.

Bagi kita yang meyakini Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi & Al-Masih yang dijanjikan, tentu ini merupakan karunia yang sangat besar. Betapa tidak, sebagian kelompok sampai hari ini masih terus berusaha mengumpulkan dukungan, menyatukan suara, serta mendoktrin orang-orang bahwa saat ini adalah saat dimana umat muslim harus mempunyai seorang pemimpin yang tugasnya membawa umat kearah mana yang diinginkan Nabi saw.

Barangkali hasrat inilah yang menyebabkan segelintir orang berusaha mempengaruhi khalayak ramai untuk merubah sebuah ideologi yang telah lama diterapkan pada suatu bangsa. Tentu ada unsur yang lain juga yang terpaut padanya, namun yang pasti suatu ideologi tak akan mudah diubah selama itu masih memberikan kenyamanan  pada yang menerapkannya.

Teringat oleh saya, bahwa suatu kali Nabi Kita tercinta saw. Pernah menjelaskan  bahwa kelak akan berdiri khilafat yang berazaskan kenabian. Yang Mulia Nabi kita bersabda :

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ  …
(رَوَاهُ اَحْمَدُ)

… Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam”.[HR. Imam Ahmad no. hadits no.17680 dari Nu’man bin Basyir]

Azas ini jugalah yang berhasil mewujudkan Khilafat setelah kewafatan Yang Mulia Tak dapat dipungkiri, orang – orang yang menjalankan Nizam Khilafat itu yang disebut Khilafat Rasyidah bukanlah orang yang sembarangan. Mereka paham betul apa yang dimaksud dari sabda nabi diatas.

Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. menulis di dalam sebuah bukunya :

“Sebagaimana telah terjadi di waktu Hadhrat Siddiq ra., ketika Rasulullah saw. Wafat yang disangka orang bukan pada waktunya, dan banyak diantara orang-orang dusun yang bodoh balik murtad dan Sahabat-sahabat ra. Pun karena terlampau sedihnya hamper-hampir seperti gila rupanya, pada ketika itulah Allah Ta’ala menegakkan Hadhrat Siddiq ra. Untuk memperlihatkan Kudratnya kedua kali, dan Islam yang hamper-hampir akan tumbang itu ditopang-Nya kembali. (Al-Wasiyat, cetakan 1981)

Di dalam salah satu Khutbahnya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad Khalifah Ke-5 Jamaah Muslim Ahmadiyah aba. Bersabda :

“diamnya beliau saw. Memberitahukan bahwa silsilah Khilafat yang akan dimulai setelah Hadhrat Masih Mau’ud as. Ini tidak akan terputus. Ini adalah takdir ilahi dan tidak ada pembuat fitnah, bahkan tidak ada orang yan berdaya mengubah takdir Ilahi. Itulah dia kudrat kedua atau nizam Khilafat sekarang ini, yang insya Allah akan tetap tegak dan jangka masanya itu tidak ada hubungannya dengan jangka waktu kekhilafahan setelah Rasulullah saw.”. (Khutbah Jum’at 27 Mei 2005, UK).

Orang-orang Islam yang hidup setelah masa itu khususnya kita yang telah jauh ini hendaknya merenungkan, apa kira – kira yang diinginkan oleh Nabi kita dari ucapannya tersebut. Betapa beruntungnya bila kita menjadi orang-orang yang bernaung dibawah Khilafat yang diinginkan oleh Beliau saw yang mana Khilafat itu mengikut kepada kenabian.  Hal ini merupakan suatu hal yang sulit bila hanya segelintir orang saja tanpa petunjuk langit bahkan menyisipkan unsur-unsur lain, lalu berkehendak mendirikannya dan lebih dari itu memaksa orang lain mengikutinya.

Beberapa tahun lalu, kita saksikan muncul sebuah kelompok dari timur-tengah yang memproklamasikan diri bahwa mereka telah berhasil mendirikan Khilafat.

Mereka menentang penguasa, merebut kekuasaan, menentang orang-orang yang tidak sepaham lalu dengan zalimnya memenggal leher orang-orang yang dianggapnya ingkar pada Allah dan Rasulnya.

Apakah ini tugas yang sebenarnya dari seorang Khalifah? Dan juga apakah di masa lalu ini yang dikerjakan para Khalifah Rasulullah saw? Tentulah bukan. Kini kita saksikan ke manakah perginya mereka itu? Sebuah kekuasaan yang berdiri dalam waktu yang singkat ditambah lagi dengan cara memaksa tentulah akan berakhir dalam waktu yang singkat pula. Demikianlah hal itu berlalu tanpa hasil yang memuaskan.

Keadaan seperti itu hendaklah direnungkan, bahwa nizam Khilafat yang diperlukan ialah khilafat yang tak lekang oleh waktu dan mampu memuaskan hati orang – orang Islam saat ini. Kelak orang-orang akan sadar bahwa hal ini hanya akan didapat di dalam Jemaat Muslim Ahmadiyah.

Khilafat yang dimiliki oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah, terbukti telah melewati asam garamnya dunia dalam waktu lebih dari seabad. Bukan hanya telah berdiri namun juga semakin berkembang luas keseluruh penjuru dunia.

Pesan yang dikumandangkannya ialah apa yang sebenarnya diajarkan oleh Nabi Suci saw. Yakni menegakkan perdamaian dan menyeru orang kearahnya. Tidak merebut kekuasaan dan tidak pula haus akan hal itu.

Semoga kita yang telah bernaung dibawahnya dapat mengambil faedah daripadanya sebanyak mungkin. Mendengar apa yang disampaikannya, melaksanakannya, serta menyeru orang lain ke arahnya.

Sumber Gambar: https://ahmadiyya.de/bildergalerie/art/jalsa-salana-2016-abschlusszeremonie-und-baiat-treueeid-mit-dem-kalifen-aba/

Tentang Penulis

Muhammad Suleman Feroz