Opini

Segeralah Mencari Imam Mahdi

imam mahdi

Setiap kali saya menonton TV atau membaca Surat Kabar baik dalam negeri maupun manca Negara. Ada saja peristiwa yang memilukan hati, mulai dari pencurian disertai dengan pembunuhan, pemerkosaan, perjudian, perzinahan, minum-minuman keras telah menjadi budaya yang begitu digemari para kaum muda, penyakit aneh bermunculan, belum lagi bencana alam silih berganti yang menewaskan banyak korban. Seolah-olah kaki ini  berpijak bukan lagi di atas tanah tapi di atas tumpukan orang-orang yang pergi mendahului kita.

Apakah ini yang dinamakan akhir zaman ? Segala bentuk keburukan manusia mudah dijumpai di mana-mana, jika memang zaman ini adalah akhir zaman. Maka apa yang telah disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW  telah sempurna bahwa, “orang-orang hanya tinggal pengakuan saja, apa-apa yang dijanjikan untuk umat dalam Al-Qur’an sudah tidak nampak lagi, baik dalam persaudaraan maupun dalam kemuliaan.”1

Di akhir zaman orang-orang Islam akan meninggalkan Al-Qur’an artinya umumnya orang Islam tidak mengetahui lagi isi dan rahasia-rahasia Al-Qur’an dan kalau pun ada, itu hanya digunakan untuk lagu-lagu yang merdu, untuk mengangkat sumpah, dibaca di rumah-rumah orang kematian dan di kuburan. Sedangkan maksud dan arti itu tidak diketahui sama sekali, padahal Al-Qur’an  adalah hukum atau petunjuk kita sekalian sampai hari kiamat.  Di dalam Al-Qur’an secara rinci dipaparkan juga mengenai tanda-tanda akhir zaman terdapat di surah At-Takwir surah yang ke 81 yakni:

 اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

“Apabila matahari akan digulung”

Maksudnya dari ayat ini ialah apabila kegelapan rohani akan meliputi seluruh dunia ketika matahari rohani (Rasulullah saw) menjadi suram atau hilang sirna.2 Apakah tanda ini sudah sempurna di zaman sekarang ?

 وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْ 

“Dan apabila bintang-bintang akan menjadi suram”

Maksudnya dari ayat ini ialah ketika para pemimpin agama akan menjadi rusak dan kehilangan pengaruhnya.3 Apakah tanda yang satu ini telah sempurna di zaman sekarang ?

وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

“Dan apabila gunung-gunung akan dijalankan”

Maksudnya ialah ketika gunung-gunung akan dihancurkan dengan dinamit dan jalan-jalan akan dibuat menembus gunung-gunung atau secara kiasan ketika kekuasaan para penguasa akan terkikis, kata jabal berarti juga kepada suatu kaum.4 Apakah tanda yang ini juga telah sempurna ?

وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ

“Dan apabila unta-unta bunting sepuluh tahun akan ditinggalkan”

Maksudnya ialah ayat ini berarti apabila unta-unta betina tidak akan dianggap penting lagi, bahkan di negri Arab sekalipun. Isyarat itu agaknya tertuju kepada dimana unta-unta akan digantikan fungsinya oleh sarana-sarana pengangkutan yang lebih baik dan lebih cepat pula, seperti kereta api, mobil, kapal terbang, dll.5 Apakah tanda yang ini telah sempurna ?

وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْ

“Dan apabila binatang-binatang liar akan dikumpulkan”

Maksudnya ialah ayat ini mengandung arti ketika binatang-binatang akan dikumpulkan di kebun-kebun binatang atau ketika bangsa-bangsa terbelakang akan disuruh tinggal di dalam kelompok-kelompok masyarakat yang bertata tertib atau ketika mereka akan dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka. Dan apakah tanda yang satu ini telah sempurna juga di zaman sekarang ?

Tanda-tanda akhir zaman nampaknya sudah sempurna di zaman sekarang. Maka sudah seharusnya diutus ke dunia ini, Seperti pesan nenek moyang kita dahulu yakni : “di mana geus kajadian bandung heurin ku tangtung Imam Mahdi bakal sumping ka nyengseret, palebah hanjuang tujuh ngariung.”6 (kalau kota bandung sudah banyak orang dan penuh sesak oleh bangunan/gedung maka Imam Mahdi akan datang ke nyengseret, di sekitar  kumpulan tujuh pohon hanjuang).  Tapi di mana Imam Mahdi akan turun ? di Indonesia-kah ? Indonesia bagian mana kalau memang di Indonesia ? Tapi sepertinya tidak mungkin turun di Indonesia, lalu di mana kalau begitu.

MASIHKAH MENUNGGU DATANGNYA IMAM MAHDI ?

Ada berita gembira bagi mereka yang masih menunggu dan mencari Imam Mahdi bahwa Imam Mahdi telah turun ke dunia ini. Untuk apalagi kalian menunggunya ? segera kenali beliauas. sebelum ajal menjemput kalian karna barang siapa yang tidak mengenal Imam zaman-nya maka sesungguhnya ia mati secara jahiliyah (mati dalam kebodohan).7

Lalu siapa sosok Imam Mahdi itu ? beliau adalah Hz.Mirza Ghulam Ahmadas  pendiri Jemaat Ahmadiyah. pada hakikatnya, Hz. Mirza Ghulam Ahmad as tidak membatasi pengakuannya pada Imam Mahdi dan Al-Masih bagi kaum muslim dan kristen saja, tetapi nabi bagi kaum Zoroaster juga, dan krishna bagi kaum Hindu,7 serta tuhan menyebutkan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as merupakan utusan tuhan dengan jubah para nabi.8

Sulit untuk dipercaya tapi banyak bukti yang mendukung bahwa beliauas adalah Imam Mahdi sosok yang sedang ditunggu-tunggu dan dinanti-nanti oleh semua orang. Dan bagi mereka yang masih mempercayai bahwa Nabi Isa as yang akan turun ke dunia ini untuk mematahkan salib dan membunuh babi, sia-sialah hidup kalian karna beliau as telah wafat. Jika Hazrat Mirza Gulam Ahmad as seorang pendusta maka ayat di bawah ini menjadi patokan benar tidaknya pengakuan beliau as sebagai Imam Mahdi :

َوَلَوْ تَقَّوَلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيْلِ لَأَخَدْنا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِ ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنِ

Artinya: “dan sekiranya ia mengada-adakan sebagian perkataan atas nama kami, niscaya kami akan menangkapnya dengan tangan kanan kemudian tentulah kami memotong urat nadinya.”

(Surah Al-haaqqah 45-47)

Menurut ayat ini jika seseorang mengaku-ngaku ia seorang nabi allah swt padahal ia berdusta maka tangan perkasa tuhan pasti menangkap dan memutuskan urat pada lehernya dan pasti orang tersebut telah memenuhi ajal yang pedih dan seluruh pekerjaan serta misinya pasti hancur berantakan. Sebab memang demikian nasib seorang NABI PALSU.

Bukan hanya Al-Qur’an yang memberikan kesaksian seperti itu tapi bibel pun memberikan kesaksian yang sama yakni :

“tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-ku perkataan yang tidak ku perintahkan untuk dilakukan olehnya atau yang berkata demi nama allah lain, Nabi itu harus mati.” (Ulangan 18:20)

Jadi orang yang mendapat wahyu dan ilham kemudian memproklamirkan diri sebagai nabi dan rasul ia harus hidup sekurang-kurangnya 23 tahun dihitung sejak ia menerima wahyu yang berisi pengutusanya. Standar ini diambil dari Rasulullah saw yang menerima wahyu pada usia 40 tahun dan setelah itu masih bertahan hidup walaupun dalam berbagai macam ancaman maut selama 23 tahun dan wafat pada usia sekitar 62 tahun. Hz.Mirza Ghulam Ahmad as memperoleh wahyu berisi perintah pengutusan beliau as pada bulan Maret 1882 yakni :

“Qul innii umirtu wa anaa awwalul-mu’miniin.”

Artinya: “Katakanlah, aku diutus/diperintahkan (oleh allah ), dan akulah yang paling pertama beriman.”

Hz.Mirza Ghulam Ahmad as (Imam Mahdi) wafat secara wajar pada tahun 1908 karna memang seorang manusia harus mengalami kematian sekalipun itu seorang Nabi. Artinya hidup beliau as lebih dari standar waktu 23 tahun tersebut. Hal itu menjadi bukti kebenaran beliau as.

KISAH PARA PENGIKUT HZ.MIRZA GHULAM AHMAD (IMAM MAHDI)

Di awal telah dipaparkan bahwa seorang Nabi Palsu tidak akan diberi pertolongan oleh allah ta’ala dan pekerjaan serta misinya akan hancur berantakan. Setiap  utusan allah ta’ala pasti ada penentangan di dalamnya karna memang sunahnya para Nabi seperti itu. Penentangan itu juga sebenarnya untuk menzahirkan benar tidaknya pengakuan seseorang tersebut, jika memang benar maka ia akan bertahan di bawah tekanan para penentang dan pertolongan tuhan akan nampak kepadanya dan kepada semua orang. Namun jika seseorang itu bukan utusan dari allah ta’ala maka ia akan mati secara terhina.

Para pengikut Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as senantiasa diberikan pertolongan oleh allah Ta’ala. Mubaligh (Ulama) Ahmadiyah di  Senegal menuliskan tentang sebuah kejadian:

Ahmadiyah berdiri di tiga desa di wilayah Casamance. Setelah melihat kemajuan Jemaat Ahmadiyah di desa-desa tersebut, ulama anti-Ahmadiyah, bersama dengan kepala Desa, memutuskan untuk berdo’a melawan Jemaat Ahamadiyah. Mereka semua ini orang-orang islam, setelah mereka membaca Al-Qur’an kemudian mereka memukul lantai dengan tangan mereka sambil berdo’a kepada allah, “Semoga Allah ta’ala menghancurkan Jemaat Ahmadiyah dan para Mubaligh(dai)-nya”.

Namun Allah ta’ala berkehendak dengan caranya, hingga hanya selang beberapa hari setelah berdo’a minta kehancuran tersebut. Imam Besar mereka diserang seekor ular, Para Imam semuanya berkumpul dan berdoa keoada Allah ta’ala lagi supaya menyelamatkan Imam mereka namun Imam tersebut meninggal dunia setelah mengeluarkan darah. Beberapa hari kemudia, para pemimpin mereka yang ikut serta dalam doa menantang Jemaat Ahmadiyah akhirnya digigit ular. Para ulama merendahkan diri demi keselamatannya juga namun itu tidak mampu menyelamatkan dirinya dari kematian.

Setelah memperhatikan hal itu, orang-orang ini mulai merasa takut gentar dan berkata satu sama lain di antara mereka. Kejadian itu akibat doa buruk kepada Ahmadiyah dan para Dai (Mubaligh)nya. Namun para ulama mengingkari mereka dan mulai berkata, itu semua bukan dari allah. Itu jin yang menyamar jadi ular lalu mematuk orang-orang sampai mati. beberapa hari kemudian, wakil ketua kelompok mereka pun dipatuk ular dan meninggal. Setelah itu orang-orang datang ke para Mubaligh Ahmadiyah.

Para Mubaligh Ahmadiyah ini tidak tahu bahwa orang-orang ini telah berdoa melawan Ahmadiyah penduduk ketiga desa tersebut yang menceritakan kejadian secara rinci kepada para Mubaligh seraya memohon, “selamatkan kami karna do’a buruk ini telah berbalik kepada kami dan membuat kami terganggu. Lakukan sesuatu untuk kami.”

Oleh karena itu para Mubaligh pergi ke desa-desa itu dan memberi tahu mereka tentang sabda Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi) bahwa, “Allah Taala akan mengembalikan doa laknat orang-orang yang memusuhi kepada mereka lagi dan Allah ta’ala akan memberikan kemajuan kepada Jemaat Ahmadiyah. Sekarang, dengan karunia Allah ta’ala lebih dari 700 orang dari ketiga desa tersebut masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah.

REFERENSI:

  • Hadis Yang Diriwayatkan Oleh Ibnu Adi Dan Husain Ibnu Hasan Dan Sayyidina Ali Terdapat Di Buku Kebenaran Al-Masih Akhir Zaman Karya Mln. Rahmat Ali H.A.O.T
  • Al-Qur’an Dan Bible
  • Tafsir Sagir Karya Khalifatul Masih Atsani
  • Satu Ramalan Tradisional Yang Terkenal Di Tataran Sunda Terdapat Di Buku Tinjauan Kritis Jemaat Ahmadiyah Indonesia Karya Kunto Sufian, Ph.D
  • TAZKIRAH
  • Hr, Ahmad Dan Thabrani Dalam Khanzul Umal Jld 1 P. 103 Hadist No. 465 Dan Abu Daud Terdapat Di Buku Tiga Masalah Penting Karya H.Mahmud Ahmad Cheema Ha.
  • Khutah Jum’at Hz. Mirza Masruur Ahmad Atba Pada Tanggal 15 September Di Masjid Baitul Futuh Uk Dengan Judul Bukti-Bukti Kebenaran Khutbah Jum’at

Sumber Gambar: https://sochicken.nl/zo-word-je-onafhankelijk-5-stappen

Tentang Penulis

Rafi Assamar Ahmad

1 komentar

  • Alur logikanya mudah difahami, menelisik tanda tanda akhir zaman yang kian mengemuka harusnya membangkitkan tanya dan segera mencari jawabnya bahwa kerusakan moral diakhir zaman hanya bisa dicarikan obat penawar
    nya pada sosok Sang Nabi Kiriman Ilahi Imam Mahdi a.s.

Tinggalkan komentar