Opini

Permata Islami Untuk Kemenangan yang Hakiki

islam

itu indah

Perdamaianlah kuncinya

Taatlah kewajibanya

Nasihatlah amanahnya

Bertablighlah caranya

Islam akan indah dengan semua umatnya yang beriman dan berakhlak mulia seperti yang dicerminkan Nabi Muhammad saw. Zaman sekarang, zamannya mengatasnamakan Islam seperti islam KTP. Ketika berbicara tentang Islam tetapi tidak sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Islam pasti akan kembali menang dan menjadi Islam yang sebenar-benarnya Allah ta’ala perintahkan. Islam akan bangkit ketika kedamaian yang sejati terpenuhi; Kedamaian yang abadi; Kedamaian yang hakiki; Kedamaian yang sesuai dengan syariat yang suci; Kuncinya berjalan dijalan Allah SWT, berpedoman pada Al-Quran dan Hadist sehingga menjadi umat yang taat.

Pertentangan di dunia ini sudah semakin merebak. Itu disebabkan oleh karena banyaknya konflik yang bermunculan. Munculnya konflik di dunia ini ditimbulkan karena adanya perbedaan pendapat yang tidak sejalan dan perasaan tidak menerima, sehingga menyebabkan egoisme yang semakin tinggi. Pemikiran setiap orang akan selalu berbeda.

Secara lisan mungkin akan terlihat sama dengan kata-kata yang terucapkan akan tetapi kita tidak dapat mengetahui apa yang sesungguhnya ada didalam hatinya. Akan ada saatnya dimana setiap pendapat akan menjadi sinkron, hal itu akan terjadi apabila kita dapat menghargai pendapat satu sama lain, dan melihat dari segala bentuk dan sisi. Itu menjadikan seseorang dapat bertoleransi. Fakta yang logis dan dalil-dalil yang nyata diperlukan untuk memudahkan seseorang dalam memberi pendapat atau memberi nasihat kepada orang lain.

Agama itu nasihat kan? Tentu saja iya. Mengingatkan sesama manusia itu penting karena sifat manusiawi ialah hilaf. Ketika seseorang ingin memberi nasihat, nasihat yang sesungguhnya ialah nasihat yang diberikan hanya semata-mata karena Allah ta’ala. Sebagai kewajiban sesama manusia untuk saling mengingatkan dan menasihati. Sampaikan nasihat yang baik dan hindari berdebat itu akan membuat orang menjadi bertambah keras. Kerasnya pikiran seseorang itu adalah sifat thabi’i.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(QS. An-Nisa’: Ayat 59)

Masa depan dunia menjadi objek utama yang harus dipikirkan setiap insan. Bukan berarti, dalam melakukan segalanya mengutamakan hal keduniawian, tetapi yang harus diutamakan ialah mencapai ridho ilahi, bertabligh dengan baik dan hikmah. Karena ketika kita mengutamakan Allah (hal-hal yang Allah perintahkan) maka dunia akan otomatis mengikuti. Untuk karena itu ikutilah apa yang telah agama nasehatkan.

Lihatlah orang-orang yang bertolak belakang dengan apa yang Allah perintahkan. Seperti halnya para koruptor, mereka awalnya berbicara tentang kebanaran tetapi kebenaran itu tidak mereka kerjakan, sebaliknya mereka melakukan hal yang bertolak belakang dengan apa yang mereka sampaikan, pada akhirnya diketahui publik kemudian mereka dihukum. Apakah hal itu membuat para koruptor bahagia ? tentu tidak. Menggunakan uang yang bukan haknya akan diikuti dengan rasa bersalah dalam pikirannya dan rasa takut dalam hatinya. Penyesalan itu selalu berada diakhir. Berfikirlah sebelum melakukan.

        

Sekarang ini, banyak pembunuhan yang terjadi disetiap kalangan. Kriminalitas terjadi dimana-mana karena mengikuti nafsu belaka. Apa itu akan dibiarkan begitu saja? Banyak orang-orang yang berfikir dan berkata “itu sungguh kejam” tetapi tidak diikuti dengan perilaku yang seharusnya. Semuanya berawal dari diri sendiri, niatkan dalam hati, dan bersamalah dengan orang-orang yang benar.

        

Orang-orang di jaman sekarang, diantaranya ada yang berpikir bahwa ketika orang lain melakukan kejahatan maka dibalas dengan kejahatan kembali seperti orang yang membuat fitnah kemudian dibalas dengan fitnah yang lebih besar. Rasulullah SAW tidak pernah mengajari umatnya untuk hal itu, tetaplah kuat dalam melakukan kebaikan. Karena jika kejahatan (perilaku buruk) ditimpakan kepada kita, ketahuilah tidak setiap kejahatan layak untuk ditanggapi.

Jangan membalas perbuatan buruk dengan keburukan kembali, jika demikian, maka tidak akan ada perbedaan antara kita dengan orang-orang itu. Maafkanlah karena Allah maha pemaaf. Mengalah itu lebih baik. Mengalah bukan berarti kalah dan salah. Serahkan semua pada Allah, karena hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Tidak ada penolong yang baik selain Allah.  Berjalanlah di bumi dengan hati yang murni, tabiat bersih dan pikiran yang baik.

      

Di tahun baru ini, perbanyaklah mengevaluasi diri di setiap saat agar di kemudian hari semua perilaku buruk dapat diperbaiki. Jauhi perbuatan syirik, arogansi, zina, ghibah dan perbuatan buruk lainnya.  Bersujudlah dihadapan Allah dan tanyalah kepada diri sendiri, apa yang telah diperoleh di tahun lalu? Apa itu akan membawa kepada keridhoan ilahi, akankan hal itu membawa kepada surga? Hanya diri sendiri dan Allah yang mengetahui itu semua. Jangan melakukan hal yang sia-sia. Hidup ini bukan untuk itu.

Detik menuju menit berjalan dengan tempo yang telah disesuaikan. Begitupun dengan hari yang akan berjalan dengan baik jika kita menyesuaikan dengan segala situasi dan kondisi. Keindahan dalam hidup akan didapatkan ketika kita menikmatinya dan mensyukurinya. Kehidupan di dunia ini bersifat sementara, tetapi sementaranya hidup berakibat fatal untuk kehidupan nantinya.

Pada hakikatnya segala sesuatu yg ada di antara kolong langit dan bumi berada dalam genggaman takdir Allah Ta’ala. Kapanpun takdirNya berkehendak maka segala sesuatu baik itu yang ada di langit maupun di bumi, akan zahir sebagai tanda pertolonganNya yang dapat menambah keimanan. Allah Ta’ala telah menurunkan banyak orang ke medan pertablighan dengan hati yg tulus ikhlas mengatur sarana penzahiran takdirNya itu dalam corak bahwa langkah demi langkah menjadi manifestasi dari pertolongan dan perlindunganNya.

Allah ta’ala banyak membuat perintah dan peraturan didalam Al-Quran. Perindahlah diri dengan segala perintahNya dan aturanNya. Karena Allah membuat peritah dan aturan itu semata-mata untuk kebaikan makhlukNya. Seperti halnya Allah melarang kita untuk berbuat maksiat (zina, merokok, dll) karena itu untuk kebaikan makhlukNya jika itu dilakukan maka apa yang terjadi setelah itu? Apakah ia akan baik baik saja? Apakah hatinya akan tenang? Dan apakah Allah akan ridho padanya?

Wallahualam.

Kesalahan yang sudah berlalu diambil hikmahnya dan diperbaiki. Memperbaiki diri ialah kewajiban setiap insan, jika kita semua memiliki tekad yang sama dan kuat untuk memperbaiki segalanya InsyaAllah pasti bisa, walaupun dimulai dari hal-hal yang kecil. Islam akan menang ketika umatnya dapat menahan diri dari segala hal keduniawian yang buruk. Islam itu indah apabila hati semua umatnya bersih. InsyaAllah.

Sumber Gambar: http://www.panoramio.com/photo/91282282

 

Tentang Penulis

Manshurotun Nisa

Tinggalkan komentar