Kemanusiaan

Timur Tengah: Pemerintah Suriah dilaporkan siksa 18 ribu tahanan dengan sadis

Teror Perang Suriah Penyebab Potensial Perang Dunia Ketiga -- Syria war googling pics - Capture | JIKA ekskalasi keadaan di Suriah dibiarkan, hal ini akan mendorong dunia menuju Perang Dunia Ketiga.

hingga kini memang masih dalam konflik perang saudara. Sesama muslim saling menghabisi, korban etnis dan agama lain juga tak luput dari kekejaman perang.

Hampir 18 ribu orang tewas di penjara di Suriah sejak meletusnya pemberontakan pada tahun 2011 menurut Amnesty International.  Laporan terbaru lembaga pemantau hak asasi manusia () itu didasarkan wawancara dengan 65 ‘korban penyiksaan’, memaparkan rincian kasus pemerkosaan dan pemukulan sistematis oleh sipir penjara. Menurut laporan itu, petugas penjara juga memberlakukan ‘pemeriksaan keamanan’ bagi para tahanan baru yang seringkali berupa kekerasan seksual oleh sipir lelaki terhadap tahanan perempuan. “Mereka kemudian menendangi kami untuk melihat siapa yang masih hidup dan siapa yang sudah mati,” kata Ziad, salah seorang tahanan yang selamat. Menurut catatan PBB, akibat perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung hampir lima tahun, lebih dari 250 ribu orang tewas dan lebih dari 11 juta orang mengungsi.

Keadaan ini bertambah buruk dengan hadirnya kelompok ekstrimis garis keras seperti ISIS. Ketika ISIS menduduki suatu kota di Suriah, mereka menerapkan peraturan-peraturan yang brutal. Contohnya di kota Manjib, Suriah bagian utara, yang dikuasai ISIS selama dua tahun. Pada Februari 2013, ISIS mengantung empat warga Manjib hanya karena mereka berteman dengan kelompok pemberontak. Sungguh biadab.[1]

Akibat dari penguasaan kelompok ISIS juga, penduduk kota Allepo menjadi korban. Aleppo menjadi target serangan koalisi Rusia dan Suriah. Rusia melancarkan serangan udara, sedangkan Suriah melakukan serangan darat. Meski kedua negara itu mengklaim serangan mereka menarget kelompok ISIS, basis-basis oposisi moderat yang didukung koalisi AS juga turut menjadi sasaran serangan. Tidak terkecuali rumah sakit yang dikelola oleh lembaga amal medis, Médecins Sans Frontières atau MSF.[2]

Pada hari Rabu (27/4/2016) misalnya, Rumah Sakit Quds yang didukung Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan rumah sakit yang dikelola MSF hancur dibombardir Rusia.

Keadaan di Aleppo semakin memburuk setelah perundingan damai Suriah di Geneva, Swiss, menemui jalan buntu. Penduduk sipil akan terus menderita dan tewas setiap harinya.  “Setiap hari kami terluka, setiap hari kami menderita,” ujar Abdulqader Habak, seorang aktivitis di Allopo. Jika PBB atau seluruh pihak tidak berusaha mencapai perdamaian, konflik ini bisa menjadi awal terjadinya Perang Dunia Ketiga.

Pendiri Islam Ḥaḍrat , sudah menubuatkan sebelumnya mengenai hal ini. Dalam kitabnya berjudul TadzkiratulMahdī, beliau menulis, “Raja-raja akan saling berperang. Terjadi pertempuhan darah di berbagai belahan bumi, hingga bumi tenggelam oleh lautan darah. Lalu terjadilah kehancuran dan puing-puing. Semua ini akan dimulai dari Suriah.”

Senada dengan Mirza Ghulam Ahmad, Islam Ahmadiyah Internasional Ḥaḍrat juga memperingatkan bahwa jika ekskalasi keadaan di Suriah dibiarkan, hal ini akan mendorong dunia menuju Perang Dunia Ketiga. “Keadaan yang semakin parah ini jika dibiarkan begitu saja dapat memicu Perang Dunia Ketiga. Bahkan kenyataannya saat ini Perang Dunia Ketiga sudah dimulai dalam skala kecil. Saya telah memperingatkan tentang hal ini sejak beberapa tahun yang lalu, namun baru sekarang para analis dan tokoh dunia mulai menyadari kenyataan tersebut.”

Khalifah Islam Ahmadiyah Internasional, Ḥaḍrat Mirza Masroor Ahmad berkumpul bersama 30.000 muslim Ahmadiyah dari lebih dari 90 negara dunia di London dalam Pertemuan Tahunan Terbesar Muslim di Inggris, menyatakan menolak kekerasan dan kejahatan yang mengatas namakan Islam. “Hendaklah diperhatikan dengan seksama, mereka (kelompok-kelompok terror yang mengatasnamakan Islam) sama sekali tidak mengamalkan ajaran Islam, melainkan menciptakan ajaran mereka sendiri yang penuh dengan kebencian,” ujar beliau dengan tegas.[3]

Lihatlah kerusakan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh Perang Dunia Kedua. Hal itu masih tidak sebanding dengan Perang Dunia Ketiga yang memiliki potensi daya penghancuran yang lebih hebat. Mari kita berdoa supaya kita tidak mengalami Perang Dunia Ketiga selama masa hidup kita. Āmīn.

_

[1] ARA News; ISIS militants execute four civilians in Syria’s Manbij; http://aranews.net/2015/02/isis-militants-execute-four-civilians-syrias-manbij/; rilis: Jumat, 13 Februari 2015; akses: Rabu, 31 Agt 2016, pukul 16.20 WIB.

[2] Organisasi medis kemanusiaan internasional, independen, yang memberikan bantuan darurat kepada orang-orang yang terkena dampak konflik bersenjata, epidemi, bencana alam, dan orang-orang yang terisolir dari layanan kesehatan. Organisasi ini memberikan bantuan kepada orang-orang berdasarkan kebutuhan dan terlepas dari ras, agama, jenis kelamin, atau afiliasi .

[3] Ahmadiyya Muslim Comunity Press & Media Office; Head of Ahmadiyya Muslim Community warns of risk of Third World War; www.pressahmadiyya.com/2015/12/head-of-ahmadiyya-muslim-community.html; rilis: Selasa, 8 Desember 2015; akses: Rabu, 31 Agustus 2016, pukul 16.13 WIB.

Tentang Penulis

Fariz Abdussalam