Opini

Manifestasi Birrul Walidain

anak sholeh

Ada sebuah kisah ketika ada tiga orang yang terperangkap dalam gua di sebuah gunung. Kejadiannya adalah mereka sedang istirahat berlindung di dalam gua itu, lalu tiba-tiba saja sebuah batu besar jatuh dan menutup pintu gua tersebut. Ketiga orang itu mengatakan bahwa saat seperti itu hanya kebaikan sajalah yang akan dapat menyelamatkan mereka.

      Lalu, orang yang ketiga mengatakan,  “Ibu saya dahulu sudah tua. Suatu malam dia meminta air. Ketika saya membawakan air, ternyata dia sudah tertidur. Saya tidak membangunkannya, untuk menghindari jangan-jangan hal itu akan mengganggunya. Maka saya berdiri sepanjang malam di situ memegang air tersebut. Di pagi hari ketika ibu saya bangun barulah saya memberikannya. Ya Allah, jika Engkau menyukai kebaikan saya itu, maka jauhkanlah kesulitan ini.” Maka batu tersebut pun bergeser lagi, sehingga ketiga­-tiganya dapat keluar. Begitulah Allah Ta’ala membalas setiap kebaikan.”

Dari cerita tersebut kita dapat mengetahui betapa makbulnya doa seorang anak yang saleh yang pada ibunya. Jika sejarah merupakan sarana belajar untuk kita, kita hendaknya malu jika sampai sekarang belum pada orang tua dan membahagiakan mereka. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-isra ayat 23-24:

Namun timbul satu pertanyaan, bagaimana cara kita berbakti kepada orang tua yang telah meninggal? Rasulullah SAW bersabda :

إِذَامَاتَ الإِنْسَانُ إِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلَهُ إِلَّامِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّامِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهَ

“Jika seorang manusia meninggal dunia, amalnya terputus, kecuali dari tiga hal,yaitu dari sedekah jariah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak yang mendoakannya” (HR Muslim, Al-Tirmidzi, Al-Nasai, Abu Daud, Ahmad dan AL-Darimi)

Lalu kemudian :

مَنْ زَارَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِى كُلِّ جُمْعَةٍ غُفِرَلَهُ وَكُتِبَ بَرًّا

“Barang siapa menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka pada setiap hari jumat, dia diampuni dan dicatat sebagai anak yang berbakti (kepada kedua orang tuanya)” (HR Al-Baihaqi)

Jasa kedua orang tua kita memang tidak dapat dibalas, sekalipun dengan nyawa kita. Oleh karena itulah kita harus senantiasa berbakti pada mereka dan senantiasa mendoakan mereka . Suatu saat kita pasti akan merasakan apa yang kedua orang tua kita rasakan. Semoga Allah mengampuni kita  dan menjadikan kita sebagai anak yang berbakti pada kepada kedua orang tua kita. Amin.

Sumber Gambar: http://english.bayynat.org/HumanRights/HumanRights_IslamicUpbringing.htm

Tentang Penulis

Hafiz Hamdani

Tinggalkan komentar