Opini

Peradaban Manusia dan Kemusnahannya

peradaban manusia
Penulis Erri Kahn

Terjadi kemajuan sebuah karena adanya kemampuan menggunakan akal dan bakatnya.  dapat menggunakan akalnya karena mendapat pemberitahuan, ilmu pengetahuan, cobaan, kesulitan atau kesenangan dalam hidupnya. Dari cobaan dan kesulitan itulah manusia menganalisa, meneliti kemudian menciptakan sesuatu untuk terus memudahkan hidupnya dengan mengembangkan teknologi

Dalam proses itu, manusia memerlukan manusia lain yang lebih mampu untuk memberikan bimbingan, pendidikan dan ajaran/nasehat kepada mereka. Manusia memiliki keterbatasan dalam ilmu pengetahuan. Seringkali tercipta konsep-konsep yang akhirnya membawa manusia pada kegelapan. Baik kegelapan dunia maupun agama.

Agar manusia terhindar dari kegelapan, Yang menciptakan alam semesta senantiasa mengangkat manusia pilihan-Nya untuk menerima bimbingan-Nya yang merupakan kebenaran mutlak. Ketika Tuhan menunjuk manusia untuk menjadi utusan-Nya, Dia akan mensucikan hati dan pikirannya, seperti menghapus sifat yang sombong, pamer, tidak jujur, pemalas, tidak bisa diandalkan, mudah marah/tersinggung, kejam, penghianat, pembangkang, dan sebagainya.

Pensucian ini akan mengikuti Sunatullah atau kebiasaan Allah yaitu menjadikan manusia secara alami mendekat kepada-Nya, melalui kehidupan yang penuh tekanan atau melalui kehidupan yang berisi kecintaan-Nya. 

Keputusan Tuhan untuk mengangkat utusan-Nya adalah sesuai dengan kehendak-Nya. Salah satunya, apabila Dia melihat manusia telah dikuasai kegelapan dan manusia telah jauh dari Tuhan. Mereka telah melupakan kekuasaan-Nya, rahmat-Nya, keagungan-Nya, keberadaan-Nya, keesaan-Nya dll. 

Sejarah beberapa kali mencatat bahwa ketika Allah Ta’ala mengangkat manusia menjadi utusan-Nya, banyak dari antara manusia menolak dengan alasan bahwa kriteria utusan Tuhan itu tidak sesuai dengan yang diceritakan nenek moyang mereka atau pemuka adat mereka, atau karena mereka telah nyaman dalam kehidupan yang penuh dengan kegelapan, atau karena mereka takut dengan tantangan baru, salah satunya pengorbanan; baik pengorbanan jiwa, raga, harta, waktu dan kehormatan.

Manusia yang terbiasa hidup dalam kegelapan akan berusaha keras menentang atau memberontak; baik secara perorangan atau kelompok atau organisasi. Sebagai contoh di zaman ini yang digunakan dalam dunia politik antara lain penyebaran isu SARA, penyebaran hoax, ujaran kebencian, penentangan undang-undang secara terbuka, kekerasan, fitnah, teror, mencaci maki, mengganggu ketertiban umum dll. Akibatnya bermunculanlah segala macam bentuk kegelapan; baik di dalam ranah hukum, politik, sosial, ekonomi, kehidupan beragama dan budaya

Jika perlawanan atau penolakan terhadap bimbingan Tuhan melalui utusan-Nya semakin keras dan mulai meluas, bahkan setelah diberikan bukti-bukti & tanda-tanda mukjizat yang nyata dari langit, mereka malah menganiaya utusan-Nya dan hamba-Nya maka Tuhan akan datang secara individu, kaum atau bangsa. Bila itu ditujukan kepada kaum atau bangsa biasanya itu berbentuk , karena melalui manusia dapat dipaksa menyadari bahwa kekuasaan dan kekuatannya terbatas. Manusia akan menyadari bahwa ilmu mereka untuk menolong diri seperti bencana alam itu tidak berguna. 

Hukuman juga bisa terjadi akibat perbuatan tangan sendiri, apabila kehidupan dilalui melalui prinsip kegelapan seperti keserakahan, menimbun kekayaan dan haus kekuasaan, ketidakadilan dan kekejaman.

Dasar hukuman Tuhan melalui bencana alam adalah apabila manusia mulai menolak menyembah Tuhan selama hidupnya di dunia, seperti menolak utusan-Nya, menyembah Tuhan selain Allah, mempersekutukan Allah dengan sesuatu selain Dia, mengatakan Tuhan itu beranak/diperanakan.

Sedangkan hukuman Tuhan yang terjadi karena tangan sendiri dapat dikategorikan apabila manusia menolak berbuat baik kepada sesamanya atau ciptaan Tuhan yang lain, seperti menghancurkan persaudaraan, memecah-belah, kurang ajar, memandang rendah, menipu/mencuri, membunuh, dan merusak lingkungan. Namun, kadangkala Tuhan dengan kehendak-Nya memberikan pengampunan ketika di dunia. Analisa ini tentu berdasarkan sejarah dan pengetahuan kita sebagai manusia

Sejarah telah mencatat bahwa manusia berkali-kali berhasil membuat peradabannya maju karena mendengar nasehat utusan Tuhan dan menjalankannya dengan taat dan ikhlas. Kita juga bisa melihat peninggalan bangunan yang hancur atau masih utuh di atas muka bumi. Kita juga bisa mendapati beberapa kisah terdahulu dalam kitab suci.

Tetapi begitu manusia kembali ke dalam kegelapan maka seluruh peradaban yang diraihnya itu akan dimusnahkan Tuhan sehingga orang-orang yang diselamatkan Tuhan atau generasi berikutnya harus membangun kembali peradaban dari awal. Namun demikian, sesuai sunatullah, hukuman-hukuman Tuhan itu datang atas izin-Nya yang khas dan selalu lambat karena Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang, Dia akan memberikan waktu untuk manusia agar sadar dan bertobat.

 

Sumber Gambar: https://www.videoblocks.com/video/man-walks-on-path-through-the-forest-b42d2cpzeiw04mnz6

Tentang Penulis

Erri Kahn