Adi Nasir Denz Asad Kebebasan Beragama Opini Peristiwa

Krisis pengungsi Suriah | updated news | Jerman menolak tegas tawaran Arab Saudi untuk membangun 200 masjid

Andrea Scheuer tawaran Arab Saudi sebagai sesuatu yang sinis Capture Sekjen partai CSU di Bavaria, Andrea Scheuer, yang juga merupakan mitra koalisi dari Angela Merkel di pemerintahan, menyebutkan tawaran Arab Saudi sebagai sesuatu yang “sinis” karena kerajaan tersebut pun menyebabkan gelombang pengungsi disebabkan operasi militernya di Yaman. (Foto oleh AFP; Tribun.com.pk)

Sekjen partai CSU di Bavaria, , yang juga merupakan mitra koalisi dari Angela Merkel di pemerintahan, menyebutkan tawaran Arab Saudi sebagai sesuatu yang “sinis” karena kerajaan tersebut pun menyebabkan gelombang pengungsi disebabkan operasi militernya di Yaman. (Foto oleh AFP; Tribun.com.pk)

PARA politisi di Jerman mengkritik tawaran Arab Saudi untuk membangun 200  di negara tersebut untuk ‘kebutuhan rohani’ para pengungsi , bukan dengan menawarkan untuk mengambil alih pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di .

“Tidak, itu lebih dari sekedar sinis. Tidak ada persaudaraan muslim di dalamnya. Di mana solidaritas antar negara Arab?” tanya Andrea Scheuer, sekjen partai Christian Social Union in Bavaria (CSU) di Bavaria, yang juga merupakan sekutu Kanselir Angela Merkel di pemerintahan Jerman.

Arab Saudi menawarkan untuk membangun masjid di Jerman seiring puluhan ribu pengungsi merapat ke perbatasan Hungaria untuk mencari suaka di negara-negara Eropa, khususnya Jerman, yang akan menampung 800.000 pengungsi tahun ini.

Raja Salman dari Arab Saudi dikabarkan melakukan penawaran tersebut melalui jalur diplomatik dan kabar tersebut muncul di koran Libanon, Al Diyar.

Politisi Jerman lainnya, Stephan Mayer, jurubicara kebijakan dalam negeri dari CSU dan partai pendukung Kanselir Merkel, Christian Democratic Union () di parlemen di , sependapat dengan Scheuer, “Jerman tidak memerlukan sumbangan dana untuk membangun 200 masjid namun solidaritas terhadap para pengungsi tersebut.”

Wakil Ketua partai CDU Armin Laschet juga menyuarakan pendapatnya, “Seharusnya Arab Saudi harus berfikiran untuk menampung para pengungsi bukannya  berbicara mengenai menyumbang pembangunan Masjid.

Menyusul tawaran Arab Saudi tersebut, terjadi kemarahan yang meluas di Jerman, banyak suratkabar yang menyuarakan kegeramannya, bagaimana bisa Jerman berpikir untuk menerima tawaran dari sebuah negara yang memberikan hukuman ekstrim seperti rajam dengan batu, hukum cambuk atau dera dan potong anggota badan.

 

KEBERADAAN masjid jangan sampai mengundang reaksi negatif dari penduduk sekitarnya. (Alislam; WA) Ahmadiyah Jerman Jerman menolak tegas tawaran Arab Saudi untuk membangun Masjid untuk pengungsi KH5-Friedberg-Collage

KEBERADAAN masjid jangan sampai mengundang reaksi negatif dari penduduk sekitarnya. (Alislam; WA)

RESPON yang diperoleh Arab Saudi dari Jerman tersebut adalah hasil usahanya yang dapat dikatakan instan, dan tidak banyak hal yang mencerminkan solidaritas negara-negara Arab di dalamnya.

Dengan tidak bermaksud mengecilkan siapapun, Jamaah Muslim Ahmadiyah jauh sebelumnya telah merintis jalan untuk membangun masjid di Eropa.

Sejak tahun 1920-an, Jamaah telah merintis usaha untuk mendirikan masjid di sana atas keinginan khalifah Jamaah yang kedua Khalifatul Masih II Alhajj r.a.. Jamaah harus membangun 2.500 masjid di Eropa.

Tentunya masih sangat jauh pencapaiannya namun itu bukan merupakan sesuatu yang dapat memutuskan harapan mulia tersebut.

Untuk Jerman sendiri, Jamaah Muslim Ahmadiyah telah mendirikan Masjid Daarul Amaan di kota dan Masjid Al-Mahdi di , pada tahun 2014 yang silam.

Bahkan, pendirian masjid-masjid tersebut mendapat respon positif dari para pejabat setempat dan perwakilan parlemen, dengan suara bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah datang dengan penuh toleransi, jamaahnya dapat berbaur dengan warga sekitar, dan—yang paling penting—tidak ada pemaksaan kehendak dalam bentuk apa pun; menjadi sumber ketentraman bagi semua anggota masyarakat setempat. Tidak peduli apakah mereka beragama atau tidak.

Seyogyanya masjid menjadi sumber untuk meningkatkan ibadah kepada swt., juga untuk sarana pertablighan/syiar Islam dengan damai. Selain itu keberadaan masjid jangan sampai mengundang reaksi negatif dari penduduk sekitarnya; menyangkut perijinan, lokasi yang tidak terlalu padat penduduk, dan tidak lupa – hubungan yang baik dengan pihak pemerintah dan warga sekitarnya.

Liebe für Alle, Hass für Keinen. Cinta untuk semua, Kebencian tidak untuk siapa pun.

 

Tribune | WA | ADS | DNZ | RP

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia