Opini

Mengikat Tali Persaudaraan Jamaah Melalui Baiat

baiat
Penulis Hanif Ahmad

Kegaduhan dan hiruk-pikuk memilih pemimpin muslim atau non muslim menjadi perhatian hampir semua anak bangsa di tanah air. Yang disebabkan oleh yang namanya pilkada DKI.

Gambaran semacam ini jelas sudah dinubuatkan atau sudah disebutkan dalam makna tafsir bahwa sebelum mereka memilki pemimpin rohani, maka kecemasan dan kekhawatiran akan menaungi mereka.

Tetapi jika mereka sudah memiliki pemimpin rohani, maka kecemasan dan kekhawatiran itu hilang sirna seperti awan gelap yang tertiup angin, diganti oleh cahaya terang benderang karena pemimpin rohani itu adalah cahaya petunjuk menuju kebenaran yang dicontohkan Rasulullah saw.

Orang-orang yang sudah mengikat janji seperti teladan sahabat-sahabat Rasulullah sudah tak terganggu sedikitpun oleh segala bentuk duniawi (pemimpin) karena nikmat pemimpin rohani sudah cukup menjadi cahaya terang benderang dalam bendera kebenaran ajaran Islam.

Lalu, bagimana caranya memilih pemimpin yang sudah diteladakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya tersebut. Cara memilih pemimpin yang diajarkan bahkan oleh Allah Ta’ala adalah melalui . Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang baiat kepada engkau sebenarnya mereka baiat kepada Allah. Tangan Allah berada di atas tangan mereka. Maka siapa yang melanggar (janjinya), sesungguhnya ia memutuskan untuk kerugiannya sendiri; dan siapa yang menyempurnakan apa yang dia telah janjikan kepada Allah, maka Dia segera memberi ganjaran yang besar (Al-Fath 11)

Kalau zaman awalin mandat baiat diberikan kepada Rasulullah dan Para beliau saw. Lalu pada zaman ini kepada siapakah mandat baiat itu sudah diberikan.

Rasulullah saw bersabda;

“Maka, apabila kamu sekalian memahaminya (), maka baiatlah kamu kepadanya, meskipun kamu merangkak di atas salju, karena ia Khalifatullah, Al-Mahdi (HR Ibnu Majah, dan Al-Hakim dalam Al-mustradrak, dari Tsauban radhiyallaahu’anhu dan Kanzul Umal juz XIV/38658)

Dengan demikian bahwa baiat kepada Imam Mahdi itu merupakan perintah Rasulullah saw, untuk zaman ini karena kedatangan Imam Mahdi dan Khalifahnya sudah nyata ada dan hadir sebagai ajaran Islam yang membawa perdamaian, bukan bentuk khalifah yang menciptakan ketakutan, kehancuran atau pembunuhan.

Imam Mahdi dan para khalifahya hanya mengikuti perintah Rasulullah saw. Berkat baiat ini Insyaa Allah Ummat Islam akan segera menjadi satu ikatan jamaah menyeluruh yang menjadi rahmat untuk semua bangsa bangsa di dunia.

Imam mahdi mengajarkan yang maksudnya bahwa apabila seseorang menyadari bahwa dirinya dan hartanya telah dibeli Allah karena sudah dijual melalui baiat (makna baiat berasal dari kata menjual), maka hubungan dengan hal duniawi bukan hal yang menggangunya karena kecintaan kepada Allah sedemikian rupa, sehingga menghapuskan kepada segala kecintaan selain Allah (duniawi), bahkan hati jiwa dan ruhnya dipenuhi oleh nur atau cahaya.

Bukan kegaduhan, bukan caci maki, bukan kecemasan karena kehilangan kejujuran. Tetapi siapapun mereka pemimpin duniawi, sudah tak menggangunya lagi karena janji Allah itu pasti, bahwa jual-beli yang mengembirakan itu adalah jual-beli melalui baiat kepada Allah Ta’ala melalui Imam Zaman, Imam Mahdi, Insyaa Allah. Aamiin.*

Sumber Gambar: https://www.alislam.org/gallery2/v/album99/album100/JalsaUK2009/Sunday/UKJalsaSalana0726200995.jpg.html?g2_imageViewsIndex=1

 

Tentang Penulis

Hanif Ahmad