CNN Denz Asad Kemanusiaan Peristiwa Satria Utama Solidaritas Palestina Terjemahan

Rangkaian foto yang menunjukkan tentara Israel yang memperlakukan anak laki-laki Palestina secara kasar

Rangkaian foto yang menunjukkan tentara Israel yang memperlakukan anak laki-laki Palestina secara kasar. (AFP Photo/Abbas Momani)

Rangkaian gambar yang menunjukkan tentara Israel yang memperlakukan anak laki-laki secara kasar. ? ( Photo/Abbas Momani)

() – Gambar-gambar yang menunjukkan seorang tentara Israel bersenjata yang mencoba menahan seorang bocah Palestina berusia 11 tahun dengan lengan yang patah digips di Tepi Barat menjadi perbincangan di sosmed sepanjang akhir minggu.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan seorang tentara menelikung leher anak tersebut sementara beberapa perempuan berusaha menarik punggung tentara tersebut untuk membebaskan anak itu.

Perselisihan tersebut terjadi pada saat unjuk rasa rutin setiap hari Jumat yang diprakarsai oleh aktivis Plaestina terhadap aksi pendudukan (oleh Israel) di Desa Nabi Saleh di Tepi Barat.

Gmabar-gambar tersebut diambil oleh Bassem Tamimi, ayah anak tersebut, ujarnya pada CNN.

Keluarga tersebut secara rutin mengabadikan aksi unjuk rasa, ujarnya, dan mengunggahnya ke laman yang disebut “Nabi Saleh Solidarity”.

Video, yang merupakan suntingan dari rekaman yang lebih panjang, telah dilihat lebih dari 3 juta orang hingga hari Ahad.

“Sangat sulit bagi ayah atau ibu manapun, melihat anak mereka diperlakukan seperti, diserang secara kasar,” kata Tamimi.

Dalam video tersebut, anak perempuan Tamimi, , terlihat mengigit tangan kanan si tentara dalam upayanya melepaskan abangnya.

A’hed pernah muncul dalam beberapa rekaman sebelumnya yang diunggah secara online. Dua tahun lalu, sebuah rekaman video yang diunggah menunjukkan saat dia sedang mengacungkan kepalan tangannya ke arah tentara Israel yang ditanggapi dengan terus berjalan oleh si tentara.

Menurut Tamimi, dia mengabadikan semua aksi unjuk rasa sebagai catatan atas pertikaian tersebut dan hal yang disebutnya sebagai “kesewenangan Israel”.

 

TENTARA Israel membela diri terhadap aksinya dengan menyebutkan bahwa para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah mereka.

“Pasukan memutuskan untuk menahan salah seorang warga Palestina yang terlihat melemparkan batu,” demikian keterangan seorang Juru Bicara Israel pada CNN.

Pasukan Israel menyatakan bahwa komandan pasukan menghentikan aksi unjuk rasa untuk mencegah situasi makin memanas.

Tamimi mengatakan pada CNN bahwa dia dan istrinya mencoba melepaskan anak mereka dan bergulat dengan tentara itu, sebagaimana terlihat dalam rekaman video.

Beberapa warga Nabi Saleh telah bertahun-tahun melakukan unjuk rasa terhadap kebijakan pendudukan Israel.

Terkadang unjuk rasa tersebut berubah menjadi kerusuhan dengan pelemparan batu oleh pemuda Palestina yang dibalas dengan tembakan gas air mata dan peluru karet oleh tentara Israel.

 

KHALIFAH Jamaah Muslim Ahmadiyah Internasional Mirza Masroor Ahmad menyampaikan dalam konferensi pers tahun 2012 di Brussel bahwa ajaran tentang adalah . Karena itu, “Kami memiliki moto yang sesuai yaitu ‘Love for All, Hatred for None’. Dan adalah tugas setiap orang Ahmadi untuk mengajak umat manusia mendekatkan diri kepada dan mengingatkan semua orang agar saling menghargai dan manjaga hak-hak masing-masing orang.”

Pada kesempatan lain, berkenaan dengan pertikaian di , Khalifah Mirza Masroor Ahmad pula menyerukan, “Saya senantiasa menyatakan bahwa jika kejujuran dan keadilan tidak ditegakkan maka dunia menghadapi ancaman kehancuran. Jika kita ingin menyelamatkan generasi berikutnya dari akibat yang mengerikan akibat perang, kita harus bertindak sekarang juga. Jika tidak, saya khawatir situasi ini tidak hanya terbatas di dua negara saja tapi bisa berkembang menjadi perang dunia, dan akibatnya akan sangat mematikan.”

Serangan di sepanjang Jalur Gaza akan mengarah pada kehancuran umat manusia. Perempuan, laki-laki, dan anak-anak tak berdosa kehilangan nyawa setiap harinya akibat aksi pendudukan yang brutal. Tindakan apapun yang dilakukan (termasuk aksi tentara pada artikel di atas—Red.) sepenuhnya tidak bisa dibenarkan dan sangat kejam.

 

CNN | Satria | DNZ | RP

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia