Opini

Menguak Kelahiran Nabi Isa as

kelahiran yesus

                Kelahiran Isa as telah terjadi pada musim ketika pohon-pohon kurma di Yudea sedang melebat dengan buah-buahnya yang segar. Musim itu jelas jatuh pada bulan-bulan Agustus-September, tetapi menurut anggapan umat Kristen pada umumnya ISA as dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Pada Hari itu seluruh umat Kristen di seluruh dunia merayakannya setiap tahun dengan perayaan yang sangat meriah anggapan umat Kristen ini ditentang oleh Al-Qur’an. Bukan hanya ditentang oleh Al-Qur’an tetapi juga oleh sejarah bahkan oleh perjanjian baru sendiri.

            Ketika menulis mengenai waktu kelahiran Isa as,  Lukas berkata “maka di jajahan itupun ada beberapa orang gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan binatangnya pada waktu malam” (Lukas 2:8). Pernyataan ini ditafsirkan oleh Uskup Barns dalam bukunya yang tersohor, The Rise of Christianity pada halaman 79 berkata “lagipula tidak ada dalil untuk mempercayai, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Isa as yang sebenarnya.

Kita dapat menaruh kepercayaan sedikit saja pada ceritera kelahiran Isa as dengan para gembala yang berjaga-jaga pada malam hari di padang rumput dekat Bethlehem, seperti dikisahkan oleh Lukas, maka kelahiran Isa as tidak terjadi di musim dingin ketika suhu di daerah pegunungan Yudea waktu malam begitu rendah sehingga udara menjadi sedingin es. Sehingga adanya salju bukan merupakan sesuatu hal yang luar biasa.

Sesudah diadakan banyak perdebatan, rupanya hari natal itu telah ditetapkan kira kira pada tahun 300 Masehi. Pandangan Uskup Barns itu didukung oleh Encyclopaedia Britannica dan Chambers Encyclopaedia (pada kata “Christmas”):

   Hari dan tahun yang tepat mengenai kelahiran Isa as tidak pernah mendapat ketetapan yang memuaskan, tetapi ketika bapak bapak gerejawan pada tahun 340 Masehi memutuskan tanggal untuk merayakan peristiwa itu, mereka dengan bijaksana memilih hari-balik matahari (solstice) di musim dingin yang tetanam dengan kuat dalam hati rakyat dan yang merupakan pesta mereka yang terpenting. Oleh sebab adanya perubahan-perubahan dalam kalender-kalender buatan manusia hari-balik matahari dan hari natal berselisih hanya beberapa hari saja. (Enc. Brit. 15 th, edition vol,15 hal 642 dan 642A). Kedua, hari-balik matahari di musim dingin itu dianggap sebagai hari kelahiran matahari, dan di Roma 25 Desember dianggap sebagai suatu pesta orang orang musyrik dalam memperingati Solstice. Gereja yang tidak dapat menghapuskan pesta rakyat ini memberi rona rohani sebagai hari lahir matahari keshalehan (Ch.enc)

            Pernyataan kedua Encyclopaedia ini didukung oleh Commentary on the Bible karangan Peake. Dalam buku ini, pada halaman 727 Peake berkata “musim kelahiran Isa as itu bukan jatuh pada bulan Desember. Hari natal kita merupakan tradisi di masa agak kemudian, Mula-mula terdapat di Barat. Dengan demikian penyelidikan berdasarkan ilmu sejarah mengenai asal usul agama Kristen membuktikan kenyataan tanpa ada keraguan sekelumit pun bahwa Yesus dilahirkan bukan pada bulan Desember.

            Dr. John D.Davis dalam karyanya, Dictionary of the Bible, di bawah kata Year menulis, bahwa kurma menjadi matang dalam bulan Elul dan dalam Commentary on the Bible karangan Peake (halaman 117) bahwa bulan Elul itu bertepatan dengan bulan Agustus dan September. Lebih jelas lagi Peake mengatakan Y.Stewart dalam bukunya “When did Our Bord Actually Live?’ membuktikan dari prasasti tulisan di sebuah gereja di Angora yang menyebutkan ceritera Injil yang sampai ke Tiongkok pada tahun 25-28 Masehi, menetapkan kelahiran Yesus pada tahun 8 S.M (bulan September atau Oktober) dan menetapkan peristiwa penyaliban pada hari rabu tahun 24 M.

            Dari pernyataan dua buku Encyclopaedia di atas didukung oleh kutipan dari Commentary of the Bible karangan Dr.Arthur S.Peake.M.A,D.D., bahwa Isa as dilahirkan dalam penanggalan Yahudi bulan Elul, bertepatan dengan bulan Agustus-September, dan dari A Dictionary of the Bible oleh Dr.John D.Davis D.D. Lagipula, kenyataan bahwa Siti Maryam telah dibimbing ke suatu mata air seperti disebutkan dalam ayat terdahulu untuk minum air dan membasuh dirinya, mengisyaratkan bahwa kelahiran nabi Isa as terjadi pada sekitar bulan Agustus atau September. Sebab Siti Maryam tidak mungkin membasuh dirinya di tempat terbuka dalam cuaca Yudea yang sedingin es di bulan Desember (lihat edisi besar tafsir dalam bahasa Inggris hal 1575-1576).

            Dari pernyataan – pernyataan ini jelaslah bagi kita bahwa menyebutkan 25 desember sebagai hari natal ialah suatu kekeliruan yang mana hal ini telah menjadi pemahaman masyarakat yang meluas dan telah menjadi budaya. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menambah keilmuan kita dan juga mengubah pemikiran kita serta memacu kita untuk mencari misteri-misteri yang lainnya yang terkandung dalam kehidupan Nabi Isa as.

 

Sumber Gambar: http://historyforliars.tumblr.com/post/71139216139/december-25-6-bc-the-birth-of-jesus-christ

Tentang Penulis

Ari Zafrullah

Tinggalkan komentar