Opini

Pemuda vs Sara and Action (Saracen)

pemuda

“Suatu bangsa tidak dapat berubah tanpa perubahan dari pemudanya”

Itu merupakan pesan khalifah ke-2 Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra., yang harus dihadapi di zaman modern ini agar para jauh dari tindakan kekerasan dan intoleransi. Saat ini, kekhawatirkan kita tentang sikap intoleransi yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan seringnya terkena isu agama yang diperjualbelikan untuk kepentingan elit politik golongan tertentu. Mereka menyebarkan fitnah dan kebencian melalui media sosial sehingga kaum muda yang kurang memahami dapat terhasut dengan mudahnya. Dan hal seperti itu telah menjadi hal yang lumrah di Indonesia.

Baru-baru ini terbongkar sindikat Saracen yang memperlihatkan betapa mudahnya jasa memberikan kabar hoax untuk kepentingan politik. Sangat disayangkan, ketika kebebasan berpendapat dan mengkritik  menjadi bola panas bagi siapa saja yang mendekatinya. Saracen adalah bukti bahwa bangsa indonesia sangat mudah terprovokasi oleh sara. Politik selalu rentan dengan beragam kepentingan dan asumsi. Sementara agama merupakan sebuah kebenaran yang berasal dari Tuhan. Jika disatukan, agama akan mudah disalahgunakan untuk kepentingan politik. Hakikatnya agama dengan politik sangat berlawanan. Janganlah kita campurkan antara agama dengan politik. Agama adalah hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

Indonesia yang dilahirkan dari dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki ribuan budaya dan suku namun sangat rentan untuk dipecah-belah dan diadu domba. Ini harus kita catat dan menjadi Pekerjaan Rumah yang luar biasa bagi bangsa ini. Terutama kawula muda penerus bangsa agar dapat merajut keberagaman, menghilangkan perbedaan, tak peduli hitam, putih, coklat, warna kulit, tak peduli suku dan agamamu , yang ada di sini adalah kita, bangsa Indonesia.

Rasanya bangsa ini belum merdeka jika bangsa ini masih membeda-beda kan satu dengan lainya, mental mereka sama seperti penjajah yang mau menindas dan mematikan kaum minoritas, revolusi mental harus dilakukan tidak hanya dengan ucapan tapi juga dengan tindakan.

 

Sumber Gambar: http://nasional.kompas.com/read/2016/10/12/23361631/penyaringan.pemuda.pelopor.tingkat.nasional.2016

Tentang Penulis

Maulana Abdussalam

Tinggalkan komentar