Opini

Nubuatan 3 Hari Nabi Hosea as bagi Kebenaran Imam Mahdi

imam mahdi
Penulis Ammar Ahmad

Banyak sekali nubuatan-nubuatan atau kabarsuka dalam Perjanjian Lama berkenaan dengan . Beberapa nubuatan berkenaan dengan kedatangan yang pertama yakni dari Nazaret.

Namun ada juga nubuatan tentang kedatangan kedua Yesus di akhir zaman. Begitu banyaknya nubuatan mesianik seolah-olah para berlomba-lomba dalam menubuatkannya. Dalam Perjanjian Lama banyak sekali -nabi yang memang tidak semuanya diceritakan oleh Al-Quran dimana mereka menubuatkan Mesias.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas berkenaan dengan nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Hoseaas tentang kedatangan kedua Isa as. Nabi Hoseaas adalah Nabi yang diutus untuk Kerajaan Utara yang merupakan pecahan dari Kerajaan Nabi Sulaimanas.

Kerajaan Utara saat itu dipimpin oleh Yerobeam kedua[1]. Nubuatan ini sangat menarik dan diakui oleh umat Kristiani[2] sendiri sebagai nubutan untuk kedatangan kedua Yesusas. Lalu bagaimana bisa nubuatan ini membenarkan pendakwaan Hazrat as pendiri Jamaah yang mengaku sebagai Yesusas/Isa Al-Masih yang dijanjikan.

Dalam Hosea 5 : 15 tertulis:

“Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:”

Dari ayat ini Dr. Chuck Missler[3] menyatakan bahwa saat kelak terjadi Kesengsaraan Besar yang bahkan belum pernah terjadi sebelumya. Umat akan berputus asa dan akan memohon kepada agar Yesusas kembali kedunia. Pada ayat berikutnya tertulis:

“Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.” (Hosea 6:1-2)

Dari ayat ini ada suatu masa yang mana disebutkan bahwa Tuhan telah menerkam dan memukul umat Israel. Masa ini terjadi selama “dua hari”.Menurut Renee M. Mose[4] dalam bukunya Rapture Puzzle masa “kemurkaan” Tuhan itu dihitung setelah “kenaikan” Yesus (kurang lebih 33 Masehi). Lalu Yesus akan tampil “pada hari yang ketiga” sebagai wakil Tuhan yang akan membangkitkan kehidupan rohani diakhir zaman.

Jadi apakah Isa as yang kedua akan hadir untuk menentramkan dunia setelah dua hari kenaikan beliau yakni hari ketiga setelah kenaikan beliau? Hal ini tidak terbukti dalam sejarah bahkan dalam Injil sendiri.

Untuk itu kita perlu untuk mencari tahu berapa lama sebenarnya “dua hari” menurut Tuhan itu. Dalam Al-Quran satu hari dalam hitungan Tuhan sama dengan 1000 tahun hitungan manusia. Alla Ta’ala berfirman:

وَاِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَاَلْفِ سَنَةٍ مِّمَا تَعُدُّوْنَ

Artinya: “Dan sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”. (QS.Al-Hajj, 22:48)

Lalu bagaimana menurut Bible sendiri ? dalam Mazmur 90:4 tertulis:

“Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam”

Artinya Perjanjian Lama mengakui bahwa satu hari dalam hitungan Tuhan sama dengan 1000 tahun dalam hitungan manusia. Untuk lebih jelasnya kita lihat Perjanjian Baru dimana Petrus yang diyakini sebagai Paus pertama dari Gereja Katolik menulis dalam suratnya:

“Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Petrus 3:8).

Ini artinya baik Perjanjian Lama dan Baru keduanya sependapat kalau satu hari dalam hitungan Tuhan sama dengan 1000 tahun hitungan manusia.

Dengan demikian masa Tuhan menerkam dan memukul umat akan berlangsung selama 2000 tahun setelah tiadanya Isa as dari tanah Israel. Sedangkan kedatangan Isa as yang kedua yang diyakini akan terjadi setelah masa itu, mengindikasikan bahwa kedatangan kedua beliau akan terjadi pada akhir masa 2000 tahun itu atau awal dari masa ribuan ketiga.

Muncullah pertanyaan yang penting karena masa 2000 tahun semenjak Isa as sudah berlalu maka sudah munculkah Isa as yang ditunggu-tunggu itu? Kita ketahui bahwa umat Kristiani saat ini masih menunggu-nunggu Isa as, lalu apakah nubuatan itu keliru dan melenceng ? ataukah kita yang salah memahami nubuatan itu ? Atau sebenarnya Isa as telah muncul hanya saja kita belum mengetahuinya.

Ketahuilah pembaca yang budiman, Isa as telah muncul dan tengah mendirikan Kerajaan 1000 tahunnya[5] di dunia ini saat ini. Di suatu dusun bernama Qadian telah ada yang mendawakan diri sebagai Al-Masih (Isa) yang dijanjikan. Namanya ialah Hazrat Mirza Ghulam Ahmadas.

Beliau telah mengadakan berbagai pembuktian akan kebenaran beliau dari berbagai segi yang akan terlalu panjang untuk diuraikan pada tulisan ini. Beliau datang dari Tuhan dan Tuhan mengadakan dukungan-dukungan-Nya untuk beliau. Isa as secara jasmani tidak mungkin datang lagi sebagaimana Eliaas tidak datang dalam rupa jasmani melainkan datang dalam sosok Yohanes Pembaptisas.

Pada tulisan ini baik kita buktikan bahwa waktu kedatangan Hazrat Mirza Ghulam Ahmadas sesuai dengan perhitungan Nabi Hoseaas. Masa antara Isa as dan saw adalah sekitar 600[6] tahun. Sedangkan Masa antara Nabi Muhammadsaw dan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah sekitar 1300 tahun[7].

Maka tepatlah beliau datang pada akhir masa 2000 tahun (sekitar 1910 tahun setelah Yesusas) setelah Yesus dan awal dari Hari ketiga yakni Ribuan ketiga ketika kerajaan 1000 tahun dalam kitab Wahyu pasal 20 dimulai. Nyatanya, Jamaah Muslim Ahmadiyah yang didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmadas telah berdiri sekitar 129 tahun (berdiri 23 Maret 1889).

Kini telah menyebar di 210 negara. Di bawah bimbingan kelima Jamaah Muslim Ahmadiyah[8] kini jamaah ini semakin berkembang menyebarkan aqidah yang benar tentang sejati yang damai dan aqidah yang benar mengenai Isaas. Masa sekarang inilah ketika Tuhan dalam Kitab Hosea akan ‘menyembuhkan’, ‘membalut’ luka umat-Nya dan ‘membangkitkan’ kita. Dengan demikian nubuatan Nabi Hoseaas  ini telah mendukung kebenaran dari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as.

[1] Missler, Chuck.2006.Learn The Bible in 24 Hours.Dionisius P&Generesius Blomen N (penerjemah).2006.Visimedia:Jakarta. (hal.197)

[2] Missler, Chuck.2006.Learn The Bible in 24 Hours.Dionisius P&Generesius Blomen N (penerjemah).2006.Visimedia:Jakarta. (hal.371)

[3] Missler, Chuck.2006.Learn The Bible in 24 Hours.Dionisius P&Generesius Blomen N (penerjemah).2006.Visimedia:Jakarta. (hal.371)

[4]https://rapturepuzzle.wordpress.com/2015/07/02/bab-1-rancangan-7000-tahun-tuhan-untuk-umat-manusia-perhentian-di-hari-ke-7/ diakses 21 Mei 2018.

[5] Wahyu pasal 20

[6] Nabi Muhammad lahir pada 20 April 571 Masehi (Ustadz Mahmud Basya (w.1303 H) lihat https://blog.al-habib.info/id/2015/12/tanggal-lahir-nabi-muhammad-kalender-masehi/ dan beliau saw wafat pada  12 Rabi’ul Awal tahun 11 H atau 8 Juni 632 M

[7] Tanggal kelahiran Hz.Mirza Ghulam Ahmad as ialah 13 Februari 1835. Dan beliau wafat pada 26 Mei 1908. Maka masa Rasulullah saw dengan Hz.Masih Mau’ud as adalah 1908-632=1276+63 (usia Rasul saw)=1339 tahun. Maka jarak Yesus as dari Nazaret dengan Hz. Mirza Ghulam Ahmad as ialah 571+1339= 1910 (sekitar akhir 2000 tahun setelah Yesus as)

[8] penerus kelima pendiri Jema’at Ahmadiyah Internasional

Sumber Gambar: http://www.dinomaglie.com/2017/09/20/quando-la-burrasca-al-largo-sparira/

Tentang Penulis

Ammar Ahmad