Opini

Siapa Dalang di Balik G30S PKI ?

g30s pki

30 , apa yang terlintas dalam benak kita semua ? Tanggal 30 mengingatkan kita akan tragedi berdarah yang mewarnai lembar sejarah bangsa . Yang menjadi korbannya bukanlah dari kalangan orang biasa akan tetapi pejabat tinggi negara, yakni:

  1. Letjen TNI Ahmad Yani
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto
  3. Mayjen TNI Siswondo Porman
  4. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan
  5. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo

Kelima jenazah tersebut ditemukan pada tanggal 3 oktober  di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Dan berkat pertolongan Allah Ta’ala Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama selamat dari upaya pembunuhan tersebut, Alhamdulillah.

Korban yang lainnya yakni; Ade Irma Surya Nasution putri dari Jenderal A.H. Nasution, dan ajudannya lettu CZI Pierre Andreas Tendean, Bripka Karel Satsuit Tubun, Kolonel Katamso Darmokusumo, dan Letkol Sugiyono Mangunwiyoto kesemuanya tewas dalam aksi tersebut.

Jadi total korban pada waktu itu 11 orang, 10 meninggal dunia dan 1 orang selamat. Ini belum seberapa pasca G30S PKI banyak anggota dan para simpatisan mati di bunuh atau di penjara tanpa proses pengadilan, perbuatan itu dilakukan lantaran PKI dianggap telah melakukan pemberontakan kepada pemerintahan yang sah.

Ada pun faktor terjadinya G30S PKI antara lain:

  1. Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri Zhou Enlai RRC berupa 100.000 senjata jenis chung, mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.
  2. Di akhir tahun 1964 dan permulaan 1965, ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dengan polisi dan para pemilik tanah.

Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapapun (milik negara = milik bersama). Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia, yang di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.

  1. Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat.
  2. Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. Namun menurut Subandrio, Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja, jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut.

5.Keributan antara PKI dan organisasi Islam (tidak hanya NU, tetapi juga dengan Persis dan Muhammadiyah) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan di provinsi-provinsi lain juga terjadi hal demikian.

  1. Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur meletus, di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.

Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng”ganyang” Malaysia, ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut. Sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A.H. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia.

Mengetahui bahwa tentara Indonesia setengah hati dalam bertempur, Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Soekarno, seperti yang ditulis di otobiografinya, mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengubah keinginannya meng”ganyang Malaysia”.

“Soekarno adalah seorang individualis. Manusia jang tjongkak dengan suara-batin yang menjala-njala, manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain. Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. Dia tidak mungkin menjadi boneka”.

Di pihak PKI, mereka menjadi pendukung terbesar gerakan “ganyang Malaysia” yang mereka anggap sebagai antek Inggris, antek nekolim. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri, jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis.

  1. Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan “ganyang Malaysia” yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia.

Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi, rakyat dan terpaksa harus antri beras, minyak, gula, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. Sebagai akibat dari inflasi tersebut, banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang, umbi-umbian, gaplek, serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya; pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.

Oleh karena kejadian G30SPKI ini memiliki banyak versi membuat bingung semua orang, sebenarnya siapa dalang dibalik peristiwa itu? Dan versi yang bener itu yang mana? Apakah Amerika dalang dibalik peristiwa itu? Apakah memang Komunis itu sendiri yang menginginkan kursi kekuasaan sehingga melakukan pembunuhan? Ataukah karena adanya konflik interen di kubu angkatan darat sehingga memicu lahirnya G30S PKI? Entahlah.

Sungguh membingungkan, jika kita lihat situasi politik pada masa itu penyebab utamanya karena berbeda pandangan politik, satu sama lain bersikukuh dengan ideologinya sehingga timbul pertumpahan darah di berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 500.000 anggota komunis dibantai oleh pemerintah karena dianggap telah  melakukan kudeta kepada pemerintah yang sah. 1

Islam Hadir Sebagai Penengah

Kita sama-sama mengetahui bahwa Ir. Soekarno begitu anti kepada Kapitalisme, upayanya untuk menghilangkan Kapitalisme di Indonesia dengan membuat paham “NASAKOM” (Nasionalis, Agama, dan Komunis) akan tetapi keputusan itu menuai kontroversi karena dianggap bahwa agama tidak mungkin dapat bersatu dengan ideologi Komunis yang memiliki pemahaman tidak mempercayai adanya Tuhan.

Partai Komunis dan Partai Islam merupakan partai dengan pengikut terbanyak pada waktu itu di Indonesia, dikarenakan melakukan pengkhianatan kepada Bangsa Indonesia, akhirnya keduanya dibubarkan. Lantas apa sih perbedaan antara Islam dengan Komunis?

Ideologi Komunis oleh Hadhrat Mirza Bashir Ahmad MA yang merupakan adik dari Khalifah ke-2 telah dipaparkan di dalam sebuah artikel beliau yang berjudul Islam Versus Komunisme yang dimuat di majalah Sinar Islam pada tanggal 1 juni 1984, beliau mengemukakan sebagai berikut:

 “Semua kekayaan dan sarana harus dinasionalisasikan. Pemilikan pribadi diganti dengan pemilikan bersama. Kekayaan yang diperoleh dari kekayaan sumber bersama melalui organisasi bersama harus dibagi-bagikan dengan pengawasan bersama kepada orang-orang sesuai dengan kebutuhannya atas dasar satu sistem sama rata. Semua harus bekerja bersama sesuai dengan kemampuan maksimal, tetapi pembagian harus selaras dengan kebutuhan individu.”

Fakta di lapangan untuk membuat kondisi supaya sama rata maka banyak terjadi perampasan hak milik orang lain karena mereka berpemahaman bahawa milik negara milik bersama. Sehingga menimbulkan bentrok dengan pemilik tanah seperti terjadi pada tahun 1964 permulaan tahun 1965 di Indonesia.

Ideologi komunis ini pada kenyataannya begitu bertentangan dengan paham Kapitalisme sampai ke akar-akarnya. Karena Kapitalisme menurut Hadhrat Mirza Bashir Ahmad MA dalam artikel yang sama, memiliki pemahaman sebagai berikut:

“mengakui bahwa setiap individu mempunyai hak berusaha sendiri untuk memperoleh kekayaan dan ia juga dapat menghabiskan kekayaan itu sesukanya”.

Tentu ini merupakan teori dari sestem Kapitalisme, akan tetapi pada perakteknya Kapitalisme memberikan kebebasan besar kepada hak-hak mereka hingga memperoleh penimbunan kekayaan bangsa dalam beberapa tangan. Hal ini tidak memberi peluang untuk menghilangkan kesenjangan yang lebar di antara si kaya dan si miskin.

Komunisme sebenarnya merupakan suatu reaksi keras terhadap Kapitalisme ekstrem, atau dengan kata lain, ia adalah buah yang wajar. Kita mengakui bahwa selama berabad-abad ekonomi dunia berjalan dalam jalur .

Kekayaan berbagai bangsa negeri pelan-pelan menumpuk dalam beberapa tangan, semester sebagian besar masyarakat sulit memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kemiskinan, kepapaan, kekurangan, dan ketidak berdayaan adalah akibat wajar sistem Kapitalis. Bentuk terburuk Kapitalisme terdapat di Rusia ketika pemerintah Czar yang korup dan rasa kebangsawanannya yang busuk, telah menjadikan seluruh bangsa semata-mata budak yang hidup hanya untuk melayani nafsu rendah lapisan atas masyarakat.

Akan tetapi Islam hadir menjadi penengah dari kedua ideologi tersebut, Islam memberikan solusi atas permasalahan perbudakan dan monopoli yang dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Pada umumnya Islam mengakui hak individu untuk berusaha sendiri dan memetik hasilnya, tetapi sekaligus Islam memasang kendali pada bentuk eksrimnya. Dengan bijak Islam membuat suatu sarana yang tidak memungkinkan kekayaan menumpuk pada beberapa orang.

Sehingga si kaya tidak hanya semakin kaya saja, tetapi mereka juga mengeluarkan sebagian kekayaan untuk memajukan si miskin. Islam mencoba mengadakan suatu perimbangan antara kedua kelas masyarakat tersebut.

Akan tetapi ini semua kembali lagi kepada siapa yang memimpin, siapa yang berkuasa pada masa itu jika yang berkuasa itu tamak dan congkak maka keadilan tidak akan ada dan tercipta. Islam merupakan suatu paham yang Allah Ta’ala sendiri yang menciptakan sedangkan Kapitalisme dan Komunisme merupakan hasil olah pokir dari manusia itu sendiri.

Sumber Gambar: https://www.webdevelopersnotes.com/events-on-30-september

Tentang Penulis

Rafi Assamar Ahmad