Akhlaq Faḍi'l-Lāh Al-Qur’ān Ḥadīts Kebangsaan Opini

Pandangan Islam Ahmadiyah Tentang Cinta Tanah Air (4/5)

Tanah Air dan Ketaatan kepada Pemerintah

Cinta tanah air | Mirza Ghulam Ahmad: Hendaklah taat kepada pemerintah secara benar...

Cinta tanah air | : Hendaklah taat kepada pemerintah secara benar…

SALAH satu bukti seseorang memiliki rasa cinta pada tanah airnya adalah taat atau patuh kepada pemerintah. berfirman dalam Alquran Karim, “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada ulil amri (yang memegang kekuasaan) di antara kamu..”[1] Cinta tanah air menghendaki pengabdian kita kepada negeri yang kita cintai. Pengabdian ini berupa andil kita dalam membangun negeri yang kita cintai menjadi lebih baik. Mustahil negeri tersebut bisa menjadi lebih baik kalau kita tidak patuh kepada aturan yang berlaku. Bukankah aturan dibuat untuk membuat negeri kita menjadi lebih baik? Kalau aturan adalah suatu hal yang harus dilanggar, maka dari segi mana kita bisa membangun negeri ini?

pernah bersabda, “Seorang wajib mendengar, taat kepada pemerintahnya, dalam apa yang disetujui dan tidak disetujui, kecuali jika diperintah maksiat. Maka apabila disuruh maksiat, tidak wajib mendengar dan tidak wajib taat.”[2] Jangankah untuk hal-hal yang kita setujui, untuk hal-hal tidak kita setujui pun kita harus taat kepada pemerintah selama itu baik untuk kemajuan tanah air kita. Kalau atas dasar prasangka kita menolak untuk taat kepada pemerintah kita maka tidak termasuk ke dalam kategori muslim sesuai hadits di atas.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pernah ditanya perihal sikap terhadap pemerintah, beliau menjawab, “Ajaran saya adalah bersikap baiklah terhadap semua orang. Hendaklah taat kepada pemerintah secara benar, sebab pemerintah melindungi jiwa dan harta menjadi aman melalui pemerintah.”[3] Bagi para pengikut Muslim Ahmadiyah, loyalitas kepada pemerintah adalah harga mati yang tidak bisa ditawar meski pemerintah masih belum bisa melindungi -hak para pengikut Ahmadiyah. Kezaliman yang dilakukan oleh sesama negeri terhadap pengikut Ahmadiyah adalah satu hal, dan ketaatan pada pemerintah adalah hal lain.

 

Penulis: Muhammad Nurdin; editor: Raam DMX

 

Bagian 5 | Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

[1] QS An-Nisā’ (4):60

[2] Kitab Riyadhus Shalihin, bab tentang Wajib Taat Pada Pemerintah, hadits no. 1.

[3] Malfūzhāt, Jilid III, shafhah 319

Tentang Penulis

Muhammad Nurdin