Adi Nasir Denz Asad Peristiwa Solidaritas Palestina Terjemahan Times of Israel

Pegawai sektor publik Gaza bergabung dalam aksi protes

“Mengutip penganiayaan pekerja, serikat pekerja (sektor publik) mengumumkan bahwa layanan pemerintah akan ditutup pada akhir minggu ini.”

Oleh Times of Israel, 26 Agustus

 

Pegawai sektor publik Gaza bergabung dalam aksi protes AFP Time of Israel Pada tanggal 24 Agustus 2015, para pekerja misi PBB asal Palestina memegang banyak poster selama protes terhadap pengurangan program pendidikan yang diberikan oleh UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), di luar markas UNESCO di Kota Gaza. (AFP Photo/Mohammed Abed)

24 AGUSTUS 2015, para pekerja misi PBB asal Palestina memegang banyak poster selama protes terhadap pengurangan program pendidikan yang diberikan oleh UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), di luar markas UNESCO di Kota Gaza. (AFP Photo/Mohammed Abed; Times of Israel)

PADA hari Selasa lalu (25/8/2015), para pegawai sektor publik, yang turut serta dalam aksi protes bersama para warga Gaza lainnya, mengumumkan bahwa layanan pemerintah akan ditutup di akhir minggu ini, membawa daerah kantong Palestina tersebut pada ancaman sebuah perhentian.

Muhammad Siyam, ketua serikat pegawai sipil mengatakan kepada kantor berita Ma’an bahwa pemogokan umum yang akan dimulai pada hari Kamis bertujuan untuk memprotes tindakan-tindakan pemerintah dan ketidakpeduliannya pada hak-hak pegawai [sipil].

Serikat pegawai tersebut menyerukan kepada Departemen Keuangan Gaza untuk membayarkan sebagian gaji pegawai, ketentuan pemotongan gaji, dan menyediakan untuk para pegawai ke tempat kerjanya.

Siyam mengatakan bahwa aksi protes tersebut juga untuk menunjukkan solidaritas pada ribuan pegawai di sekolah-sekolah yang dikelola PBB, yang mengumumkan pemogokan umum lebih awal di minggu ini untuk memprotes tindakan pemotongan biaya yang dilakukan Badan Pengungsi PBB di Palestina untuk mengatasi keuangannya.

Ma’an juga melaporkan bahwa para orangtua di Gaza pun bergabung dalam aksi protes itu pada hari Selasa, mengeluhkan ruang kelas yang penuh sesak, dan menyerukan anak-anaknya yang di usia sekolah untuk tetap di rumah dalam sisa minggu ini.

Para staf di UNRWA pun melakukan protes terhadap masalah keuangan dalam organisasi tersebut. Isu utamanya antara lain ruangan-ruangan kelas yang penuh sesak di mana terkadang 50 orang murid dijejalkan penuh dalam satu ruangan kelas, dan liburan tidak diberikan, demikian dilaporkan oleh Ma’an.

Para Tenaga pengajar menuntut jumlah siswa yang seharusnya adalah maksimum 38 orang siswa per kelas.

UNRWA, yang mengoperasikan banyak sekolah untuk warga Palestina di dan Gaza, terancam untuk menunda awal tahun ajaran sekolah karena mengalami defisit sebesar 101 juta dollar AS. Bantuan dana tunai sebesar 80 juta dollar AS baru-baru ini dari negara pendonor memungkinkan sekitar 200 ribu anak-anak sekolah Palestina untuk kembali bersekolah pada hari Senin (31/8/2015).

Sementara itu, beberapa rumahsakit (hospital) besar di Gaza menghadapi penutupan dalam waktu dekat berkaitan dengan krisis energi yang telah berlangsung berbulan-bulan, sebagaimana dikemukakan sebelumnya oleh Kementerian Kesehatan Gaza di awal minggu lalu.

Sebagian besar hospital dan pusat kesehatan di Gaza mengalami kerusakan selama di musim panas yang lalu antara pihak Israel dan Hamas di mana berdasarkan laporan PBB, sebanyak 17 dari 32 hospital dan sebanyak 50 dari 97 pusat kesehatan primer mengalami kerusakan akibat tersebut.

Di samping itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kelangkaan perlengkapan medis dan obat-obatan yang kronis di Gaza.

Baru-baru ini para pegawai hospital juga turut melancarkan protes terhadap kegagalan pemerintah dalam pembayaran gaji mereka. Pada waktu lampau, Hamas telah membayarkan gaji mereka, namun setelah penyatuan pemerintahan yang dibentuk bersama dengan Pemerintah Palestina pada tahun lalu, faksi-faksi tersebut berselisih paham mengenai tanggungjawab pembayaran gaji tersebut, demikian seperti yang dilaporkan kantor berita Ma’an.

 

KRISIS ekonomi global dapat memicu hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi, bila umat muslim dapat saling menjaga lisan dan tindakannya, dengan kepala dingin, niat baik, dan penuh kesabaran, niscaya kecil kemungkinan kesalahpahaman untuk terjadi di antara mereka. Sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Jamaah Ahmadiyah Internasional, Ḥaḍrat atba., dalam pidatonya di hadapan Parlemen di Brussels, Belgia (3—4 Desember 2012). Adapun yang beliau sampaikan di antaranya:

“Terdapat aspek ganda kedamaian dan keamanan; damai dan harmoni dalam sebuah komunitas kecil pun dapat memberi dampak yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Sekalinya terjadi gangguan pada komunitas itu, dampaknya akan melebar juga ke lingkungan sekitarnya (kota, negara bahkan dunia).

“Dalam era modern saat ini kita temukan banyak tuduhan yang ditujukan terhadap Islam dan banyak di antaranya karena gangguan dan perselisihan dihubungkan dengan agama tersebut. Tuduhan-tuduhan tersebut muncul meski makna sebenarnya dari kata Islam adalah ‘damai’ dan ‘keamanan’. Selebihnya, Islam adalah agama yang telah diberi petunjuk untuk menciptakan perdamaian dan keamanan serta menegakkan peraturan untuk mencapai tujuan tersebut.

Perkembangan dunia di era modern saat ini menjadikan semua orang di dalamnya terasa begitu dekat. Berbagai cara, alat transportasi, internet, dan alat lainnya.
Imbasnya adalah -bangsa di dunia menjadi semakin dekat dibanding sebelumnya, dengan berbagai , ras, agama yang hidup berdampingan, namun masih ada ganjalan-ganjalan mengenai status dan keberadaan kaum lainnya yang punya kecenderungan untuk memicu kesalahpahaman bila tidak disikapi dengan arif dan bijaksana. Seringkali kegagalan untuk saling memahami satu sama lainnya serta kurangnya toleransi terjadi, dari yang berskala kecil, lama kelamaan menjadi sesuatu yang berbahaya dan tak jarang memicu pertumpahan darah. Ekses lainnya adalah penolakan dan kebencian yang merebak di beberapa tempat tertentu.

Berbaurlah dengan penuh kerelaan dan kesediaan, hati yang terbuka dan bertoleransi. Bangunlah rasa saling menghormati dan toleransi. Hal ini penting untuk semua pihak, diiringi dengan niat baik, menjaga agar perdamaian tidak hancur. Selama semua pihak menjaga persatuan dan tetap dengan niat baik saling menghormati satu sama lain, jujur dan adil, maka rasa takut dan khawatir niscaya akan sirna.

Dengan semua hal itu, ingatlah ajaran yang disampaikan berkaitan dengan menjaga hubungan baik dan perdamaian di dunia. Sebuah ajaran dasar dan fundamental adalah bahwa muslim yang sebenarnya adalah seorang yang dapat menjaga lisan dan tangannya dan memberikan rasa damai bagi orang lain. Dengan ajaran dasar seperti itu, masih mungkinkah segala keluhan atau tuduhan tetap dialamatkan pada agama Islam? Pasti tidak. Islam mengajarkan bahwa mereka yang menggunakan lisan dan tangannya untuk menyebarkan ketidakadilan dan kebencian patut mendapatkan hukuman. Maka dari itu, jika semua pihak berpegang pada batas prinsip etika seperti yang diajarkan Muhammad saw., takkan lagi kita jumpai konflik dalam agama.

Tiada lagi perselisihan politik dan juga kekacauan karena ketamakan dan nafsu memburu kekuasaan. Bila semua negara mengikuti prinsip Islam yang damai ini, semua orang di dalamnya akan saling menjaga hak dan perasaannya satu sama lain dan pemerintah akan berusaha sekuat tenaga melindungi seluruh warganegaranya. Pada skala internasional semua bangsa akan bekerjasama dengan semangat simpati dan kasih sayang.

Prinsip kunci lainnya dalam ajaran Islam bahwa dalam usaha untuk menciptakan kedamaian, perlu disadari bahwa semua pihak jangan pernah menunjukkan rasa bangga atau kesombongan. Allah swt. menciptakan beragam sukubangsa dan negara berikut dengan kemampuan intelektual dan sumberdaya alam. Jika semua pihak menggunakan kelebihannya dengan usaha terbaik untuk tujuan perbaikan hidup dan kemanusiaan, niscaya dunia akan menjadi sebuah tempat yang damai.

Prinsip ajaran Islam berikutnya, tiada toleransi pada ketidakadilan dan usaha merebut hak orang lain. Kita pun tak ingin hak kita direbut orang lain, pun sebaliknya. Islam mengajarkan untuk memberikan hukuman yang setimpal dan proporsional jika diperlukan, bila terjadi pelanggaran. Bagaimanapun, jika sebuah pengampunan dapat memberikan perubahan, maka berikanlah pengampunan. Tujuan yang benar dan menyeluruh adalah adanya perubahan, rekonsiliasi dan perdamaian yang berumur panjang. Namun, pada kenyataannya sekarang ini, bila seseorang terbukti bersalah maka korbannya mencari cara untuk membalas dendam dengan cara yang malah lebih tidak masuk akal dibanding kesalahan sebenarnya.

Islam menekankan perlunya berlaku adil dan memberi perlakuan yang sama, tidak ada pihak manapun yang mendapat perlakuan khusus. Bila seorang (baca: negara) yang bersalah sadar bahwa bila ia berlaku tidak adil terhadap negara lain, tidak peduli besarnya atau statusnya, ia tidak diperbolehkan berlaku demikian oleh masyarakat internasional.

Prinsip yang tak kalah bagusnya dalam ajaran Islam adalah kedamaian dalam sebuah lingkungan memerlukan seseorang untuk meredam amarahnya, dibanding dengan melepas amarah itu terhadap konsep kejujuran dan keadilan. Sejarah Islam membuktikan bahwa muslim sejati selalu bertindak atas dasar ini dan mereka yang tidak melakukannya mendapat teguran Rasulullah saw..

Agama Islam mengajarkan bahwa perdamaian hanya akan berdiri bila penindas dan yang ditindas sama-sama ditolong, tidak ada keberpihakan, lepas dari segala jenis kepentingan dan tidak ada permusuhan. Perdamaian tercipta dengan memberikan semua pihak landasan dan tujuan yang sama.

Bila kita gagal dalam mengemban tugas ini, tiada bagian di dunia ini yang akan selamat dari hal-hal yang mengerikan dan kehancuran dari perang.

 

Times of Israel | | Review of Religions | Adi Nasir | DNZ

Sumber:
http://www.timesofisrael.com/gazas-public-sector-workers-join-strikes/;
https://id.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Relief_and_Works_Agency_for_Palestine_Refugees_in_the_Near_East;
http://reviewofreligions.org/8733/the-key-to-peace-global-unity/.

CATATAN: United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) adalah sebuah badan pembangunan bantuan dan manusia, memberikan pendidikan, kesehatan, layanan sosial dan bantuan darurat kepada empat ratus ribu pengungsi Palestina yang tinggal di Yordania, Lebanon dan Syria, juga di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Merupakan satu-satunya badan yang ditujukan untuk membantu pengungsi dari satu daerah atau konflik tertentu. Terpisah dari UNHCR, Badan Pengungsi PBB, yang merupakan satu-satunya badan PBB lain yang membantu pengungsi, ditujukan pada semua pengungsi di seluruh dunia.

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia