Opini

Mengungkap Kunci Perdamaian

perdamaian

adalah hal yang diidam-idamkan oleh semua orang, namun impian ini tidak akan dapat terwujud selama manusia tidak melakukan sesuatu yang dapat mengubah hal-hal yang buruk menjadi sesuatu yang lebih baik sebagai penunjang terciptanya .

Perdamaian dapat tercipta apabila manusia di dunia ini dapat menyukai sesuatu untuk orang lain sebagaimana mereka menyukai untuk diri mereka sendiri. Dengan kata lain, apabila egoisme masih menyelimuti manusia dalam setiap sendi kehidupan ini, maka perdamaian akan sangat sulit, bahkan tidak dapat diciptakan.

Dalam menciptakan perdamaian, tidak lepas dari kesabaran. Jika kemarahan tidak dapat dihilangkan, maka perdamaian tidak dapat diciptakan. Seseorang yang sedang marah tidak akan dapat berfikir dengan baik, sehingga perdamaian tidak akan timbul dari dirinya. Sedangkan orang yang bijak tidak akan marah jika tidak ada suatu sebab yang begitu berarti, sehingga orang tersebut dapat mengendalikan kemarahannya. Jika hal ini dimiliki oleh setiap manusia, apakah mungkin tidak akan tercipta perdamaian?

“Ingatlah bahwa amarah dan kecerdasan saling bermusuhan secara membahayakan, seseorang yang cerdas tidak dapat marah tanpa alasan yang jelas.”(Mirza Ghulam Ahmad as, pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah).

Kebanyakan orang dewasa ini hanya memandang kerusuhan yang terjadi antar Negara, ataupun ketidak baikan dari suatu pemerintahan di sebuah Negara. Mereka selalu menuntut perdamaian kepada para petinggi di sebuah Negara. Hal semacam ini adalah hal keliru, karena pada prinsipnya, perdamaian itu akan tercipta melalui beberapa tahap. Setiap manusia haruslah memperhatikan hal ini. Tahapan tersebut ialah:

  • Diri sendiri

Tahapan ini adalah tahapan paling mendasar yang harus dipenuhi. Tidak akan pernah tercipta suatu perdamaian apabila setiap individu tidak memperbaiki dirinya. Misalkan saja, apabila di Indonesia hanya mengandalkan seorang presiden dan jajarannya, ketika mereka telah membangun suatu Negara dengan baik, namun rakyat Indonesia tidak memperbaiki dirinya, menhancurkan sarana yang telah dibangun, tidak menjaga apa yang telah dibangun, tidak bisa mengendalikan amarah dan keegoisannya.  Hal ini tidak akan dapat menciptakan suatu perdamaian. Maka dari itu, setiap individu haruslah memperhatikan hal tersebut.

  • Keluarga

Setelah seseorang dapat memperbaiki dan mengendalikan dirinya dengan baik, maka hal yang harus diperhatikan adalah lingkungan keluarganya. Apabila setiap orang dapat mengendalikan dan menciptakan perdamaian dalam keluarganya, maka akan sangat mudah untuk menciptaka perdamaian dalam ruang lingkup yang lebih besar lagi.

  • Lingkungan sekitar

Jika dalam ruang lingkup keluarga sudah dapat diciptakan perdamaian, maka dalam ruang lingkup yang lebih besar tidak akan terasa berat untuk menciptakan perdamaian tersebut. Namun, bila hal ini tidak diberikan perhatian yang serius, maka hal ini akan terasa sangat berat dan perdamaian yang diharapkan tidak akan dapat terwujud.

  • Negara

Perdamaian dalam ruang lingkup Negara akan dapat tercapai bila hal diatas telah terpenuhi. Jika hal hal diatas telah terpenuhi, maka peran suatu atasan atau pemimpin sangatlah penting

  • Dunia

Jika setiap Negara dapat menciptakan perdamaian tersebut, maka tidak akan ada usaha yang begitu berarti untuk menciptakan perdamaian di dunia ini.

Perdamaian akan terwujud setelah orang di dunia ini dapat mengerti betapa pentingnya perdamaian tersebut. Dan setiap orang berusaha untuk menciptaka perdamaian melalui dirinya sendiri, keluarga, tetangga. Setelah hal ini terlaksana, maka akan dengan sangat mudah menciptakan perdamaian dalam suatu Negara, bahkan di dunia ini.

Perdamaian tidak diciptakan oleh beberapa orang saja, melainkan setiap orang harus berpartisipasi dalam menciptakan perdamaian tersebut.

Tentang Penulis

Muhammad Arifin

Tinggalkan komentar