Opini

Qadian dan Hajinya Orang Ahmadiyah ke Baitullah

makkah

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pertanyaan dari teman saya yang tentang hajinya orang . Belum lama ini dia mengetahui bahwa temannya ini adalah seorang ahmadi (anggota ). Ternyata dia juga korban dari informasi hoax yang beredar di masyarakat, ini terbukti dari pertanyaannya “bagaimana tata cara pelaksanaan kalian di ?”

Setelah mendengarkan kata-kata itu sontak saya merasa kaget, ternyata masih ada orang yang mengira seperti itu, padahal tuduhan ini hanyalah buatan mereka yang membenci Ahmadiyah. Saya berpikir “ini kan tuduhan usang”. Tapi saya sadar, adalah kewajiban seorang ahmadi untuk menjawab dan mengklarifikasinya.

Qadian Tidak Seluas Mekkah juga Madinah

Singkat cerita saya langsung meluruskannya. Saya memulainya dengan menjelaskan apa itu Qaidan. Tempat ini sebenarnya tidak asing lagi di telinga para ahmadi karena Qadian adalah tempat bersejarah bagi Ahmadiyah. Qadian merupakan kota kelahiran pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as..

Di desa itu juga beliau as. menerima puluhan ribu ilham dari Allah swt.. Banyak orang yang mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan Pendiri Ahmadiyah itu dalam melawan serangan-serangan musuh-musuh Islam yang selain beliau tidak ada yang mampu membalasanya. Perjuangan itu juga yang menguatkan para ahmadi dalam memegang teguh keimanannya, walaupun banyak orang yang berusaha melenyapkan keimanan itu.

Qadian merupakan salah satu desa kecil di daerah Punjab, India. Jaraknya sekitar 460 km dari Ibu kota New Delhi. Tempatnya tidak seluas Mekkah juga Madinah. Jika benar orang-orang Ahmadiyah melaksanakan haji disana, di mana tempat mereka bertawafnya, melempar jumroh, atau rukun haji lainnya? Jelaslah tuduhan itu omong kosong belaka.

Keutamaan Berhaji ke Baitullah

Akhirnya teman saya mulai mengenal Qadian, dan saya menyarankan agar dia mencari infomasi lebih jauh lagi tentang desa itu. Kemudian saya menjelaskan tentang keutamaan menunaikan haji ke Baitullah bagi seluruh kaum muslimin yang tentu memenuhi syarat-syaratnya baik itu yang mampu dalam hartanya atau kesehatannya, terjamin keamanannya, dan sebagainya.

Perintah ini berdasarkan firman Allah swt dalam QS. Ali Imran: 97 “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah….”. Tentu firman Allah swt. ini pun diwajibkan untuk semua anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah.

Bukti Ahmadi Berhaji ke Baitullah

Belum merasa puas, dia bertanya lagi “apa buktinya kalian (orang-orang Ahmadiyah) berhaji ke Baitullah?”. Spontan saya mengulangi jawaban Amir (Ketua Umum) Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia terhadap pertanyaan serupa dari mantan anggota DPR-RI, Anshori Siregar bahwa penolakan Arab Saudi terhadap berhajinya Ahmadiyah ke Mekkah merupakan salah satu bukti bahwa Ahmadiyah selama ini menunaikan ibadah haji ke Baitullah, Mekkah Al-Mukarammah.

Bukti lain yang tidak bisa disangkal dan terbukti kebenarannya adalah Amir Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia sendiri. Beliau yang bernama Maulana Haji Abdul Basith Sahid menunaikan ibadah hajinya ke Baitullah. Tidak sedikit juga Mubaligh Ahmadiyah yang sudah “bergelar” haji, bahkan para ahmadi yang jumlahnya tidak terhitung ratusan jari manusia juga mempunyai pengalaman yang sama. Beberapa anggota Ahmadiyah pun pernah bercerita kepada saya tentang pengalaman berhajinya di Mekkah.

Cukup Menjadi Penetral Udara

Saya berharap jawaban-jawaban ini cukup menjadi “penetral udara di luar sana” yang bukan hanya mengandung karbon monoksida tetapi juga tuduhan-tuduhan usang yang dibuat-buat oleh para pembenci, penebar benih-benih kerusakan pikiran orang yang menghirupnya. Sekali lagi saya tegaskan bahwa orang-orang Ahmadiyah hanya berhaji ke Baitullah, Mekkah Al-Mukaramah, dan menjamin, tidak ada seorang ahmadi pun yang pergi ke Qadian dengan niat menunaikan ibadah haji.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Qadian
https://news.detik.com/berita/433350/pks-pernyataan-anshori-soal-ahmadiyah-pendapat-pribadi
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/02/20/165061-arab-saudi-larang-ahmadiyah-naik-haji

Sumber Gambar: https://getsready.com/-holly-city-muslims/

Tentang Penulis

Mubarak Mushlikhuddin

Jangan Lupa Jadi Orang Baik

Tinggalkan komentar