Blog Pribadi Satire

Sebelum fenomena Ahok melejit, PKS dukung pemimpin dari Non-Muslim

PKS adalah satu satu partai yang berbasis Islam, yang sangat peka lagi baper untuk masalah ini. Mereka ‘lah yang paling kencang berteriak, “Haram hukumnya memilih pemimpin dari non-Muslim, alias kafir.”

BASUKI Tjahaja Purnama, yang lebih populer dipanggil , tak henti-hentinya dibicarakan, bahkan digosipi ala ibu-ibu arisan. Kiprahnya dianggap revolusioner dan punya kerja nyata yang memang-memang nyata. Tapi, juga punya “masalah” atas agama yang dia anut.

Tahu sendirilah negeri kita ini. Banyak yang belum dewasa cara berpikirnya. Urusan kok bawa-bawa agama? Yang tak seagama, yah gak boleh berpolitik. Meski, ia adalah yang spesial.

Jangankan yang berbeda agama. Yang seagama pun dipaksa untuk berbeda agama. Dikait-kaitkan dengan asing. Padahal, apa sih yang gak asing (impor) di negeri ini? Apakah Islam itu gak asing? Eh, jangan baperan yah…‼

Dan. Kita tahu bersama. adalah satu satu partai yang berbasis Islam, yang sangat peka lagi baper untuk masalah ini. Mereka ‘lah yang paling kencang berteriak, “Haram hukumnya memilih pemimpin dari non-, alias kafir.”

Pada kesempatan ini. Saya mau berbagi sebuah cerita tentang masa lalu. Masa lalu PKS, saat mereka mengeluarkan fatwa, “Boleh Pilih ”. Iya, boleh loh…

Kejadiannya dulu. Jauh sebelum nama Ahok muncul. Dan Jokowi masih di Solo ditemani oleh FX Rudi Hadi yang seorang non-Muslim. Tepatnya, pada Januari 2010.

PKS memberi dukungan untuk Jokowi dan FX Rudi Hadi. Sampai-sampai membuat sebuah fatwa yang didasarkan pada kajian fiqhnya yang ketat dan bertele-tele. Ini masalah citra, jadi yah kudu bertele-tele. Hehe…

PKS mungkin gak tahu karir Jokowi bisa melejit sampai jadi DKI 1. Dimana PKS babak belur saat itu. Kalau PKS tahu “nubuatan” Jokowi bakal jadi DKI 1, pasti gak perlu buat-buat fatwa yang dapat merusak citra partai yang “islami”.

Tapi, fatwa telah dikeluarkan. Dan Jokowi tak terkalahkan. Baik di Solo, , bahkan Nusantara ini, ia tak terkalahkan. Menyesal kah? Yah, tentu menyesal.

Tapi, rekaman tentang hubungan mesra antara PKS dan Jokowi-Rudi Hadi masih utuh tersimpan. Meski, PKS telah bermetamorfosa menjadi lawan Jokowi. Apapun yang terjadi, pokoknya, Jokowi tetap salah. Hihi…

Dalam kajian panjang itu dikatakan:

“Ketika kita masih berbicara pengangkatan non muslim untuk jabatan Walikota dan wakil Walikota, sesungguhnya di luar sana hal ini sudah merupakan realitas kekinian yang dihadapi dunia Islam bahkan juga harakah Islam…”

Contoh yang diberikan adalah Sudan. Yang sejak dua dasawarsa memberlakukan Islam dalam undang-undangnya. Sudan jelas-jelas memiliki wakil presiden non Muslim berasal dari minoritas Kristen.

Contoh kedua adalah Suriah. Yang pernah mempunyai seorang PM yang berasal dari minoritas Kristen. Ia termasuk PM yang sukses dan mampu bekerja sama dengan menteri-menteri yang sebagian besar adalah muslim.

Dikatakan juga:

“Pengangkatan non muslim dalam strategis sebagaimana disebutkan dalam tingkatan kedua (gubernur, walikota, dan lain-lain) adalah boleh, dengan melihat secara jelas maslahat yang akan didapat oleh kaum muslimin…”

Dikatakan lagi:

“Untuk membuka peluang yang efektif dalam amar makruf nahi munkar dan menasehati pemimpin, atau mencegah kezaliman yang telah dan akan dilakukan maka secara realitas politik itu dapat dipenuhi jika sejak awal mendukung pasangan yang berpotensi menang.”

Ahok sebagai incumbent yang didukung secara sukarela oleh 3 partai pemegang kursi yang lumayan banyak, ditambah lagi, kursi dari PDI P. Potensi menang sudah tak terbendung. Belum lagi 1 juta KTP yang kelihatannya belum ada yang menarik dukungannya lewat KTP mereka. Belum cukup semua ini untuk tiket menuju DKI 1?

Saya yakin gak semua Jakarta suka Ahok, malah banyak yang benci. Tapi, selama masih banyak yang minta selfie sama Ahok, mau itu di Balaikota atau di pesta-pesta pernikahan atau di peresmian-peresmian, yah selama itu pula, tiket menuju DKI 1 gak akan kemana-mana.

Dan pada akhirnya, PKS hanya bisa melihat kegagalan mereka lagi, lagi dan lagi. Tentu, disertai pengalaman pahit masa lalu saat mendukung Pakde Jokowi.

Yang sabar yah akhiiii…‼ Hihihi…

Buka untuk melihat kajian lengkap PKS atas masalah memilih pemimpin non muslim »» disini.

_
Nur-Alkalam

Tentang Penulis

Muhammad Nurdin

1 komentar

Tinggalkan komentar