Akhlaq Faḍi'l-Lāh

Memelihara dan Mendidik Anak dalam Syariat Islam

mendidik anak

Dewasa ini pendidikan agama tidak mendapatkan perhatian karena mungkin pengaruh kebudayaan barat yang merajai dunia pada masa kini. Orang tua dalam menghadapi pendidikan anak-anaknya, tergantung kepada didikan guru di sekolah saja, seperti pendidikan formal ilmu pengetahuan dan pendidikan mental spiritual.

Untuk itu demi tegaknya syariat Islam, kita harus mempunyai pedoman dengan berpegang pada Al-Qur’an dan Hadits untuk mendidik anak kita.

Di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman yang artinya :

” Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu ” ( At-thahrim : 7 ).

Kalau kita perhatikan secara seksama, dalam ayat tersebut terkandung suatu perintah bahwa pendidikan haruslah dimulai dari keluarga dulu karena keluarga merupakan sebagian kecil dari masyarakat itu tadi.

Maka apabila dalam suatu keluarga gagal dalam memberikan pendidikan di dalam lingkungan keluarga itu akan membawa efek negatif dalam pergaulan masyarakat. Oleh sebab itu untuk pendidikan anak-anak kita, selaras dengan perintah ayat tersebut di atas, hendaknya sedini mungkin kita harus lebih memperhatikan terutama dalam hal tentang agama kepada Anak-anak kita.

Untuk itu, kita harus menerapkan pendidikan yang bersikap akhlak fadilah, seperti menjaga lidah-lidah mereka dalam mengucapkan kata-kata. Menjaga lidah berarti menjaga diri dari mengucapkan perkataan yang tidak baik, kotor, keji,serta menjerumuskan pelakunya kepada perbuatan dosa.

Pendek kata, jika ia tidak dijaga, lidah akan cenderung menyebabkan kesulitan, ketegangan, konflik, serta dosa. Itulah sebabnya kita menjaga lidah agar supaya dapat mengatakan perkataan yang baik.bila perhatikan dan kita simak sungguh tepat sekali sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Abu Hurairah r.a yang mengatakan :

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya hendaklah berkata dengan perkataan yang baik, atau diam “

Penjagaan lidah untuk hanya mengatakan perkataan yang baik atau diam adalah suatu nasehat jitu.

Salah satu aspek tarbiyat yang lain ialah saling memperbaiki kesalahan. Kalau kita melihat tingkah-laku anak-anak kita bertentangan dengan syariat, hendaknya kita jangan membiarkan begitu saja.atau kita jangan sebagai penonton saja dan berpikir mereka masih anak-anak. Justru sebaliknya, kita harus berusaha sekeras-kerasnya untuk memperbaiki perbuatan (hal) itu, Rasulullah s.a.w bersabda :

” Barangsiapa melihat suatu perbuatan yang tidak senonoh atau bertentangan dengan syariat, berusahalah memperbaiki dengan Tangan sendiri. Tetapi jika berbuat demikian tidak mungkin baginya, berusahalah memperbaikinya dengan lidah, jika hal itu tidak mungkin baginya, ia sekurang-kurangnya harus mencela hal itu didalam hatinya dan mencoba memperbaiki dengan jalan mendo’akannya. “

Dengan perintah ini Rasulullah SAW telah melatih tiap-tiap orang-orang mukmin menjadi tangkas dengan tugas saling awas mengawasi.

Sebagai orang tua bagi Anak-anak kita memulai mendidik anak kepada agama dan kesusilaan yang menurut hukum syariat.

Dan mengenal diri mereka sendiri dan mengenal kebaikan agar diri mereka selamat dalam dunia dan akhirat, dari pergaulan yang bersikaf negatif.

Agar mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.sungguh berat tugas dan tanggung jawab orang tua  dalam memajukan anak untuk mencari suatu derajat yang tinggi, karena kita dituntut pengorbanan moril Maupun materil.

Akan tetapi, Bila telah dapat melaksanakan tugas tersebut dan dapat dirasakan hasilnya oleh anak kita. Maka kita sebagai orang tua hanya dapat mengucapkan puji syukur Alhamdullah karena telah memberikan bekal pada anak kita yang tiada habisnya.

Di samping itu pula kita bagai telah diringankan beban yang diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk memberikan pendidikan kepada anak yang merupakan titipan Allah yang sangat berharga.

 

Sumber Gambar: https://twitter.com/islamicfreedom/status/507788453954613249

Tentang Penulis

Mirza Usman Fadhal Ahmad

Tinggalkan komentar