Kebangsaan Makalah Opini

Spirit perdamaian di Indonesia (5/11) | Tinjauan sosiologis, politis dan agama untuk antar umat beragama yang harmonis

Penulis Syaeful Uyun

Oleh H.M. Syaeful Uyun
Penggalan kelima | SPIRIT Suku

 

SELAIN agama, suku-suku juga merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Fakta menunjukan, setiap suku mempunyai kearifan lokal masing-masing yang bisa menjadi spirit untuk membangun perdamaian. (Ilustrasi diambil dari SempaxWarrior) Spirit perdamaian di Indonesia Tinjauan sosiologis, politis dan agama untuk antar umat beragama yang harmonis bhinneka_tunggal_ika_by_sempaxwarrior-d5bhrbc

SELAIN , suku-suku juga merupakan kekayaan bangsa . Fakta menunjukan, setiap suku mempunyai lokal masing-masing yang bisa menjadi spirit untuk membangun perdamaian. (Ilustrasi diambil dari SempaxWarrior)

SELAIN agama, suku-suku juga merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Fakta menunjukan, setiap suku mempunyai kearifan lokal masing-masing yang bisa menjadi spirit untuk membangun perdamaian.

:Surodiro jayaningrat lebur dening pangastuti”—artinya, “Nafsu amarah, kekerasan, angkara murka, hancur lebur dengan dan .”

:Pada Iddi—saling bersaudara. Pada Ello—saling memahami. Sipatuo—saling menghidupkan. Sipatokang—saling menolong.”

:Sipakatau—saling menghargai/menghormati. Sipaka Le’biri—saling memuliakan. Sipakainge—saling mengingatkan. Sikamaseang—saling mengasihi.”

Kearifan lokal Jawa dilatari kisah sebagai berikut:

“Ada seorang pangeran menyukai seorang perempuan cantik tetapi perempuan itu telah bersuami yang juga seorang pembesar kerajaan. Suatu malam perempuan cantik itu ditinggal sang saumi.

“Sang Pangeran tahu perempuan yang amat disukainya ditinggal suaminya. Sang Pangeran menyelinap dan masuk kamar pribadi perempuan cantik istri pembesar kerajaan itu.

“Sang perempuan tentu saja kaget. Tetapi Sang Pangeran tidak menghiraukan kekagetan perempuan yang amat disukainya itu. Ia kemudian mengajak perempuan yang amat disukainya itu melewatkan malam bersama memadu kasih asamara.

“Perempuan idamannya menolak. Tetapi sang pangeran terus memaksakan keinginannya bahkan hingga mengancam akan melakukan tindakan kekerasan. Perempuan idamannya akhirnya bicara dengan suara lembut, baiklah Pangeran, keinginan Pangeran akan dipenuhi, tetapi ada syarat yang harus Pangeran penuhi.

“Buat seluruh penghuni istana tertidur pulas sehingga tidak ada seorang pun yang melihat perbuatan pangeran. Sang Pangeran memenuhi syarat yang diajukan perempuan idaman yang sangat disukainya itu.

“Dengan kekuatan magisnya sang pangeran membuat seluruh penghuni istana tertidur pulas. Pangeran pun berkata, sekarang syarat yang engkau minta sudah dipenuhi. Mari kita habiskan malam kita dengan memadu kasih asmara.

“Namun, sang perempuan idaman dengan lembut berkata, tetapi pangeran masih ada yang belum tidur di istana ini. ‘Siapa dia?’ tanya Pangeran.

‘Dia—Yang Kuasa, yang tidak pernah tidur. Dia melihat kita, Pangeran!’ kata perempuan cantik itu kepada Pangeran.

“Sang Pangeran tersadar, ia pun mengurungkan niatnya dan pergi meninggalkan kamar perempuan yang disukainya itu.”

Kisah ini oleh seorang pujangga kemudian ditulis dalam sebuah bait syair “Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti—nafsu amarah, kekerasan, angkara murka, hancur lebur dengan kelemahlembutan, dengan cinta dan kasih sayang.”

Tentu, kearifan tersebut merupakan spirit bagi bangsa Indonesia, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Api hanya akan bisa dipadamkan dengan air.

Nafsu amarah, nafsu angkara murka, hanya akan bisa dipadamkan dengan lemah lembut, dengan cinta dan kasih sayang.

 

(BERSAMBUNG)

 

Halaman 1 | Halaman 2 | Halaman 3 | Halaman 4 | Halaman 5 | Halaman 6 | Halaman 7 | Halaman 8 | Halaman 9 | Halaman 10 | Halaman 11

Tentang Penulis

Syaeful Uyun

Tinggalkan komentar