Opini

Obat Bagi Para Koruptor Muslim

korupsi

Saya begitu prihatin ketika melihat para pejabat kita banyak yang terjerat kasus . Namun yang menjadi pedih hati saya manakala pejabat yang terjerat kasus itu beragama . Kemuliaan agama menjadi rusak karena ulahnya, padahal agama kita tidak mengajarkan mengambil milik orang lain tanpa sepengetahuan yang empunya.

Justru Nabi kita Muhammad saw malah menganjurkan untuk memberi. Nyata di dalam perkataan beliau saw bahwa : “tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.” (Imam Malik)

Perintah beliau saw penuh dengan petunjuk dan nampaknya sangat membenci akan hal meminta-minta serta menasehatkan kepada orang-orang miskin supaya mereka bekerja keras, berusaha untuk mencari penghidupanya sendiri dan jangan sampai meminta-minta. Para pejabat memang tidak miskin dan seharusnya  tidak suka meminta-minta karena Rasulullah saw memang tidak mengajarkan umatnya untuk meminta-minta apalagi merampas milik RAKYAT!

Wahai para janganlah engkau memakan bangkai saudaramu sendiri, lantas engkau persembahkan untuk anak isterimu. Makanlah segala barang yang bersih di dunia ini, supaya barang yang engkau makan bersama keluargamu tidak menjadi malapetaka bagimu di akherat kelak. Perhatikanlah jika engkau tahu bahwa : “Allah ta’ala tidak memandang kepada rupamu dan hartamu akan tetapi kepada kalbumu dan amalmu”

Jadi sebanyak apa pun harta yang engkau kumpulkan dan sehebat apa pun perawatan wajah yang engkau lakukan, Itu semua tidak ada artinya dihadapan Allah ta’ala, karena Allah ta’ala lebih menyukai seseorang yang amanah saat diberi kuasa kepadanya. Penyakit hati yang menjangkiti para koruptor segera harus diobati.

Tapi kenapa harus hati yang diobati ? Karena Sumber dari amal perbuatan manusia adalah hati. Bila dalam hati manusia ada getaran-getaran yang suci dan murni, maka sudah pasti semua amalnya akan berjalan di atas kebaikan pula. Sebaliknya kalau getaran-getaran hatinya kotor dan buruk, maka sudah tentu amal perbuatannya pun akan buruk dan kotor pula; karena perasaan-perasaan atau getaran-getaran dalam hati itu merupakan benih sedangkan amal itu bagaikan pohon yang tumbuh dari benih itu.

Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa: “Dalam tubuh manusia ada segumpal darah, kalau dia baik maka seluruh tubuh pun baik pula, dan kalau dia rusak maka seluruh tubuh pun akan rusak pula. Wahai kaum muslimin, perhatikanlah! Dia itu hati.” (Bukhari) supaya di dalam hati tidak timbul keinginan berbuat buruk maka disarankan untuk mendirikan . Sesungguhnya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-Ankabut 46)

Para koruptor muslim walaupun telah mengerjakan shalat tapi tetap saja masih melakukan keburukan, yang salah shalatnya apa orang yang mendirikan shalat itu sih ?

Menurut Malik Saifur Rahman sebagai Nazir Darul Ifta Rabwah : mereka mengerjakan shalat tidak dengan ruh dan tidak tulus. Tetapi mereka hanya mengerjakan sebagai rutinitas dan kebiasaan semata. Ruhani mereka mati. Shalat yang dapat menjauhkan keburukan-keburukan adalah yang di dalamnya terdapat ruh kebenaran dan pengaruh kebaikan.

Di dalam shalat akan timbul kelezatan dan kebahagian karena suatu hubungan antara Ubudiyat (penghambaan) dan Rububiyat (ketuhanan). Selama dia tidak menjadikan dirinya sendiri mabuk dalam kefanaan terhadap Allah Ta’ala maka berkat dan rahmatnya tidak akan turun kepadanya. Apabila timbul kefanaan dalam kecintaan terhadap Allah Ta’ala, maka akan diraih kelezatan yang paling luhur, yang tidak ada kelezatan pun yang melebihinya.

Pada tingkatan ini ketika ruh manusia menjadi fana sepenuhnya maka ruh itu akan mengalir kepada Allah Ta’ala bagaikan suatu sumber mata air dan ruh itu akan memutuskan hubungan dengan apa pun kecuali dengan Allah ta’ala. Pada saat itu kecintaan Allah Ta’ala akan menghampirinya. Bersama dengan itu dari kedua gejolak itu yakni dari atas gejolak Rububiyat dan dari bawah Ubudiyat akan tercipta suatu keadaan khas yang disebut “SHALAT”.

Walhasil, inilah shalat yang dapat menghilangkan keburukan-keburukan serta menyisakan nur dan cahaya yang akan membantu menerangi sang pencari kebenaran, pada saat bahaya dan kesulitan-kesulitan dalam perjalanan. Shalat akan menyelamatkan dari segala macam kotoran, sampah, kerikil dan duri yang ada di jalan itu. Inilah keadaan “sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” mulai berlaku kepadanya.

Jadi selama para pejabat korupsi selama itu pula shalatnya hanya sekedar rutinitas dan kebiasaan semata.

Ingat !

BELI TERASI DAN IKAN TENGIRI

LO KORUPSI RAKYATLAH YANG RUGI !

SELAMAT HARI ANTI KORUPSI 9 DESEMBER 2017      

Sumber Gambar: https://globalriskinsights.com/2016/05/primer-on-modern-corruption/

Tentang Penulis

Rafi Assamar Ahmad

Tinggalkan komentar