Opini

Mengenal Identitas Nabi Musa as. Menurut Taurat

taurat
Penulis Ammar Ahmad

Siapakah as ? Kenapa beliau dinamakan ? Siapa ayah, ibu, saudara dan saudari kandung, isteri, anak, cucu atau bahkan mertua beliau ? berapa umur beliau ? hukum apa yang beliau bawa ?

Pada tulisan ini penulis akan memaparkannya berdasarkan dan Kitab dalam Perjanjian Lama mengingat sejarah hidup Musa as direkam dengan detail didalam Taurat yang merupakan bagian dari Bible/Alkitab saat ini.

Kita tahu bahwa Taurat sendiri adalah kitab yang diimani oleh Nabi Musa as dan umat selama ribuan tahun. Taurat terdiri dari lima kitab yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Semua Nabi-nabi Israili setelah Nabi Musa as beriman pada Taurat termasuk Nabi Isa as yang membawa kitab .

Nabi Isa as sendiri mengakui bahwa beliau tidak membawa suatu hukum baru bahkan beliau datang untuk menggenapi Taurat (Matius 5:17). Walhasil hukum Taurat Musa benar-benar mewarnai perikehidupan bangsa Israil bahkan hingga sekarang.

Pertama-tama bila kita ingin mengetahui perihal Nabi Musa as sedari awal maka kita perlu membaca kitab Keluaran. Dari kitab ini kita ketahui bahwa ayah dan ibu Nabi Musa as berasal dari suku Lewi yang merupakan salah satu dari 12 suku Bani Israil. Suku ini kelak yang bertanggung jawab menjadi imam dan rahib yang melayani Bait Allah. Nama ayah Nabi Musa as adalah Amram sedangkan ibu beliau adalah Yokhebed (Keluaran 6:19). Kita tahu bahwa bayi Nabi Musa as diletakkan pada semacam peti dan dihanyutkan di sungai Nil.

Kisah ini dituturkan di dalam pasal 2 kitab Keluaran ini yang sedikit berbeda dengan keyakinan . Disebutkan pada pasal ini, bahwa Nabi Musa memiliki saudara perempuan yang mana tidak disebutkan namanya namun kelihatannya ia adalah Miryam yang disinggung pada Bilangan 12:1. Bayi Nabi Musa as ditemukan oleh puteri Firaun dan ia ingin mengangkatnya sebagai anaknya. Bayi Nabi Musa as disusui oleh ibu beliau sendiri yakni Yokhebed atas saran kakak perempuan Musa kepada puteri Firaun tersebut.

Puteri Firaun menamai anak itu dengan nama Musa, sebab katanya “Karena aku telah menariknya dari air” (Keluaran 2:10). Arti kata Musa sendiri adalah “ia yang ditarik keluar” atau “ia yang diselamatkan dari air”[1]. Setelah beliau dewasa, beliau tidak sengaja membunuh orang Mesir karena hendak membela bangsa Israil yang dianiaya oleh orang Mesir itu (Keluaran 2:11-12). Tak berapa lama kasus ini ketahuan dan Firaun ingin menghukum Nabi Musa as dengan hukuman mati.

Oleh karena itu Nabi Musa as hijrah ke tanah Midian. Disana beliau menikahi seorang gadis bernama Rehuellah Zipora (Keluaran 2:21) yang dari pernikahan itu lahirlah seorang anak laki-laki bernama Gersom. Kenapa nama Gersom yang dipilih ? sebab katanya “Aku telah menjadi seorang pendatang dinegeri asing” (Keluaran 2:22). Pada Keluaran 18:4 tercatat bahwa Musa as memiliki putera lagi bernama Eliezer. Dari kedua putera ini Nabi Musa as memilki 2 orang cucu yakni Sebuel dari Gersom (1 Tawarikh 23:15-17) dan Rehabya dari Eliezer (1 Tawarikh 23:15-17). Sedang mertua beliau bernama Yitro yang merupakan seorang Imam di Midian. Disini Nabi Musa as biasa menggembalakan kambing milik mertuanya itu.

Allah Ta’ala telah melihat keadaan buruk nan menyedihkan bangsa Israil yang diperbudak bangsa Mesir. Dengan rahmat-Nya, Allah berkenan menyelamatkan mereka dari belenggu perbudakkan dengan mengirimkan Nabi Musa as dan abangnya, Nabi Harun as. Nabi Musa as menerima wahyu pengutusannya disebuah gunung yang bernama Horeb (Keluaran 3:1), gunung ini dikenal dengan gunung Sinai (Tursina) dalam Al-. Sehingga beliau meninggalkan tanah Midian dan kembali ke Mesir untuk memulai misi beliau yakni mengeluarkan bangsa Israil dari Mesir.

Untuk mendukung misi Nabi Musa as. selain tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan tangan yang menjadi putih bila dimasukkan kedalam baju, Allah Ta’ala telah menunjukkan mu’jizat luar biasa yang dikenal dengan 10 tulah (Keluaran 7:14 sampai 12:42) yakni:

  1. Air menjadi darah
  2. Kodok
  3. Nyamuk dan kutu
  4. Lalat pikat
  5. Penyakit Sampar
  6. Tulah barah/penyakit kulit
  7. Hujan es dan api
  8. Hama belalang
  9. Gelap gulita selama 3 hari
  10. Kematian semua anak sulung orang Mesir baik laki-laki atau perempuan.

Paskah Yahudi ditetapkan pada malam tulah terakhir dengan membalurkan darah domba pada jenang pintu. Sehingga Paskah dianggap menggambarkan pembebasan dari perbudakkan dan menggambarkan persahabatan.

Pendek kata umat Israil akhirnya bisa dibawa keluar dari tanah Mesir dan bangsa ini kelak harus berperang melawan penduduk Kanaan agar mendapatkan tanah yang dijanjikan Tuhan pada Nabi Ibrahim as. Perlu diketahui bahwa bangsa Israil memang bersemangat untuk merdeka tapi sangat lemah mentalnya sehingga tidak mau berperang menaklukkan penduduk Kanaan. Sebagai balasannya Allah Ta’ala menahan mereka dari memasuki tanah perjanjian selama 40 tahun lamanya (Bilangan 14:33).

Sehingga generasi saat itu tidak dapat memasuki tanah perjanjian bahkan Nabi Musa as sendiri tidak dapat memasuki tanah itu (Ulangan 34:4). Beliau meninggal ditanah Moab saat berusia 120 tahun dan ditangisi oleh umatnya 30 hari lamanya (Ulangan 34:8). Posisi beliau digantikan Yosua bin Nun dan pada masanyalah bangsa Israil menaklukkan Kanaan.

Beliau lah yang dikenal menjadi Khalifah pertama Nabi Musa as. beliau merupakan sosok yang mukhlis diantara umat Nabi Musa as., beliau lah yang mau ikut berperang bersama Nabi Musa as saat mayoritas umat menolak untuk ikut berperang bersama Nabi mereka sendiri (Bilangan 14 : 6-10).

Nabi Musa as dinyatakan sebagai Nabi Israili yang paling besar dan agung dalam segala mu’jizat yang ditampilkannya dihadapan Firaun dan umatnya dan tidak ada Nabi Israili lainnya yang mampu menyamainya (Ulangan 34:10-12).

Hukum yang beliau bawa adalah Hukum Taurat yang juga dikenal dengan Hukum Musa. Saat Nabi Isa as ditanya hukum manakah yang paling utama dalam Hukum Taurat. Maka Nabi Isa as menjawab : “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para Nabi” (Injil Matius 22:36-40) jawaban beliau ini sangat tepat dan beliau merujuk pada Kitab Taurat sendiri yakni Ulangan 6:5 dan Imamat 19:18.

Ada satu hal lagi yang sangat terkenal dari hukum Taurat yakni 10 Perintah Tuhan (Keluaran 20:1-17) yang darinya kita tahu bahwa Taurat mengajarkan Ke-Esaan Tuhan juga. Berikut poin-poinnya:

  1. Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku.
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit diatas, atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air dibawah bumi. Jangan bersujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.
  3. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu.
  6. Jangan membunuh.
  7. Jangan berzinah.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.

Inilah sejarah singkat Nabi Musa as dan beberapa aspek kehidupan serta syariat beliau yang kita dapati dalam Taurat. Untuk menutup tulisan ini, penulis akan mengutip satu ayat Taurat yang menggambarkan keutamaan Nabi Musa as dari pada Nabi-nabi Israili lainnya.

Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang diatas muka bumi (saat itu, pen.)”.

(Bilangan 12:3)

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Musa diakses 18 Agustus 2018

Sumber Gambar: https://www.myjewishlearning.com/article/the-torah/

Tentang Penulis

Ammar Ahmad