Opini

Menghapus Pandangan Dunia Bahwa Cadar Penanda Teroris

Saat ini () menjadi buah bibir masyarakat, seolah-olah menjadi tren masa kini. Bahkan di beberapa universitas ada yang melarang menggunakannya. Banyak yang beranggapan bahkan itu identik dengan budaya Arab, menyeramkan, bahkan ada yang menyebutnya . Jika ditilik lebih dalam cadar hanyalah sebuah kain. Tetapi orang-orang banyak yang menghubungkannya dengan bom atas dasar wanita yang memakai cadar adalah penganut radikal dan paham terorisme.

Lantas bagaimana dengan wanita-wanita bercadar yang memiliki tujuan mulia untuk mendapat ridho Allah Ta’ala dengan cara tidak mengumbar kecantikannya. Apakah mereka juga harus dicap sebagai seorang teroris?

Banyak dari wanita-wanita bercadar yang mendapat perlakuan tidak menyengakan dari masyarakat. Mereka sering dituduh sebagai pengikut gerakan terorisme. Bahkan terdapat beberapa universitas Islam yang melarang penggunaan cadar berdasarkan pandangan “niqab berarti teroris”. Walaupun tidak semua wanita bercadar adalah teroris.

Mereka hanya ingin lebih menjaga kecantikan mereka dari pandangan orang-orang yang bukan mahram mereka. Mereka hanya tidak ingin kecantikan mereka mendatangkan dosa atau bahkan menjadi kutuk laknat dunia. Bukankah ini tujuan yang mulia? Ditambah lagi setiap individu berhak menentukan kehidupan mereka yang terpenting tidak mengganggu orang lain.

Jika individu lain boleh berpenampilan terbuka lantas mengapa perempuan muslim tidak boleh menggunakan cadar agar lebih menjaga aurat mereka. Toh itu tidak mengganggu masyarakat dan tidak pula bertentangan dengan syariat Islam karena tidak ada satupun dalil dalam Islam yang melarang penggunaan cadar.

Dan untuk saya, mungkin ini pertama kalinya saya memakai niqab. Mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa wanita yang menggunakan niqab adalah teroris. Tapi untuk saya, wanita yang memakai niqab adalah wanita spesial. Mengapa spesial? Karena tidak semua wanita mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Banyak pertimbangan memang bagi kaum wanita untuk siap betul menggunakan cadar. Bukan tanpa alasan jika mereka merelakan wajah cantiknya tertutup, misalnya menghindari konsumen publik yang sekarang semakin tidak sehat. Bagaimana tidak? Jika diluar sana banyak ancaman yang menunggu para wanita.

Para lelaki hidung belang misalnya kita tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka ketika mereka melihat kita. Butuh ketegaran dalam diri seorang wanita akan hal mengenakan cadar. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan, dengan perubahan dan identitas baru yang mereka bawa, apalagi di tempat minoritas. Tapi niat dan keteguhan adalah nilai tambah yang kadang orang melihatnya sebelah mata. Itulah kenapa saya sampaikan spesial karena tidak semua wanita mendapatkan hidayah tersebut.

Sebelum saya memakainya saya benar-benar peduli terhadap apa yang dipikirkan orang lain tentang saya. Tetapi kemudian saya berfikir, berapa lama saya harus menjadi hamba dari orang lain. Saya ingin bebas! Saya melihat beberapa tatapan tajam terhadap diri saya. Dan bagi saya mereka tidak tahu apa itu keindahan menutup diri sendiri (aurat). Mereka mungkin belum mengerti apa keindahan melestarikan kecantikan di dalam Islam.

Satu hal tentang saya, tidak ada yang memaksa saya, saya hanya melihat dari apa yang saya pahami dan saya imani dalam Al-Qur’an. Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 30-31, bahwasannya Allah Ta’ala berfirman:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ 30
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 31

Artinya: “Katakanlah kepada orang-orang laki-laki beriman, mereka hendaknya merendahkan pandangan mereka dan memelihara aurat mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah itu mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, bahwasannya mereka hendaknya menundukan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka memamerkan kecantikan mereka atau perhiasan mereka, kecuali apa yang dengan sendirinya nampak dari kecantikan itu, dan mereka hendaknya menggunakan kudungan mereka hingga menutup dada mereka, dan janganlah mereka memamerkan kecantikan mereka atau perhiasan mereka, kecuali kepada suaminya, atau kepada bapaknya, atau bapak suaminya, atau anak lelakinya, atau anak lelaki suaminya atau saudara lelaki mereka, atau anak lelaki saudara lelaki mereka, atau anak lelaki saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan teman-teman mereka atau apa yang dimiliki oleh tangan kanan mereka, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengetahui tentang bagian-bagian aurat mereka, dan janganlah mereka menghendaki kaki mereka, sehingga apa yang mereka sembunyikan dari keindahan mereka dapat diketahui. Dan kembalilah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu mendapat kebahagiaan.” (An-Nur 30-31)

Perintah di atas sudah sangat jelas bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kepada umatnya agar memelihara auratnya dan menjaga pandangannya dari apa yang nampak. Maka dari itu kita sebagai masyarakat yang baik kita tidak bisa menghakimi seseorang berdasarkan penampilannya karena belum tentu cadar menunjukan jati diri seorang teroris. Serta kita tidak pernah tahu apa alasan di balik wanita memakai cadar.

Bijaksanalah ketika kalian melihat sesuatu yang berbeda di sekitarmu dan janganlah menghakimi mereka jika mereka berbeda.

Sumber Gambar: http://www.independent.co.uk/news/world/europe/muslim-woman-attacked-bitten-vienna-austria-hijab-islam-a7322411.html

Tentang Penulis

Dela Monica Sutomo Putri

Tinggalkan komentar