Opini

Membongkar “Mitos” Nabi Isa as. Hidup di Langit

nabi isa

Sebelumnya, saya sudah menjelaskan secara jelas bahwa ‍ as. tidak diangkat ke langit, kemudian beliau tetap disalib tetapi tidak sampai wafat. Sehingga arti dari “mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya” adalah mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya sampai wafat, penjelasannya bisa dibaca di Qureta ini. Tetapi ternyata masih ada yang berpendapat bahwa Isa as. tidak disalib sama sekali, melainkan diangkat oleh Allah Ta’ala dan hidup di langit. Demi Allah, yang telah mengirim sang Khatamman Nabiyyin Muhammad SAW dan mengirimkan Kitab Terbaik yang tanpa ada keraguan, Al Quran Suci, alangkah baiknya apabila semua muslim berhenti percaya pada mitos tentang Isa as hidup di langit itu.


Jujur, siapapun yang berhenti menggunakan akalnya atau “percaya saja” maka selamanya mereka akan terbelenggu pada kepercayaan atau mitos yang diajarkan turun-temurun dari generasi ke generasi. Termasuk kepercayaan Nabi Isa as masih hidup di langit, Tetapi, kita diharamkan untuk “percaya saja”, karena Allah Ta’ala telah menciptakan otak dan akal pikiran kita untuk merenung dan berpikir. Bahkan hingga 100 ayat! (sayahafiz.com). Karena itu, jika pembaca siap untuk menggunakan akalnya, silakan lanjutkan ke paragraf berikutnya.

Pertama, Allah berfirman tentang adanya kehidupan di langit dan bumi (QS. 42:30). Mereka yang masih percaya mitos sangat yakin ini bukti bahwa Allah memang menciptakan berbagai kehidupan di langit, tidak hanya di bumi. Karena itu mereka yakin bahwasanya masih bisa hidup di langit. Selain itu, masih banyak ayat-ayat lainnya yang berhubungan dengan kehidupan di langit. Jika NASA bisa mengirim manusia ke langit/bulan, mengapa Allah Ta’ala tidak bisa?. Kedua, Allah Ta’ala berFirman memperingatkan Dia akan mengeluarkan Nabi Adam as dan Istrinya Siti Hawa ra. dari surga (QS. 20:118). Ini bukti bahwasanya manusia memang mungkin hidup di surga. Jika seorang manusia bisa tinggal di surga, mengapa manusia tidak bisa tinggal di langit? Ketiga, Rasulullah SAW sendiri pernah terbang ke langit ke tujuh menggunakan kendaraan khusus dan sempat bertemu dengan para Nabi-Nabi (as), termasuk Pendapat ini sekaligus menjadi konfirmasi bahwasanya seorang manusia bisa terbang ke langit dan Nabi Isa as masih hidup di langit.

Kritisi argumen pertama, tentang kehidupan di langit. Mereka berkata “Allah Ta’ala berkuasa atas segalanya, Dia bisa memberikan segalanya supaya Nabi Isa as bertahan hidup”. Sungguh, argumen yang mengada-ngada. karena Allah Ta’ala berfirman, “jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”(QS. 55:33). NASA sudah membuktikan bahwa mereka punya kekuatan untuk menembus langit, bagaimana dengan Nabi Isa as.? Kekuatan apa yang digunakan beliau untuk menembus/naik ke langit? Jawabannya adalah tidak ada. Oleh karena itu Nabi Isa as. hidup di langit hanyalah mitos belaka.

Mari kritisi argumen ke dua, tentang Nabi Adam as. Ini sebenarnya sangat sederhana sekali. Mereka percaya Nabi Adam as. hidup di surga. Pertanyaanya, mungkinkah seseorang yang tinggal di surga bisa dikeluarkan? Jawabannya adalah sekali-kalinya tidak akan dikeluarkan (QS. 15:48). Nabi Adam as. memang tinggal di Jannah, tetapi jannah sendiri artinya Kebun, bukan surga. Sama seperti kata jihad yang berarti “berusaha”, bukan perang. Jadi, Nabi Adam as. tinggal di surga adalah mitos.

Terakhir, Nabi Muhammad SAW terbang ke langit dengan jasadnya juga termasuk mitos karena tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan dengan kekuatan apa Rasulullah SAW pergi ke langit ketujuh. Rasulullah SAW sendiri mengakui bahwasanya beliau tidak bisa naik ke langit karena beliau hanyalah manusia biasa (QS. 17:91-94).

Padahal Rasulullah SAW bisa saja berdoa kepada Allah Ta’ala untuk menerbangkan dirinya ke langit kalau memang naik ke langit dengan jasadnya itu memungkinkan. Jadi, Rasulullah SAW terbang ke langit dengan jasadnya adalah mitos. Melainkan, beliau SAW terbang ke langit dalam kondisi kasyaf atau bermimpi seperti dalam keadaan sadar. Lalu, Rasulullah SAW bertemu tidak hanya Nabi Isa as, tetapi juga Nabi-Nabi (as) yang lainnya. Apakah mereka juga benar-benar hidup pada waktu itu? Tidak. Jadi, Nabi Isa as. tinggal/hidup di surga/langit juga mitos.

Jika mereka masih “percaya saja” tentang kebenaran mitos Nabi Isa as bisa naik ke langit karena Allah Ta’ala sendiri yang berfirman “Angkat kepadaKu”, itu hak pribadi masing-masing umat Muslim. Yang jelas, memahami diangkatnya jasad Nabi Isa as ke langit hanyalah tak lebih dari mitos. Firman-Firman Allah Ta’ala yang lain telah membuktikan kekeliruan mitos tersebut dan akan berlaku selamanya, tidak ada pengecualian (QS. 35:44).

Jika pembaca sudah yakin Nabi Isa as sudah wafat maka pembaca bisa memahami arti dari diangkatnya Nabi Isa as. adalah bukan jasadnya melainkan derajatnya. Allah akan membersihkan tuduhan Nabi palsu dari orang kafir terhadap Nabi Isa as. (karena seperti wafat di ) dengan mengangkat derajatnya setinggi-tingginya sebagaimana seorang Nabi Allah yang benar (QS. 3:56).

Maka siapa Nabi Isa as. yang akan datang di tengah-tengah kaum Muslim? Bisa jadi Nabi Isa as. yang dahulu dihidupkan kembali. Tetapi jika beliau hidup kembali, beliau pun diutus hanya untuk Bani Israil (QS. 3:50) dan berkitab Taurat dan Injil (QS. 5:47). Sedangkan kaum Muslimin bukan Bani Israil.

Untuk apa Allah menghidupkan kembali Nabi Isa as. hanya untuk Bani Israil?. Bani Israel yang dulu memang wajib beriman kepada Nabi Isa as. Tetapi, Bani Israil yang sekarang harus beriman kepada Rasulullah SAW dan berkitab Al-Quran karena beliau diutus untuk seluruh manusia. Sehingga tidak masuk akal apabila Nabi Isa as. yang dulu hidup lagi untuk kembali menarik Bani Israel beriman kepada beliau dan berkitab Taurat dan Injil.

Sehingga jawabannya adalah seorang Muslim akan diutus Allah (QS. 62:3-4,22:76,3:180,7:36) sebagai representasi atau perumpamaan Nabi Isa as. Sebagaimana misi Nabi Isa as. yang dahulu adalah mengumpulkan domba-domba Bani Israel yang tersesat untuk mengikuti agama Taurat dan Injil, Nabi Isa as. yang kedua ini akan mengumpulkan atau menyatukan domba-domba seluruh umat manusia yang tersesat karena belum masuk DAN umat Muslim yang “tersesat” karena terpecah menjadi 73 golongan menjadi satu padu di bawah ajaran yang murni.

Ya, setelah Rasullulah SAW wafat, kepemimpinan Islam akan kembali dipimpin oleh sosok Nabi Isa as. yang beragama Muslim ini. Beliau bersabda:

“Aku adalah manusia yang paling dekat terhadap ‘Isa bin Maryam, karena tidak ada Nabi lagi antara dia dan aku. (HR. Abu Dawud no. 4324).

Siapakah sosok pemimpin yang dijanjikan itu? Tunggu penjelasannya di artikel selanjutnya.

catatan: Penomoran ayat dalam artikel menghitung Basmallah sebagai ayat pertama

 

Sumber Gambar: http://pemuda.stemi.id/article/7-perkataan-salib

Tentang Penulis

Fariz Abdussalam

Tinggalkan komentar