Opini

Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Allah

cinta kepada allah

Alamat dari rasa adalah keselarasan dan adaptasi terhadap apa yang dicintai dan menghindarakan persselisihan dengannya.

“Sebagian orang berpendapat, bahwa menangis di hadapan Tuhan tidak bermanfaat sama sekali.  Tetapi pendapat ini sangat salah. Orang-orang macam ini tidak memiliki keimanan  akan  keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Jika mereka memiliki keimanan sejati dan benar, mereka tidak akan mau mengemukakan pendapat ini. Kapan saja  seseorang datang kepada Tuhan dan bertaubat dengan tulus, dia telah menjadi penerima rahmat Tuhan yang tetap.

Seseorang dengan tepat telah menggambarkannya, “Tidak ada seseorang kekasih yang tidak dirawat oleh orang yang dicintainya.  Tentu saja: “Ya, Tuan, tidaklah engkau sakit, kecuali  dokter ada di situ.”  Tuhan menginginkan kalian datang kepadanya dengan hati yang suci, tentu saja keadaan kalian harus menjadi apa yang Dia  kehendaki. Kalian harus mengubah diri kalian,   yang menjadikan kalian  seseorang yang cukup pantas hadir di hadapan Tuhan.

Aku beritahu kebenaran kepada kalian, bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa memiliki kekuatan yang indah, dan rahmat serta berkat-Nya tidak terbatas, tetapi kalian pun harus memiliki  mata kecintaan untuk melihatnya. Jika seseorang memiliki kecintaan yang tulus kepada-Nya, Dia sangat menerima doa-doanya dan menganugerahkan pertolongan-Nya kepadanya”

قُلْ اِنْكُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِى يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

 

(Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”( –  (Āli-Imrān, 31).

Dalam ayat ini tersirat kata “ikutilah Aku” bermaksud kepada nabi Muhammad SAW. Pengikut-pengikut yang sejati tentulah orang-orang yang berusaha-keras sepenuhnya mengikuti segala tutur-kata dan amal perbuatan orang yang mereka ikuti. Pengikut adalah dia yang mengikuti dalam segala segi.  Allah Ta’ala tidak menyukai orang-orang yang mencari kesenangan bagi diri sendiri (bersenang-senang) dan yang mencari-cari (membuat-buat) kesusahan sendiri. Justru mereka itu akan memperoleh kemurkaan Allah Ta’ala.

Lantas apakah kalian telah mengikutinya ? seperti apa yang ada di dalam Al-Quran, Sunnah, Hadits, maupun Rukun Islam. Terlebih apakah kalian telah meninggalkan syahwat yang diharamkan demi Allah? Apakah kalian telah meninggalkan makan dan minum demi Allah? dan apakah kalian telah memberikan beban terhadap hawa nafsu kalian demi Allah?

Jika kalian belum melakukan sesuatupun dari kebaikan yang telah disebutkan, maka klaim kalian hanya sebuah nama tanpa makna, yang tidak akan bermanfaat di dunia mapun akhirat, tidak disisi manusia maupun Allah SWT. Hz.Ali r.a bersabda “Barangsiapa suka kepada suga, maka segeralah kepada kebaikan. Barangsiapa takut pada neraka maka dia mesti mencegah nafsunya dari syahwat dan siapa yang yakin akan adanya kematian, maka semua kelezatan baginya akan terasa hampa dan hambar.”

Jadi, jika manusia  melalui amalan menzahirkan ketidakpedulian terhadap Allah Ta’ala, maka pahamilah bahwa Allah Ta’ala juga tidak peduli terhadapnya. Dan jika manusia menjalin hubungan kecintaan terhadap Allah Ta’ala dan tunduk kepada-Nya bagai air [yang mengalir] maka pahamilah bahwa Dia Maha Pengasih. Allah Ta’ala cinta kepadanya melebihi orang yang mencinta. Dia adalah Allah yang menurunkan berkat-berkat kepada orang-orang yang dicintai-Nya.

Sumber:

  1. Malfuzat, jld. I, hlm. 143-144
  2. Malfuzāt, jld. I, hlm. 338

Sumber Gambar: http://ilmfeed.com/quran-secretly-taught-soviet-union/

Tentang Penulis

Hafiz Hamdani

Tinggalkan komentar