Opini

Semenjak Adam as, Umur Bumi hanya 7000 Tahun

masa
Penulis Ammar Ahmad

Ada teori yang sangat mencengangkan dan berani yang telah dikemukakan oleh Masih Mau’udas yakni sesuai ketetapan Allah Ta’ala, semenjak Nabi Adamas umur bumi hanya 7000 tahun[1].

Bahkan dinyatakan bahwa yang menjadi dasar teori beliau adalah Al-Quran dan kitab-kitab para nabi. Adapun beliau mendawakan diri sebagai Al-Masih yang dijanjikan di ribuan yang ketujuh atau ribuan yang terakhir ini.

Tak bisa disangkal kalau memang sekarang ini kita telah masuk ke ribuan ketujuh setelah Nabi Adamas. Namun yang terpenting adalah apakah teori beliau benar didukung oleh kitab-kitab samawi? Bahkan oleh Al-Quran sebagai kitab umat dan sebagai kitab dan ?

Terlepas dari benar atau tidaknya pendawaan beliau sebagai Al-Masih yang dijanjikan, bila teori ini benar bahkan diakui oleh umat Kristen sendiri maka di manakah Yesus sekarang ini karena beliau harus sudah muncul di zaman ini untuk mendirikan kerajaan 1000 tahunnya[2] di akhir umur bumi mengingat umur bumi sekarang ini sudah memasuki ribuan ketujuh setelah Nabi Adamas.

Masih Mau’udas mendasarkan teorinya pada tafsir surah Al-‘Asr yang salah satu bunyi ayatnya adalah والعصر yang artinya “Demi masa”. Pada surah ini memang tidak disebutkan angka 7000 tahun. Lalu dari mana beliau menyimpulkan bahwa masa yang dimaksud itu berusia 7000 tahun?

Beliau mengambil angka ini dengan ilmu abjad (perhitungan abjad Arab) yang menunjukkan jumlah nilai tiap-tiap huruf dalam surah Al-‘Asr ini dijumlahkan seluruhnya. Rekan-rekan pembaca dapat melihat daftar nilai tiap-tiap abjad bahasa Arab salah satunya dalam kamus Al-Munjid yang cukup terkenal dan banyak dipakai.

Bila kita jumlahkan seluruhnya maka akan kita dapatkan angka 7000. Itulah lamanya masa yang dimaksud dalam frasa “Demi masa”. Masih Mau’udas menyatakan bahwa hitungan 7000 tahun ini untuk umur dunia semenjak Nabi Adamas.

Lalu bagaimana dengan dukungan dari Taurat? Pada pidato di Sialkot, Masih Mau’udas memang tidak terperinci menjelaskannya. Namun beliau menyatakan dengan berani bahwa teori ini adalah apa yang disampaikan oleh kepada beliau[3] melalui wahyu-Nya. Sangat mengagumkan, para utusan Tuhan selalu sangat berani menyampaikan kebenaran yang telah ia terima dari Tuhan terlepas apakah dunia akan menerimanya, mengejeknya atau mengingkarinya.

Dengan karunia-Nya bila kita telaah Taurat maka kita akan dapati teori serupa yang bahkan diakui oleh para ahli kitab sendiri (Yahudi & Kristen). Sebenarnya beliau secara tidak langsung merujuk pada kisah penciptaan Adamas dalam kitab Kejadian 1:29. Beliau bersabda:

“Adamas lahir pada hari yang ke-enam yakni hari Jumat saat terakhir. Satu hari di sisi Allah adalah sama dengan seribu tahun perhitungan dunia. Dan oleh karena persesuaian ini Allah Ta’ala mengutus Masih Mau’ud dalam waktu penghabisan dari ribuan yang ke-enam.”

Dalam wahyu Ilahi memang Masih Mau’udas juga dijuluki Adamas :

يَاَاَدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ اْلجَنَّةَ

“Wahai Adam tinggallah engkau dan pasangan engkau di Surga”[4]

Dengan demikian beliau bersabda sebagaimana Adam dahulu lahir di akhir hari ke-enam maka Adam zaman ini harus muncul di akhir ribuan ke-enam. Itulah saat kedatangan Masih Mau’udas.

Dalam Taurat kitab Kejadian pasal 1 kita baca bagaimana Allah menciptakan alam semesta ini dalam enam hari dan dalam pasal 2 kita baca Allah ‘berhenti’ dari pekerjaan-Nya dalam penciptaan pada hari yang ke tujuh.

Oleh karena itu Dia memberkati dan menguduskan hari yang ketujuh (Kej.2:3). Tafsir dari ayat-ayat ini sungguh sangat menarik. Pertama-tama, baik Al-Quran dan Bible keduanya sependapat kalau satu hari dalam hitungan Tuhan itu sama dengan 1000 tahun dalam hitungan manusia[5].

Maka maksud dari enam hari penciptaan adalah 6000 tahun hitungan kita dan satu hari perhentian adalah 1000 tahun hitungan kita yang merupakan ribuan ketujuh[6]. Dari uraian di atas Hd. Mirza Ghulam Ahmadas memahami juga akan tafsir penciptaan kitab Kejadian ini selama 7000 tahun semenjak Adamas.

Umat Yahudi mengakui perhitungan 7000 tahun dari kitab Kejadian ini[7] juga. Lalu apakah 7000 tahun dari kitab Kejadian ini dapat kita jadikan acuan untuk menyesuaikannya dengan teori Masih Mau’udas? Seorang cendekiawan Kristen yaitu Renee N. Moses dalam bukunya The Rapture Puzzle menyatakan bahwa hitungan 6000 tahun kitab Kejadian dapat kita hitung mulai dari penciptaan Adamas. Pendapat ini sesuai dengan keyakinan Masih Mau’udas.

I believe that we can count the years from Adam until the present day and be fairly accurate in our conclusions about when the 6,000 years end.”[8] Terjemahnya kurang lebih adalah Saya percaya bahwa kita dapat menghitung tahun-tahun sejak Adam sampai dengan saat ini dan dapat menyimpulkan dengan cukup akurat tentang kapan masa 6.000 itu berakhir.”

Dengan demikian masa 6000 tahun dapat kita hitung sejak Adamas dan ini telah lama berakhir. Bila kita teliti, Yesusas dari Nazaret mengemban misinya di ribuan yang keempat dan Rasulullahsaw mengemban misi di ribuan yang kelima (sekitar 570-632M). Lalu mulailah era ribuan keenam, saat banyak timbul tenggelam dinasti-dinasti Islam. Masih Mau’udas memulai misi sebagai Al-Masih yang dijanjikan diakhir ribuan ke-enam dan awal ribuan ketujuh (1835-1908M).

Umat Kristen berdasarkan Bible mengakui bahwa Yesusas akan datang kembali diakhir ribuan yang keenam. Renee N. Moses menulis:

The Bible teaches that Christ will return to the earth for a second time at the end of 6,000 years, counting from the Creation.[9] (“Alkitab mengajarkan bahwa Kristus akan kembali ke bumi untuk kedua kalinya pada akhir 6000-tahun, dihitung sejak masa Penciptaan (Adam)”)

Pendapat ini sama persis dengan pernyataan Masih Mau’udas dalam pidato beliau 112 tahun sebelum terbitnya buku The Rapture Puzzle ini, yakni “…Allah Ta’ala mengutus Masih Mau’ud (Isa yang dijanjikan, yakni beliau sendiri) dalam waktu penghabisan dari ribuan yang ke-enam…[10]

Baik sejarah maupun Renee N. Moses sendiri mengakui bahwa 6000 tahun sejak Adamas telah jauh terlewati. Lalu dimana Yesusas yang dijanjikan? Tak lain ialah Hazrat Mirza Ghulam Ahmadas yang jamaahnya kini telah berusia 129 tahun, menyebar di 210 negara di bawah pimpinan Khalifahnya yang kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmadaba. Bila tidak mau menerima maka mana Yesusas yang ditunggu-tunggu itu? Waktu telah terlewat bagi beliau untuk muncul sekarang ini. Bukankah beliau harus mendirikan kerajaannya selama seribu tahun di akhir zaman?[11] Kita bahkan telah memasuki ribuan ketujuh yang merupakan ribuan yang terakhir.

Masih Mau’udas menyatakan bahwa kayakinan perhitungan 7000 tahun umur dunia semenjak Adam dan kedatangan Yesusas kedua kali di akhir ribuan ke-enam menuju awal ribuan ketujuh juga diimani oleh para ahli kitab (Yahudi&Kristen)[12].

Maka penulis akan mencoba membuktikannya. Coba kita lihat Surat Barnabas. Barnabas adalah salah satu Bapa Gereja Perdana yang sempat melayani Gereja bersama Paulus/Saulus[13]. Kita lihat Surat Barnabas 5 : 3-5 di mana tertulis:

“Dan Tuhan membuat dalam 6 hari pekerjaan tangan-Nya dan pada hari yang ke tujuh Ia berhenti, dan beristirahat dan menguduskannya. “Perhatikanlah, anak-anak, apa yang dimaksud dengan “Ia berhenti setelah enam hari?” Yang Ia maksudkan adalah: bahwa Tuhan akan menghentikan segala sesuatunya dalam enam ribu tahun, karena satu hari oleh Tuhan sama dengan seribu tahun. Dan Ia sendiri adalah Saksi saya ketika Ia mengatakan, ‘satu hari bagi Tuhan adalah seperti seribu tahun’. Jadi disini, anak-anak, dalam enam hari, yaitu dalam enam ribu tahun, segalanya akan diselesaikan. “Dan Ia akan beristirahat pada hari yang ke tujuh.” Ini berarti, ketika anak-Nya (Yesusas)[14] datang Ia akan menghancurkan waktu daripada si jahat, dan akan menghakimi orang-orang yang tidak percaya dan akan mengubah matahari dan bulan dan bintang, dan kemudian Ia akan benar-benar beristirahat di hari yang ke tujuh”.

Jelaslah bagaimana terang dan terbuktinya kebenaran teori Masih Mau’udas. Alih-alih mencemooh hendaknya kita merenungkan dengan hati yang tulus disertai do’a yang khusus agar Allah Ta’ala memberi petunjuk kepada kita untuk menerima kebenaran.

[1] Ahmad, Mirza Ghulam.1993.Islam cet,ke-II.Jemaat Indonesia. (terjemahan pidato Hd,Mirza Ghulam Ahmad di Sialkot pada 02 Nopember 1904) lihat hal.09

[2] Wahyu 20

[3] Ahmad, Mirza Ghulam.1993.Islam cet,ke-II.Jemaat Ahmadiyah Indonesia. (terjemahan pidato Hd,Mirza Ghulam Ahmad di Sialkot pada 02 Nopember 1904) lihat hal.12

[4] Sabandi, Ekky O.(penerjemah).2014.Tadhkirah cet.I.Neratja Press:Jakarta.

[5] Al-Quran: QS. Al-Hajj, 22:48 dan QS. Al-Sajdah, 32:6; Bible: Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8.

[6] Moses, Renee N.2015.The Rapture Puzzle. Kalekachali Press: Amerika Serikat. Hal. 2

[7] Moses, Renee N.2015.The Rapture Puzzle. Kalekachali Press: Amerika Serikat. Hal. 2

[8] Moses, Renee N.2015.The Rapture Puzzle. Kalekachali Press: Amerika Serikat. Hal. 2

[9] Moses, Renee N.2015.The Rapture Puzzle. Kalekachali Press: Amerika Serikat. Hal. 2

[10] Ahmad, Mirza Ghulam.1993.Islam cet,ke-II.Jemaat Ahmadiyah Indonesia. (terjemahan pidato Hd,Mirza Ghulam Ahmad di Sialkot pada 02 Nopember 1904) lihat hal.11

[11] Wahyu 20

[12] Ahmad, Mirza Ghulam.1993.Islam cet,ke-II.Jemaat Ahmadiyah Indonesia. (terjemahan pidato Hd,Mirza Ghulam Ahmad di Sialkot pada 02 Nopember 1904) lihat hal.12

[13] Kisah Para Rasul 13:2, Kisah Para Rasul 14:14

[14] Istilah anak Allah sangat biasa di Bani Israil (Kel.4:22). Adapun ini hanya gelar saja terkhusus untuk Yesusas

Sumber GAmbar: https://www.mexperience.com/mexicos-time-zones/

Tentang Penulis

Ammar Ahmad